Faperta Undana Gelar Seminar dan Festival – Timor Express

Timor Express

PENDIDIKAN

Faperta Undana Gelar Seminar dan Festival

KETERANGAN PERS.Dekan Faperta Undana, Dr.Damianus Adar memberikan keterangan kepada wartawan di ruang rapat Dekan Faperta Undana, Kamis (18/7)

INTHO HERISON TIHU/TIMEX

Sambut HUT Undana dan Faperta

KUPANG, TIMEX – Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang akan menggelar festival tanaman hias dan buah. Kegiatan itu untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-57 Undana dan HUT ke-37 Faperta.

Selain festival tanaman hias dan buah juga dilakukan Seminar Nasional dan Donor Darah yang akan berlangsung tiga hari, terhitung 4-6 September 2019 mendatang.

Ivent tahunan ini juga akan diisi aneka lomba. Di antaranya lomba Tanaman Hias dengan kriteria, jenis tanaman hias tidak terbatas dan penampilan tanaman dalam kondisi terbaik. Lomba Merangkai Bunga dengan kriteria merangkai bunga dengan menggunakan hanya satu tangkai atau satu kuntum bunga.

Lalu lomba Tasalampot dengan kriteria sayur dalam pot, sayur harus dalam kondisi terbaik. Kemudian lomba Tabulampot dengan kriteria tanaman harus dalam pot dan buah harus dalam kondisi terbaik.

Ada pula lomba Buah Segar, yakni buah lokal dalam kondisi segar serta lomba kuliner dengan kriteria olahan pangan kering dalam kemasan, berbahan dasar pangan lokal serta memiliki khas dan keunikan. Juga lomba pameran, yakni memamerkan produk unggulan pertanian dan lain-lain dengan biaya Rp 500.000 untuk tiga hari.

Dekan Faperta Undana, Dr.Damianus Adar dalam keterangannya kepada wartawan di ruang rapat Dekan Faperta Undana, Kamis (18/7), menjelaskan kedua kegiatan tersebut merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan di Faperta Undana setiap tahun.

Untuk tahun 2019, Faperta menyelenggarakan dua kegiatan nasional di antaranya Seminar Nasional ke-6 Bidang Pertanian oleh Forum Dekan Pertanian Indonesia dan beberapa Asosiasi Bidang Pertanian serta perguruan tinggi se-Indonesia.

Di Indonesia, forum dekan pertanian dibagi dua, yakni bagian Timur dan bagian Barat. Bagian Timur sendiri terdapat 168 fakultas pertanian sedangkan di bagian Barat terdapat sekira 200 fakultas pertanian.

“Forum ini selalu dikaitkan dengan seminar nasional dan ada banyak sekali hal yang dibicarakan dalam forum dekan. Ada forum tersendiri untuk Dekan I yang membahas Kurikulum, SKS dan Perkembangan Akademik, di dalamnya ada Jurusan, Prodi maka seminar ini akan disediakan banyak ruangan atau tempat,” ujar Damianus.

Kehadiran para dekan faperta se-Indonesia di NTT akan mendorong pengembangan pariwisata di daerah ini sehingga pihaknya berkoordinasi dengan pemerintah daerah terutama di bidang pariwisata. “Kami akan melakukan pertemuan dengan Gubernur NTT dan meminta menjadi keynot speaker terkait program pemerintah untuk pengembangan pertanian di daerah ini,” katanya.

Kata Damianus, Festival ke-4 Tanaman Hias dan Buah bertujuan agar masyarakat dapat mengetahui karya-karya besar pada bidang pertanian meski NTT memiliki lahan kering yang luas.

Festival tersebut dibuka untuk umum, sehingga demi meningkatkan pertanian di NTT diharapkan masyarakat dapat mengambil bagian dalam menyukseskan festival tersebut.

Ke depan festival tanaman hias dan buah akan diutamakan karya orang muda, sehingga bisa menumbuhkan wirausaha baru. Wirausaha pertanian bukan pengambilan kebijakan atau pemerhati pertanian dalam forum dekan dan ada finalisasi kurikulum terkait profesi dimana setelah sarjana akan mengambil profesi.

“Kami juga akan melibatkan beberapa fakultas pertanian di beberapa perguruan tinggi di NTT, yakni UKAW Kupang, Unimor, Muhammadiyah, Nusa Nipa, Uniflor, Universitas Katolik Indonesia Santo Paulus Ruteng,” sebut Damianus.

Ketua Panitia Seminar Dr. Maxmilian Kapa, menambahkan, ada dua kegiatan nasional, pertama praloka karya nasional forum komunikasi perguruan tinggi pertanian Indonesia dan seminar nasional tersebut. Tema seminar, yakni “Masa depan pertanian lahan kering di pulau kering menuju ketahanan pangan menuju era revolusi industri 4.0”.

Diharapkan semua ahli di bidang pertanian bisa berkontribusi di seminar tersebut. Lingkungan diskusi ada pada lima aspek, yakni teknologi pertanian Agroforistri ketahanan pangan pengolahan hasil pertanian sosial ekonomi dan aspek pengembangan jasa pertanian.

“Sejauh ini sudah 24 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia Timur dan Barat yang ingin berbagi pengalaman dalam seminar nanti. Target kami sebanyak 300 peserta baik nasional maupun dari NTT,” tuturnya.

Sementara Ketua Panitia Festival Tanaman Hias dan Buah, Yakobus Siubelan mengatakan, ada tujuh jenis lomba dalam festival tersebut.
Tahun 2018 lalu, peserta yang berpartisipasi mencapai 102, sehingga untuk tahun ini diharapan lebih meningkat. “Kami sudah promosi kegiatan ini ke beberapa daerah dan sudah ada yang respon dan mau partisipasi,” katanya

Hadir pada kesempatan tersebut, Pembantu Dekan I Faperta, Prof.I Nyoman Mahayasa, Dr. Yohanna Suek, Ir.Jenny E Markus, Yakobus, Shanty Chandra, Maria Darlen dan Saptarina Siubelana Sulla.(mg29/cel)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!