Pelti NTT Ditantang Lahirkan Satu Atlet Junior – Timor Express

Timor Express

SPORTIVO

Pelti NTT Ditantang Lahirkan Satu Atlet Junior

DILANTIK. Ketua Umum PB Pelti, Rildo Ananda Anwar, Wakil ketua KONI NTT, Jimmi Sianto, Ketua Pengda Pelti NTT, Ary Wijana beserta jajaran pengurus, pose bersama usai pelatikan di Sahid T-More Hotel, Rabu kemarin.

RUDY MANDALLING/TIMEX

Pengda Pelti NTT 2017-2022 Dikukuhkan

KUPANG,TIMEX – Pengda Pelti NTT 2017-2022 ditantang untuk mampu menghasilkan satu atlet junior putra dan satu atlet junior putri yang nantinya bisa mewakili Indonesia kedepan di berbagai even kejuaraan.

Tantangan ini diungkapkan Ketua Umum PB Pelti, Rildo Ananda Anwar ketika melantik Pengda Pelti NTT di Hotel Sahid T-More, Rabu kemarin (17/7), yang dihadiri Wakil ketua KONI NTT, Jimmi Sianto, jajaran Forkompimda, serta para undangan lainnya.

“Jangan kosentrasi pada kejuaraan veteran. Cari bibit junior dan seluruh pengurus kami mohon bisa hasilkan atlet junior, sehingga kita bisa bicara di tingkat internasional,” kata Rildo.

Tenis menurutnya, adalah olahraga yang membanggakn bangsa ini karena beberapa waktu lalu bisa memperoleh medali di Asian Games.
“Di Wimbledon junior, atlet junior kita, Priska Madelyn Nugroho masuk perempatfinal dan ini harus diikuti junior NTT,” ungkapnya.

“Saya titip, jadikan satu pemain junior putra dan putri yang bisa mewakili indonesia,” ucapnya.
“Semoga kita terus berpretasi dan sebentar ikut SEA Games dan akan mulai melakukan pemilihan pemain,” imbuhnya.

Wakil Ketua KONI, Jimmi Sianto dalam sambutannya mengharapkan Tenis kedepan harus bisa menjadi olahraga superprioritas di NTT “Karena ini barisan orang hebat,” kata Jimmi.

Menurut Jimmi, selama ini dirinya tidak pernah mendengar Tenis dilombakan di NTT. Namun, di tingkat nasional luar biasa.
“Karena itu setelah Pengurus di lantik, saya yakin olahraga tenis akan melaju seperti pesawat terbang. Maju cepat,” ungkapnya.
Jimmi juga mengharapkan, kedepan Tenis cukup memiliki salah satu atlet yang bisa berprestasi nasional kedepan. Dan ini harus menjadi motivasi dan tantangan bagi pengurus.

Dikatakannya juga, terkait Pra PON, KONI NTT telah menetapkan 14 Cabang olahraga untuk mengikuti Pra PON, dan 14 Cabang olahraga ini telah mengikuti Porprpov NTT 2018 lalu. Bukan berati tenis tidak bolehikut Pra PON.

“Tenis tetap boleh ikut Pra PON, tapi dananya tidak disuport KONI, dan harus membiayai sendiri. Kalau lolos PON, maka akan menjadi tanggung jawab KONI termasuk soal pembiayaan,” jelasnya.

Jimmi juga mengharapkan, agar setelah dilantik, Pelti NTT minimal setahun sekali menggelar kejuaraan.

Sementara itu, Ketua Pengda Pelti NTT, dr. Ary Wijana dalam sambutannya mengharapkan semua pihak terutama pemerhati tenis, Pemerintah provinsi dan pemerintah Kabupaten/kota.

“Tenis butuh perjuang panjang untuk bisa tampil kedepan kedepan.” katanya.

Menyangkut kejuaraan Tenis kedepan, Pelti NTT kata dr. Ary akan memprioritaskan para petenis Junior.

“Sedangkan untuk yang diatas 50 tahun sebatas hiburan,” ungkapnya Selain soal kejuaraan, pengda Pelti NTT juga akan melakukan konsolidasi diseluruh Kabupaten/Kota.”Beberapa kali, Pengurus Kabupaten telah meminta dikukuhkan, dan setelah ini akan segera kita lakukan,” terangnya.

Pelti lanjutnya, pada bulan Desember nanti akan menghidupkan kembali Kejuaraan tenis Piala Gubernur dalam rangka memeriahkan HUT NTT, dan juga kejuaraan kelompok umur.

Acara pelantikan ini, selain ditandai dengan penyerahan bendera Pelti dan penandatanganan berita Acara, juga ditandai dengan penyerahan bantuan peralatan tenis, yakni raket tenis yang diperuntukkan bagi pembinaan atlet junior, yang diserahkan Ketua umum PB Pelti kepada Ketua pengda Pelti NTT.(rum)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!