Bocah DDS Pernah Diikat di Pohon – Timor Express

Timor Express

HUKUM

Bocah DDS Pernah Diikat di Pohon

Pelaku Akui Perbuatannya

Polisi Tangkap Pelaku di Sikumana

KUPANG, TIMEX – Kamis (19/7) malam, aparat kepolisian dari Polsek Kupang Barat dan Polda NTT berhasil menangkap Abraham Sabneno alias Amran (45), pelaku penganiayaan terhadap anak kandungnya DDS (2).

Pelaku ditangkap di rumah Thobias Bakun di Jalan Sukun II, Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, sekira pukul 19.30. Abraham pun langsung dibawa ke Polsek Kupang Barat tanpa perlawanan. Ayah delapan anak ini dicari polisi sejak Senin (15/7) lalu.

Pelaku juga mengaku sudah mendengar kabar dari anaknya kalau ia dicari polisi. Ia pun selalu menghindar. Ia mengaku menghindar dari kejaran polisi dengan berjalan kaki ke Bolok, Kupang Barat, lalu menumpang angkot ke Sikumana.

Namun pelaku masih sempat singgah di Kelurahan Oeba, tepatnya di rumah Niko Faik. Ia mencari anak pertamanya yang bekerja sebagai asisten rumah tangga di salah satu keluarga di Oeba. Setelah bertemu anaknya dan mendapat uang Rp 20.000, ia kemudian melanjutkan perjalanan ke Kelurahan Sikumana hingga ditangkap polisi.

Abraham mengakui perbuatannya menyulutkan api rokok ke mulut anaknya (DDS) karena sering menangis dan rewel. Tak hanya menyulutkan api dari puntung rokok, pelaku juga mengaku sempat memasukkan korban ke dalam kardus dan diikat di pohon. Ia beralasan supaya korban bisa cepat jalan. “Benar saya sering sulut api rokok ke mulut anak saya karena sering menangis,” kata pelaku.

Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol. Jules Abraham Abast saat dikonfirmasi mengatakan usai ditangkap personel Polda NTT, terduga pelaku penganiayaan diserahkan ke pihak Polres Kupang Barat. “Karena proses penanganannya masih ditangani personel Polsek Kupang Barat,” ujarnya mantan Kapolres Manggarai Barat itu.

Jules menegaskan personel Polda NTT hanya mem-back up Polres Kupang dan Polsek Kupang Barat untuk menangkap terduga pelaku. “Saat ini personel Dit Reskrimum Polda NTT hanya mem-back up Polres Kupang dan Polsek Kupang Barat dalam upaya menangkap terduga pelaku pengancaman dan penganiayaan terhadap anak kandungnya,” papar Jules.

Ketua Komis V DPRD NTT, Jimmi Sianto secara terpisah menyampaikn terima kasih kepada jajaran Polda NTT karena dengan kerja kerasnya setelah dilakukan koordinasi, pelaku berhasil diamankan.

Ditegaskan pihaknya tetap mengawal proses hukum kasus tersebut hingga tuntas sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. “Sebagai manusia tentu kita saling memaafkan, namun di mata hukum, perbuatan pelaku tetap diproses agar menjadi efek jerah kepada masyarakat,” tambahnya.

Selain Polda NTT, dirinya juga menyampaikan kepada dinas terkait yang telah membantu proses pengobatan korban yang kini sedang dirawat di RSUD W. Z. Johannes Kupang.

Diketahui, hingga saat ini, penyidik sudah memeriksa empat orang saksi masing-masing Erni Lakusaba, Ismail Sabneno dan Novita Sabneno serta Oktovianus Lakusaba.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 80 ayat (1) jo pasal 76 C UU RI nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan PP pengganti UU RI nomor 01 tahun 2016 tentang perubahan ke 2 atas UU RI nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dan pasal 44 ayat (1) UU RI nomor 23 Tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga dan pasal 351 ayat (2) jo pasal 335 ayat (1) KUHP.

Terpisah, ahli masalah kejiwaan, dr. Shinta Widari, SP.KJ.,MARS mengatakan yang perlu dicari tahu adalah alasan ayah kandung menganiaya anaknya sendiri. “Harus dianalisa dengan baik, jangan sampai ayahnya itu juga korban dari hal yang sama yang dulu pernah dia alami, sehingga dia menganggap bahwa melakukan itu adalah hal yang wajar. Atau bisa juga si ayah saat ini ada dalam masalah,” katanya.

Dia melanjutkan, jika sang ayah sementara dalam masalah yang tidak terselesaikan dengan baik, maka dapat menjadi faktor penyebab sehingga mudah tersulut emosinya. “Mungkin juga karena si ayah saat ini sedang mengalami gangguan jiwa sehingga bisa saja melakukan sesuatu di luar nalarnya,” kata dr. Shinta. (mg29/mg25/sam)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!