Tiga Komisioner Incumbent Lolos Seleksi Administrasi – Timor Express

Timor Express

NASIONAL

Tiga Komisioner Incumbent Lolos Seleksi Administrasi

Minta Pansel Lebih Terbuka dan Jeli Lihat Rekam Jejak Semua Calon

JAKARTA, TIMEX – Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi akhirnya membuka nama-nama yang mendaftar sebagai capim KPK, kemarin (11/7). Dibukanya nama sebagai bentuk transparansi pansel, sekaligus guna menjaring masukan ataupun informasi terkait latar belakang, track record, kekurangan dan kelebihan para capim lembaga antirasuah tersebut.

Dari 376 orang yang melakukan pendaftaran, hanya 192 orang saja yang lolos ke tahap uji kompetensi. Sementara sisanya dinyatakan gagal memenuhi syarat administrasi seperti batasan umur, pengalaman hukum atau keuangan, Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN), dan sebagainya.

Beberapa calon yang lolos di antaranya adalah mantan Kabareskrim Polri Komjen (Purn) Anang Iskandar, serta tiga komisioner Incumbent Alexander Marwata, Laode Syarif, dan Basaria Panjaitan. Selain itu, ada juga 10 orang dari internal pegawai KPK dan 13 anggota Polri. Sisanya beragam mulai dari hakim, jaksa, dosen, pengacara, auditor, karyawan, dan sebagainya.

Anggota Pansel Capim KPK Harkristuti Harkrisnowo mengatakan, usai dinyatakan lolos administrasi, 192 capim harus menjalani uji kompetensi yang meliputi objective test dan penulisan makalah yang dilaksanakan 18 Juli mendatang. Di situ para capim akan digali pengetahuannya terkait tugas kewenangan KPK serta seluk beluk korupsi.

“Jadi tindak pidana, ruang lingkupnya, mulai penindakan, pencegahan, supervisi dan koordinasi,” ujarnya di Gedung Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta.

Dia menjelaskan, pada tahapan tersebut, pansel tidak menetapkan kuota yang lolos ke tahap selanjutnya. Jumlah yang lolos bergantung pada sebanyak mana para capim mampu memenuhi stansar minimal yang ditetapkan pansel. “Di atas benchmarklulus kalau di bawah tidak lulus,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Pansel Capim KPK Yenti Garnarsih mengajak masyarakat untuk membantu pansel melakukan tracking terhadap para calon. Untuk itu, siapapun yang memiliki informasi berkaitan dengan kehidupan ataupun masa lalu calon bisa menyampaikannya ke pansel.

Nantinya, masukan masyarakat akan menjadi salah satu bahan pertimbangan pansel dalam melakukan seleksi. “Pansel mengharapkan masukan secara tertulis,” ujarnya. Masukan tersebut bisa disampaikan langsung ke sekretariat pansel di gedung 1 Kemensetneg atau melalui email di panselkpk2019@setneg.gp.id.

Keterbukaan pansel capim KPK memang menjadi salah satu hal yang digarisbawahi oleh masyarakat. Seperti disampaikan oleh Direktur Indonesia Legal Round Table (ILR) Erwin Natosmal Oemar. Setelah merampungkan seleksi administrsi, pansel diminta lebih terbuka. “Pansel harus responsif mendorong masyarakat untuk memberikan masukan, jangan pasif,” terangnya.

Apalagi setelah nama-nama dari 192 pendaftar sudah dibeber oleh pansel. Erwin menyatakan, pansel butuh masukan dari banyak pihak. Tujuannya tidak lain supaya tidak ada satu pun nama yang punya catatan buruk lolos seleksi tahap berikutnya. Sebab, dia menilai masih ada nama yang dipertanyakan kredibilitasnya lolos seleksi administrasi. “Masih ada beberapa calon yang tanda kutip berbahaya bagi KPK,” terang dia.

Erwin memang tidak secara gamblang menyebutkan nama. Dia hanya menyebut, dari 192 nama yang lolos seleksi administrasi ada mantan orang KPK yang sempat bermasalah hingga ditarik keluar lembaga antirasuah. “Sekarang daftar dan lolos (seleksi administrasi) juga,” ujarnya. Karena itu, dia berharap dalam tahap selanjutnya , pansel benar-benar ketat menyeleksi semua calon.

Selain itu, Erwin juga berharap pansel jeli melihat rekam jejak ratusan pendaftar yang sudah mereka nyatakan lolos seleksi administrasi. Itu penting lantaran ILR juga melihat ada penegak hukum yang sempat menyerang KPK. “Menurut saya itu harus jadi catatan,” imbuhnya. Dengan begitu, nama-nama yang dihasilkan dari seleksi benar-benar sesuai kebutuhan KPK. Sehingga ke depan lembaga super bodi semakin kuat.

Walau masih melihat ada nama-nama yang perlu mendapat sorotan karena punya catatan kurang memuaskan, Erwin juga menyampaikan bahwa ada nama-nama yang memberi harapan baru untuk KPK. “Ada nama-nama bagus saya pikir,” imbuhnya.

Termasuk di antaranya nama-nama yang muncul dari internal KPK. Selain itu, ada juga profesional di bidang hukum dan tindak pidana korupsi yang disebut Erwin bisa jadi harapan untuk perbaikan KPK.

Dari 192 nama tersebut, Fridolin Berek adalah salah seorang calon yang baru kali pertama ikut seleksi capim KPK. Untuk lolos seleksi tahap lanjutan, dia menyampaikan bakal lebih dalam lagi memahami undang-undang tindak pidana korupsi maupun undang-undang KPK. Selain itu, dia juga berniat membawa gagasannya terkait fungsi monitoring pemerintahan. “Fungsi itu bisa dilaksanakan ketika KPK-nya kuat,” ungkap dia.

Kuat yang dimaksud oleh Fridolin mencakup kelembagaan, menkaisme kerja, maupun sumber daya manusia (SDM). Dia mengakui, penguatan KPK bukan isu baru. Sejak lama banyak pihak mendorong hal itu. Namun, dari kaca mata yang dia punya, Fridolin menyatakan bahwa isu penguatan KPK masih harus terus didorong. “Baik di internal maupun juga di dalam kerja-kerjanya nanti,” ujarnya. (far/syn/jpg/sam)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!