Momentum untuk Majukan Koperasi di Kota Kupang – Timor Express

Timor Express

KUPANG METRO

Momentum untuk Majukan Koperasi di Kota Kupang

PENGHARGAAN. Wali Kota Kupang Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM,.MH menerima tanda kehormatan Satyalancana pembangunan bidang koperasi dari Presiden RI pada puncak peringatan hari Koperasi yg ke-72, di GOR Satria Purwokerto Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (12/7).

HUMAS PEMKOT FOR TIMEX

Kota Kupang Terima Satya Lencana Pembangunan Bidang Koperasi

Pemerintah Kota Kupang kembali mendapat penghargaan tingkat nasional. Kali ini di bidang koperasi. Tanda kehormatan Satyalancana Pembangunan Bidang Koperasi ini diterima langsung Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M, M.H pada peringatan Hari Koperasi ke-72 di GOR Satria Purwokerto Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (12/7).

FENTI ANIN, Kupang

Kota Kupang menjadi salah satu kota di Indonesia yang diakui pemerintah pusat sebagai kota yang peduli dengan koperasi. Ini terbukti diterimanya Satyalancana Pembangunan Bidang Koperasi.

Penganugerahan Satyalancana ini merupakan bentuk pengakuan pemerintah pusat atas keberhasilan Wali Kota Kupang dalam membangun dan mengembangkan perkoperasian melalui pelatihan kepada pengurus, badan pengawas dan anggota koperasi.

Melalui pelatihan dapat mengembangkan kemampuan dan potensi SDM agar dapat mendukung tekad pemerintah dalam mendorong kemajuan dan peningkatan jumlah koperasi dan UKM.

Dengan demikian dapat memberikan sumbangsih yang berharga bagi kemajuan dan perkembangan perkoperasian di kota Kupang.

Satyalancana pembangunan diberikan kepada delapan wali kota termasuk Wali Kota Kupang dan satyalancana wira karya diterima oleh 11 kepala daerah kabupaten di Indonesia.

Penetapan Wali Kota Kupang sebagai penerima Satyalancana Pembangunan ini tertuang dalam Kepres Nomor 52/TK/Tahun 2019 yang ditandatangani oleh Presiden RI Joko Widodo.

Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore yang dikonfirmasi media ini mengaku sangat berbangga dan bersyukur Kota Kupang mendapatkan penghargaan ini yang diberikan secara langsung oleh Presiden Republik Indonesia.

“Penghargaan ini sebagai salah satu dorongan dan semangat bagi pemerintah Kota Kupang untuk lebih mengembangkan usaha rakyat dalam berkoperasi,” katanya.

Selama ini, kata Jefri, Pemerintah Kota Kupang juga terus memberikan perhatian bagi koperasi di Kota Kupang. Salah satunya dengan menberikan bantuan anggaran sebagai modal agar usaha bisa dikembangkan. Sasarannya masyarakat miskin dan menengah bisa memanfaatkannya dan meningkatkan usaha mereka.

Terpisah, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kota Kupang, Eben Ndapamerang, mengatakan Wali Kota Kupang mendapat piagam tanda kehormatan satyalancana pembangunan karena berhasil dalam membangun koperasi.

“Jadi yang datang menilai kemarin itu dari pihak Kementerian Koperasi dan UKM. Sebagai tim penilai dari Sekretariat Presiden. Jadi mereka yang datang untuk menilai di Kota Kupang beberapa waktu lalu,” kata Eben.

Terkait aspek apa saja yang dinilai, kata Eben, pihaknya tidak mengetahui secara pasti, karena hanya diminta agar menyiapkan data-data lengkap. “Yang diminta hanya data tentang jumlah koperasi yang ada di Kota Kupang, apa saja perhatian pemerintah terhadap koperasi yang ada ini, berapa jumlah UKM, dan struktur organisasi sendiri,” terangnya.

Menurut Eben, sekarang ini banyak daerah yang menggabungkan antara Dinas Koperasi dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Padahal semestinya koperasi menjadi ujung tombak untuk pembangunan daerah dan menjadi perhatian Presiden RI.

“Jadi Presiden menaruh perhatian pada Koperasi karena diharapkan koperasi dapat menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat untuk mendapatkan kredit dan tidak terlibat dalam bunga rentenir dan bunga bank yang besar,” ujar Eben.

Ia menambahkan di Koperasi bunga bisa lebih fleksibel dan sesuai dengan kesepakatan bersama dan sesuai dengan kemampuan masyarakat. Karena itu, kata Eben, Kota Kupang menjadi salah satu daerah yang menaruh perhatian pada pengembangan koperasi. Jumlah koperasi sebanyak 573 unit. Dan yang aktif hampir sebagiannya.

Sementara yang tidak aktif menjadi perhatian pemerintah untuk memberikan pelatihan untuk menghidupkan kembali.

“Koperasi tidak bisa dibantu oleh pemerintah dalam bentuk suntikan dana, karena memang koperasi ini sifatnya independen.

Yang dibantu oleh pemerintah adalah bagaimana memberikan pelatihan dalam pengelolaan koperasi agar tetap sehat dan eksis dan kegiatan ini sudah dilakukan setiap tahun oleh Dinas Koperasi Kota Kupang,” ujarnya. (*/sam)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!