Guru SMK-PP Negeri Kupang Berinovasi dalam Kegiatan Kajiwidya – Timor Express

Timor Express

PENDIDIKAN

Guru SMK-PP Negeri Kupang Berinovasi dalam Kegiatan Kajiwidya

INOVASI. Salah seorang guru SMK-PP Negeri Kupang, Korinti, S.M. Ulima S.Pt melakukan pencampuran pakan perlakuan dengan pakan komersil dalam kegiatan Kajiwidya di sekolah itu.

OELAMASI-Sekolah Menengah Kejuruan Pembangunan Pertanian (SMK-PP) Negeri Kupang merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Badan Penyuluh dan Pendidikan Sumber Daya Manusia (BPP-SDM) Pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan) RI, terus melakukan berbagai inovasi. Tujuannya tidak saja untuk menghasilkan mutu lulusan yang berkualitas dan bersaing, tapi juga menghasilkan mutu guru/pendidik yang handal di bidangnya. Ini merupakan upaya dalam mewujudkan salah satu visi SMK-PP Negeri Kupang, yakni menghasilkan SDM yang kreatif dan inovatif.

Dalam mendukung visi tersebut, SMK-PP Negeri Kupang difasilitasi oleh Kementan RI melakukan kajiwidya bagi guru pendidik. Kajiwidya merupakan program pengembangan diri untuk pemenuhan syarat angka kredit juga sebagai sarana dalam meningkatkan kompetensi sesuai profesi dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa. “Tahun ini terdapat empat judul kajiwidya yang dianggarkan. Kemungkinan anggarannya akan bertambah sesuai dengan besarnya keinginan pendidik dalam melakukan kajiwidya,” ungkap Korinti, S.M. Ulima S.Pt, pendidik sekaligus pelaku kajiwidya dilingkungan SMK-PP Negeri Kupang.

Korinti memaparkan bahwa kajiwidya dengan bantuan biaya dari DIPA SMK-PP Negeri Kupang memfasilitasi rasa ingin tahu pendidik mengenai judul yang akan diambil. Selain itu, lanjutnya, pendidik juga dapat bebas berkreasi dalam melakukan penelitian.

Rasa keingintahuan pendidik itu dapat ditilik dari judul yang diambil oleh Korinti S.M. Ulima mengenai pengaruh penambahan jenis tepung leguminosa yang berbeda terhadap penampilan produktif ayam pedaging broiler.

Dijelaskan, tepung leguminosa yang diambil berasal dari kelor, lamtoro dan turi. Pemilihan ketiga tepung leguminosa tersebut, kata Korinti, dikarenakan selain mudah didapat di daerah Kupang, kandungan sumber proteinnya juga sangat tinggi. “Terlebih lagi adanya program dari Bapak Gubernur NTT (Viktor Laiskodat, Red) untuk membudidayakan dan mengembangkan daun kelor,” tutur Korinti.

Dikatakan, setelah pendidik selesai melakukan kajiwidya, hasil dari penelitian tersebut dapat diseminarkan di lingkungan sekolah dan laporannya disimpan ke perpustakaan sekolah. “Pendidik juga dapat menerbitkan laporannya dalam bentuk jurnal sebagai penunjang angka kredit bagi pendidik sendiri,” pungkas Korinti. (*/aln)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!