Polisi Buru Ayah Korban – Timor Express

Timor Express

HUKUM

Polisi Buru Ayah Korban

AMBIL ALIH. Wakapolda NTT Brigjen Pol Jhony Asadoma berdiskusi dengan anggota Komisi V DPRD NTT, di ruang kerjanya, Kamis (18/7).

INTHO HERISON TIHU/TIMEX

Derita Bocah 2 Tahun Dianiaya Ayah Kandung

Polda NTT Resmi Ambil Alih Kasus

KUPANG, TIMEX – Kasus penganiayaan yang menimpa DDS (2 tahun) yang sebelumnya ditangani Polsek Kupang Barat resmi diambil alih Polda NTT.

Hal ini dipastikan oleh Wakapolda NTT, Brigjen Pol. Johny Asadoma ketika menerima kunjungan para pimpinan dan anggota Komisi V DPRD NTT, Kamis (18/7).

Ketua Komisi V, Jimmi Sianto kepada Timor Express usai pertemuan tersebut mengatakan kedatangan Komisi V untuk meminta Polda NTT mengambil alih kasus penganiayaan terhadap bocah dua tahun tersebut. “Iya, Polda diminta untuk ambil alih kasus tersebut karena sampai saat ini pelaku belum juga ditangkap. Tadi juga dihadiri juga Dirkrimum Polda NTT,” katanya.

Sementara Wakapolda NTT, Brigjen Pol. Jhony Asadoma yang dihubungi terpisah membenarkan pengambilalihan proses hukum atas dugaan penganiayaan terhadap balita di Polsek Kupang Barat itu. “Iya benar, kita ambil alih penanganan kasus tersebut,” ujar jenderal bintang satu itu.

Sedangkan Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol. Jules Abraham Abast di ruang kerjanya membenarkan adanya kunjungan dan pertemuan antara Wakapolda NTT Brigjen Pol Jhony Asadoma dan DPRD NTT Komisi V tersebut.

Dijelaskan, ada juga laporan pengancaman yang disampaikan ibu kandung korban Erni Lakusaba (42) pada Minggu (14/7) di Polsek Kupang Barat. Terlapornya adalah suaminya sendiri, yakni Abraham Sabneno alias Ambran (45).

Dikatakan, usai melapor, penyidik kemudian melakukan pemeriksaan. “Penyidik lalu melakukan visum terhadap korban lalu membuat ulang laporan penganiayaan pada Senin (15/7),” ujar Kombes Pol. Jules. Terkait perkembangan penanganan kasus tersebut, ia mengaku saat ini kepolisian Polsek Kupang Barat masih melakukan penyelidikan terhadap laporan tersebut.

Namun sesuai hasil pertemuan, pihak Polda NTT akan melakukan koordinasi dengan Polres Kupang untuk dapat melimpahkan kasus tersebut ke Polda NTT untuk ditindaklanjuti oleh Dirkrimum.

Sementara ini pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap tiga orang saksi dan terlapor sedang dicari oleh aparat kepolisian Polsek Kupang Barat.

“Diimbau kepada terlapor untuk menyerahkan diri dan kepada seluruh masyarakat yang melihat atau menampung terlapor dapat menginformasikan kepada pihak kepolisian terdekat,” ungkapnya. (mg29/sam)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!