Undana Kalah, Ganti Rugi Rp 127,5 Miliar – Timor Express

Timor Express

HUKUM

Undana Kalah, Ganti Rugi Rp 127,5 Miliar

Sengketa Tanah

Nilai Ganti Rugi Bertambah Rp 42 Miliar

KUPANG, TIMEX – Pengadilan Tinggi Kupang pada 3 Juli 2019 membuat keputusan dengan Nomor 61/pdt/2019/PT. KPG yang menguatkan putusan Pengadilan Negeri Kupang dengan Nomor 167/pdt.G/2017/PN.kpg.

Putusan ini terkait dengan kepemilikan tanah di kampus Undana seluas 85 hektar. Dalam putusan ini dinyatakan tanah tersebut merupakan milik penggugat, yakni atas nama Oktovianus Naimanu dan Vredy Wilman Markus Kollo. Akibatnya pihak Undana dan pihak terkait secara tanggung renteng harus mengganti kerugian Rp 127 miliar. Sebelumnya di tingkat Pengadilan Negeri, tergugat hanya dibebani ganti rugi sebesar Rp 85 miliar.

Kuasa hukum penggugat, Bildad Torino M. Thonak, S.H yang dikonfirmasi Timor Express di PN Kupang, Rabu (17/7) mengatakan bahwa amar putusan yang diterimanya menyebutkan PT Kupang menerima permohonan banding dan menguatkan putusan PN. Juga memutuskan para tergugat untuk membayar ganti rugi sebesar Rp 127 miliar kepada penggugat yakni Oktovianus Naimanu dan Vredy Wilman Markus Kollo secara tanggung renteng.

Dikatakan, para penggugat awalnya tidak terima dengan putusan PN lalu mangajukan banding terhadap besaran ganti rugi tersebut. Dan, akhirnya Pengadilan Tinggi memutuskan menerima permohonan banding para penggugat dan menaikkan jumlah ganti rugi menjadi Rp 127,5 miliar atau bertambah Rp 42,5 miliar. “Saya kuasa hukum para penggugat merasa bahwa putusan ini sudah sangat objektif karena para penggugat telah dirugikan selama 40 tahun lamanya,” katanya.

Ia menambahkan, pada saat putusan Pengadilan Negeri Kupang, Menristek Dikti, Undana, Menteri Keuangan, BPN Provinsi NTT, Gubernur NTT, Walikota Kupang, BPN Kota Kupang, Lurah Lasiana, Lurah Oesapa dan para Penggugat Intervensi II yakni Armi Konay dan Ferdinan Konay serta Penggugat Intervensi I yakni Polce Bisilisin tidak menerima Putusan Pengadilan Negeri yang memenangkan para penggugat, lalu mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Kupang. Namun upaya hukum banding tersebut ditolak oleh Majelis Tinggi di PT Kupang.

“Saya ingin menambahkan bahwa putusan ini telah nyata bahwa Undana didirikan di atas tanah milik para penggugat,” ungkap Billdad Thonak.

Rektor Undana Kupang, Prof. Fredrik L. Benu yang dikonfirmasi koran ini malam tadi melalui telepon seluler belum memberikan jawaban. Demikian pun Wakil Rektor I, Dr. Max U.E Sanam belum merespon telepon dan pesan dari koran ini. (mg29/sam)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!