Tidak Ada Pembatasan Sosmed – Timor Express

Timor Express

NASIONAL

Tidak Ada Pembatasan Sosmed

Pemerintah memastikan tidak melakukan pembatasan akses sosial media pada momen pengucapan putusan sengketa Pilpres di Mahkamah Konstitusi pada 27 Juni mendatang. Pasalnya, arus masa sosial media pasca kasus 21-22 Mei dinilai sudah stabil.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan, jumlah konten hoaks saat ini tidak terlampau mengkhawatirkan.

Bahkan, saat momentum sidang MK pekan lalu, Kominfo mencatat angkanya masih stabil.

Berdasarkan data yang dimilikinya, sejak 1 Juni yang terpantau di empat platform paling populer, yakni Facebook, Instagram, Twitter, dan YouTube, jumlah hoax menurun. Bahkan pada tiga hari terakhir, hanya ada di kisaran puluhan.

Berbeda dengan situasi pada tanggal 21-22 Mei, di mana konten hoax di empat platform itu mencapai ratusan.

“Kalau hoaks yang lain tiap hari juga ada, hoaks mengenai kesehatan lainnya,” ujarnya di Komplek Istana Kepresidenan Jakarta, kemarin (24/6).

Dengan fakta tersebut, Menkominfo menyebut pembatasan akses tidak diperlukan. Sebab, data yang menjadi basis pengambilan kebijakan tidak mendukung kebijakan tersebut. “Kalau ini begini (stabil) apa yang dibatasi? Enggak usah lah,” imbuhnya.

Lantas, bagaimana jika terjadi lonjakan pada momen putusan MK? Menteri kelahiran Bogor itu enggan berandai-andai. Sebab faktanya, kondisi lini masa sosmed cukup baik. Dia juga menolak untuk memprediksi situasi di 27 Juni mendatang.

Namun, dia juga tidak membantah terkait adanya tindakan khusus jika suasana di luar kendali. Sebagai upaya antisipasi, pejabat negara harus menyiapkan beberapa planning tambahan dalam setiap kebijakan. Namun, dia enggan membeberkan.

“Antisipasi kita seperti sepak bola aja. Strategi apa iya dikasih tahu? Mau main sepak bola, eh kita tuh mau nyerangnya 4-3-3 atau 4-2-4,” selorohnya.

Sebaliknya, dia berharap semua pihak untuk mau bersama-sama menjaga suasana kondusif. Yakni dengan tidak menyebar informasi yang memicu kerusuhan. Sebab, ada konsekuensi hukum jika sengaja melakukan pelanggaran.

Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengajak masyarakat untuk tertib dalam menghadapi putusan MK. Dia menghimbau masyarakat untuk tidak perlu datang ke lokasi. “Ditekan apapun MK kan gak bisa.

Imbauan saya jangan lah, hormati proses hukum, yang paling penting lagi adalah beri kesempatan masyarakat untuk hidup tenang,” ujarnya. (far/jpg/sam)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!