Derita Bocah 2 Tahun Dianiya Ayah Kandung – Timor Express

Timor Express

HUKUM

Derita Bocah 2 Tahun Dianiya Ayah Kandung

KORBAN. Ketua Komisi V DPRD NTT, Jimmy Sianto saat menjenguk korban yang tengah terbaring lemas di Ruang IGD RSUD W. Z. Johannes Kupang, Selasa (16/7) malam.

INTHO HERISON TIHU/TIMEX

Disulut Api Rokok hingga Patah Tulang

KUPANG, TIMEX – Bocah 2 tahun berinisial DDS asal Kelurahan Oenesu, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang terbaring lemas di Ruang IGD RSUD W. Z. Johannes Kupang, Selasa (16/7) akibat dianiaya ayah kandungnya.

Bocah malang kelahiran 2 Juli 2017 itu dianiya hingga patah tulang pada bagian tangan kiri dan kedua kakinya. Mirisnya penganiayan tersebut dilakukan berulang-ulang kali sejak bocah itu berusia 1 tahun.

DDS dilahirkan normal pada 2017 lalu dan merupakan anak ke-8 dari pasangan suami istri Abraham Sabneno alias Ambran (45) dan Erni Lakusaba (42). Sejak berusia 1 tahun, ayahnya Abraham Sabneno alias Ambran sudah sering menganiayanya.

Erni Lakusaba yang setia menemani dan merawat putrinya itu kepada Timor Express di ruang IGD RSUD Prof. dr. W. Z. Johanes Kupang, Selasa (16/7) mengisahkan tindakan suaminya itu sudah melebihi batas. Ia pun tak sabar. Akhirnya, terpaksa dilaporkan ke Polsek Kupang Barat. “Saya selalu bersabar dan berdoa supaya dia sadar. Tapi dia ancam saya dan mau bunuh saya. Terpaksa saya lapor polisi,” ujar Erni.

Ia mengatakan suaminya itu bahkan pernah menyayat tubuh anaknya menggunakan parang. Akibatnya anaknya mengalami luka-luka. “Baru-baru dia bakar mulut D*** dengan puntung rokok,” tuturnya sambil menunjukkan bibir anaknya yang masih ada bekas luka.

Erni menambahkan, meski mengalami patah tulang pada kedua kaki dan tangan, namun karena keterbatasan biaya, ia hanya mengurutnya menggunakan minyak. “Memang kelihatan sembuh tapi masih bengkak,” ujarnya.

Erni mengaku anaknya itu dilahirkan normal dengan berat badan tiga kilogram lebih, namun mengalami gizi buruk setelah mendapat penganiayaan berlebihan dari ayahnya. “Sejak lahir sudah tiga kali masuk rumah sakit karena perbuatan bapaknya, tapi saya terus bersabar dan terpaksa saya lapor polisi lalu divisum dan dibawa ke rumah sakit,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Komisi V DPRD NTT, Jimmy Sianto yang membantu korban, saat ditemui di Ruang IGD RSUD Prof. W. Z.

Johannes Kupang mengaku mengetahui peristiwa tersebut dari dokter yang menangani korban. “Korban berobat tapi tidak ada BPJS jadi dihubungi dokter sehingga saya meminta untuk dibawa ke RSUD,” katanya.

Melihat kondisi korban, Jimmy sangat menyesali perbuatan ayah kandung korban yang tega menganiaya korban hingga patah tulang.

“Banyak tulang korban yang mengalami patah sesuai hasil rontgen,” katanya.

Terkait proses hukum, Jimmy mendorong pihak kepolisian menindaklanjuti laporan tersebut untuk memproses pelaku sesuai dengan perbuatannya. “Saya minta Polsek Kupang Barat untuk segera menindak tegas pelaku. Saya akan minta bantuan Kapolda karena ini merupakan tindakan yang sangat tidak manusiawi,” tegas Jimmy. (mg29/sam)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!