Ada Terobosan di RAPBD 2020 – Timor Express

Timor Express

SUKSESI

Ada Terobosan di RAPBD 2020

DISKUSI.Ketua DPRD NTT, Anwar Pua Geno (kedua kanan) bersama Ketua Komisi V, Jimmy Sianto, anggota Fraksi PDIP, Hironimus Banafanu dan Anggota Fraksi Golkar, Muhammad Ansor berdiskusi dengan Wagub NTT, Josef Nae Soi usai rapat di Gedung DPRD NTT, Kamis (18/7).

CARLENS BISING/TIMEX

Ketua DPRD Dorong OPD Cepat Serap Anggaran

KUPANG, TIMEX-Pemerintah dan DPRD Provinsi NTT sedang membahas Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) untuk rancanangan APBD 2020 provinsi NTT.

Ketua DPRD NTT, Anwar Pua Geno yang diwawancara Timor Express di Gedung DPRD, Kamis (25/7) menjelaskan, penyusunan KUA-PPAS tersebut berdasarkan Rencana Kerja Prioritas Daerah (RKPD) dan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD).

Berdasarkan pembahasan yang sudah dilakukan, Anwar menyebut ada sejumlah terobosan baru yang direncanakan gubernur NTT melalui program di tahun 2020 mendatang. Salah satunya adalah meteran gratis bagi warga miskin.

“Ini penting untuk meningkatkan rasio elektrifikasi. Dan ini juga untuk menurunkan angka kemiskinan karena kriteria kemiskinan juga berkaitan dengan penerangan listrik,” kata Anwar yang diwawancara di Ruang Fraksi Partai Golkar DPRD NTT.

Dia jelaskan program tersebut, yakni PT.PLN membangun jaringan, lalu pemerintah, baik provinsi dan kabupaten/kota menanggung biaya pemasangan meteran untuk warga miskin. “Ini terobosan baru. Meteran mereka dibebaskan, lalu nanti baru mereka bayar pulsanya. Bisa APBD provinsi dan APBD kabupaten. Keroyokan. Saya apresiasi ini,” kata politikus Partai Golkar ini.

Selain itu, salah satu upaya untuk menurunkan angka kemiskinan adalah dengan bantuan rumah atau bantun rehab rumah bagi warga miskin. Anwar katakan, anggaran untuk program ini cukup besar. Namun karena masih dalam KUA-PPAS, sehingga pihaknya belum bisa menyebut besaran dana.

Untuk upaya meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), pemerintah akan memberlakukan tarif berlabuh bagi kapal pesiar yang masuk ke Labuan Bajo. Pasalnya, selama ini banyak wisatawan yang berkunjung ke Labuan Bajo, namun menginap di atas kapal. Ini menurut dia merugikan pemerintah daerah, karena wisatawan tidak menginap di hotel-hotel yang sudah ada di sana.

“Selain itu, PAD bisa melalui Samsat Online dan optimalisasi aset. Sekarang sedang renegosiasi. BUMD juga. Seperti Bank NTT melalui devidennya. PT.Flobamor, Jamkrida dan KI Bolok. Kalau mereka usahanya bagus, lancar, maka meningkatkan PAD,” tambahnya lagi.

Anggota DPRD NTT dua periode ini juga menyinggung penyerapan anggaran oleh organisasi perangkat daerah (OPD). Anwar katakan, anggaran yang sudah ditetapkan berdasarkan persetujuan DPRD, harus secepatnya dieksekusi.

“Inikan sudah ditetapkan, tetapi lamban dieksekusi oleh OPD. Itu yang kita dorong supaya penyerapan cepat, agar program gubernur bisa sampai sasaran. Kita minta birokrasi dipangkas. Supaya lebih efisien,” tutup dia.(cel)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!