Pengguna Smartphone Berlebih Terancam Kelainan Tulang – Timor Express

Timor Express

INFO TEKNO

Pengguna Smartphone Berlebih Terancam Kelainan Tulang

WASPADA. Kelainan tulang tanduk ancam pengguna smartphone berlebih.

MedicalDaily

Sudah bukan rahasia lagi bahwa penggunaan gadget berlebih semisal tablet dan smartphone tak baik bagi kesehatan. Mata adalah salah satu anggota tubuh yang kerap merasakan efek samping dari penggunaan gadget tersebut. Selain mata, penelitian terbaru mengungkap bahwa penggunaan smartphone berlebihan dapat menyebabkan kelainan tulang serius.

Sebagaimana JawaPos.com (grup Timex) kutip dari CultofMac, Senin (24/6), pengguna smartphone berlebihan pada kalangan milenial dapat menambah risiko pertumbuhan tengkorak yang tidak normal. Bahkan menyebabkan tengkorak seperti memiliki tanduk.

Dokter telah mencatat bahwa perubahan dalam bentuk tengkorak banyak dialami milenial. Tumbuh benjolan seperti tanduk tepat di atas leher mereka. Para peneliti dalam fenomena tersebut menyatakan munculnya benjolan tersebut lantaran terlalu lama menggunakan smartphone.

Kelainan tengkorak dengan tumbuh serupa benjolan atau tanduk di bagian tersebut bukan lantaran mutasi yang dipicu radiasi aneh, seperti yang kerap ada pada film fiksi ilmiah. Secara kesehatan hal tersebut bisa dijelaskan karena kerangka tubuh atau tengkorak beradaptasi dengan postur membungkuk yang biasanya dilakukan oleh pengguna smartphone.

Hasil studi tentang fenomena tersebut dilakukan oleh David Shahar dan Mark G. L. Sayers. Studi mereka kemudian diterbitkan dalam Nature Scientific Reports yang kemudian ditinjau oleh rekan sejawat mereka dari kalangan medis.

Para ilmuwan sedang memeriksa prevalensi yang berkembang pada tengkorak dewasa muda dari entesofit, tempat pertumbuhan tendon atau ligamen menempel. Ini biasanya menjadi lebih umum seiring bertambahnya usia, tetapi bukan contoh spesifik pada dasar tengkorak, suatu kondisi yang mereka sebut enlarged external occipital protuberance (EEOP) atau pembesaran tonjolan eksternal oksipital.

Ini lebih cenderung muncul pada usia 18 hingga 30 tahun daripada pada orang-orang yang lebih tua. Dengan pemeriksaan menggunakan sinar-X, pasangan ilmuwan itu menemukan 41 persen pasien berusia 18 hingga 30 tahun memiliki tanduk tengkorak.

Tanduk atau benjolan ini adalah cara kerangka untuk mengatasi ketegangan pada tendon atau ligamen. Tulang tumbuh untuk memperluas area perlekatan. Jika ketegangannya ada di belakang leher, hasilnya adalah itu tadi, EEOP atau pembesaran tonjolan eksternal oksipital.

Shahar dan Sayers percaya bahwa ada penyebab khusus untuk kondisi tersebut. “Kami berhipotesis bahwa EEOP dapat dikaitkan dengan postur menyimpang yang berkelanjutan terkait dengan kemunculan dan penggunaan luas teknologi kontemporer genggam, seperti smartphone dan tablet,” demikian catatan para peneliti dalam temuan mereka.

Ketika kepala dipikul secara normal, sebagian besar berat ditopang oleh tulang belakang. Tetapi ketika membungkuk untuk melihat telepon, berat bergeser ke belakang leher yang kemudian dalam jangka waktu lama bisa menyebabkan benjolan.

Bukan salah smartphone semata, posisi tersebut juga bisa ditemukan oleh kegiatan lain seperti membaca buku atau majalah misalnya. Namun para peneliti cenderung lebih menyalahkan penggunaan smartphone berlebihan. Hal tersebut didukung oleh sebuah survei baru-baru ini menemukan bahwa rata-rata orang dewasa di Amerika Serikat (AS) menghabiskan 3 jam dan 44 menit untuk ponsel atau tablet mereka setiap hari.

Taji atau tanduk tengkorak yang dihasilkan dari postur yang buruk itu memang tidak berbahaya. “Namun, mereka adalah ‘pertanda’ dari sesuatu yang buruk terjadi di tempat lain. Sebuah tanda bahwa kepala dan leher tidak dalam konfigurasi yang tepat,” kata Shahar kepada Washington Post.

Namun begitu, dirinya menambahkan, sekali pertumbuhan baru itu terbentuk, walaupun kelainan tersebut mungkin tidak menyebabkan kerusakan, mereka tidak akan pernah menghilang. (jpg/tom)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!