KEFAMENANU – Timor Express

Timor Express

RAKYAT TIMOR

KEFAMENANU

AMANKAN. Tim Gegana Brimob Polda NTT dan tim Polres TTU saat mengevakuasi bom yang disimpan warga Desa Oesena, Kamis (18/7).

PETRUS USBOKO/TIMEX

Gegana Evakuasi Bom Peninggalan Belanda

TIM Gegana Brimob Polda NTT bersama tim Polres TTU mengevakuasi sebuah bahan peledak berupa bom dari rumah Dolfianus Uskono, warga RT 16/RW 07 Desa Oesena Kecamatan Miomaffo Timur, Kamis (18/7).

Bahan peledak yang berhasil diamankan diduga kuat peninggalan Belanda. Pasalnya, wilayah tersebut merupakan benteng pertahanan Belanda saat zaman penjajahan. Kondisi bahan peledak sudah karatan dengan ukuran panjang 25 cm berbentuk lingkaran.

Pantauan Timor Express, Kamis (18/7) ratusan warga Kota Kefamenanu mendatangi lokasi penyimpanan bahan peledak untuk menyaksikan langsung tim Gegana Brimob Polda NTT dan tim Polres TTU saat mengevakuasi bom.

Kapolres TTU, AKBP Rishian Krisna Budhiaswanto kepada Timor Express, Kamis (18/7) menuturkan, pihak kepolisian mengetahui adanya bahan peledak berupa bom yang diamankan warga setempat atas laporan warga yang menyimpan bahan peledak kepada salah satu anggota polisi.

Berdasarkan laporan yang diterima, pihaknya melakukan koordinasi dengan tim Gegana Brimob Polda NTT untuk turun mengamankan sekaligus mengevakuasi bom itu. Sehingga, Kamis (18/7) tim Gegana mendatangi lokasi penyimpanan bahan peledak untuk dievakuasi.

“Kita dapat laporan langsung dari warga yang menyimpan bahan peledak itu yang meminta kepada pihak kepolisian untuk mengamankan sekaligus mengevakuasi bahan peledak itu,” tuturnya.

Dikatakan, barang bukti berupa bahan peledak yang telah diamankan tim Gegana Brimob Polda NTT belum diketahui jenisnya apa lantaran barang bukti tersebut akan diidentifikasi tim khusus di Polda NTT.

Namun dari hasil pantauan saat dievakuasi, pihak kepolisian menduga bahan peledak itu merupakan bahan peledak yang ditinggalkan Belanda saat zaman penjajahan.

“Kita masih identifikasi jenisnya apa, namun secara kasat mata bahan peledak itu sudah lama karena sudah karatan. Diduga kuat bahan peledak ini peninggalan Belanda saat penjajahan karena lokasi ini benteng pertahanan Belanda kala itu,” jelasnya.

Meski demikian, ia sangat mengapresiasi sikap warga yang menyimpan bahan peledak karena sudah menyampaikan kepada pihak berwajib untuk mengamankan barang tersebut.

Ia berharap, apabila ada masyarakat lain yang masih menyimpan bahan peledak maupun sejenisnya segera menyampaikan kepada pihak berwajib untuk mengamankannya. Lantaran, sesuai dengan peraturan perudang-undangan yang berlaku, masyarakat dilarang menyimpan bahan peledak maupun sejenisnya.

“Kita sangat mengapresiasi sikap warga yang menyimpan bahan peledak lantaran sudah menyerahkan kepada pihak berwajib. Apabila ada warga lainnya yang masih menyimpan bahan peledak atau sejenisnya lebih baik menyerahkan kepada pihak berwajib,” pungkasnya.

Terpisah, Dolfianus Uskono, warga RT 16/RW 07 Desa Oesena Kecamatan Miomaffo Timur yang menyimpan bahan peledak kepada Timor Express, Kamis (18/7) menuturkan, pihaknya mendapat bahan peledak itu sejak empat tahun silam. Saat itu pihaknya sedang menggali lubang WC dan menemukan barang tersebut.

Sejak ditemukan barang itu, tambah Dolfianus, pihaknya membersihkan dan menjadikan bahan peledak itu sebagai hiasan yang tersimpan di meja kamar tamu rumahnya.

“Ini barang (bahan peledak, red) saya dapat saat gali lubang WC. Saat itu saya ambil, bersihkan dan saya jadikan sebagai barang antik yang saya pajang di meja kamar tamu,” tuturnya.

Dikatakan, saat mengetahui barang tersebut merupakan bahan peledak, pihaknya langsung mengubur barang peledak itu di belakang rumahnya. Bahan peledak tersebut dikubur dengan tujuan untuk dijauhkan dari jangkauan anak-anak.

Namun, merasa bahan peledak itu sangat mengancam keamanan keluarganya, pihaknya melaporkan kepada salah satu anggota polisi untuk mengamankan bahan peledak tersebut.

Dari laporan itu, tim Gegana Brimob Polda NTT dan tim Polres TTU mendatangi lokasi untuk mengamankan sekaligus mengevakuasi bahan peledak tersebut.

“Saya rasa sudah tidak aman, saya langsung lapor polisi untuk amankan bahan peledak ini karena saya khawatir meledak dan menelan korban,” pungkasnya. (mg26/ays)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!