PNK Ciptakan Alat Pengaduk Pisdol – Timor Express

Timor Express

PENDIDIKAN

PNK Ciptakan Alat Pengaduk Pisdol

PRODUKSI.Ketua Tim PKM, Crista Elena Blandina Bire dan tim pose bersama Mery Dethan pemiliki UKM Legit Sari, Kamis (25/7).

INTHO HERISON TIHU/TIMEX

Program Pengabdian Masyarakat

KUPANG, TIMEX – Program Pengabdian Kepada Masyarakat Tahun Anggaran 2019, Politeknik Negeri Kupang (PNK) mengembangkan mesin adonan Dodol Pisang (Dolpin) kepada UKM Legit Sari.

Mesin yang dihasilkan oleh Erwin P. D Hattu ini digunakan untuk Program Pengembangan Pengolahan Produk (PPPUD) Berbasis Agribisnis Pengolahan Pisang Lokal Khas NTT yang berpotensi expror di Kupang, NTT.

Ketua Tim PKM, Crista Elena Blandina Bire kepada Timor Express Kamis (25/7) mengatakan, PKM merupakan kegiatan rutin dari Kemenristekdikti.

Produk yang ingin dibantu dan didampinggi, yakni pengembangan Pengolahan Produk berbasis Agribisnis seperti Pisang Kulit Hijau dan beberapa produk yang belum diketahui oleh banyak orang.

“Kita melakukan pengawalan pada proses pembuatan, berikan bantuan berupa alat, penyempurnaan logo, kemasan dan lain-lain. Kelompok tersebut akan didampinggi selama tiga tahun ke depan agar bisa meningkatkan ekonomi masyarakat serta mampu mempromosikan produk lokal khas NTT,” ujarnya.

Dari target yang ada, dikatakan akan memberikan sejumlah bantuan namun bantuan ini diberikan secara bertahap selama tiga tahun ke depan.

UKM Legit Sari beralamat di Kelurahan Nunleu, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang. Tujuan bantuan tersebut, karena produk yang dikelolah berbahan dasar pisang. “Pisang di NTT ini sangat banyak dan berpotensi sangat baik ke depan. Namun belum dikelola maksimal,” ungkapnya.

Pihaknya juga menghadapi sejumlah hambatan dalam proses tersebut. Yakni pada aspek teknis meliputi proses produksi, desain produk, inovasi produk dan pada aspek administratif meliputi manajemen, pemsaran, SDM dan fasilitas. Kelompok usaha bersama Legit Sari mampu menghasilkan produk yang berpeluang ekspor atau yang secara tidak langsung dibawa keluar negeri, yaitu negara terdekat Timor Leste. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan PPPUD ini berupa metode transfer teknologi dan metode knowledge.

Adapun solusi yang dilakukan adalah perbaikan kecepatan produksi dengan penataan area stasiun kerja, perbaikan mekanisasi produksi, yaitu
mesin pengaduk dodol yang ekonomis, perbaikan metode produksi dengan model labeling.

Pengepakan atau pengemasan produk menjadi lebih menarik, berkualitas sehingga mampu meningkatkan daya saing penjualan, pembenahan keuangan, peningkatan jumlah pekeria, mengadakan pelatihan terhadap pemilik usaha dan semua pekerja. Sehingga keterampilan berpikir (sofi-skill) dan hard-skill pekerja meningkat dan lebih kreatif, perbaikan model pengemasan/packaging, penambahan diversifikasi varian rasa produk dodol, pengadaan fasilitas penunjang berupa mekanisasi pengiris dodol, pembuatan katalog elektronik dan website e-commerce.

Mery Dethan pemiliki UKM Legit Sari menjelaskan, usahanya telah dirintis sejak 2012. Awalnya ia hanya mencoba-coba tetapi dodol pisang itu tidak bertahan lama dan menjamur.

Ia terus melakukan berbagai upaya dengan menambahkan waktu adonannya lebih lama dan menghasilkan dolpin yang lebih baik. “Saya mencoba adonan selama tiga jam. Ternyata sudah sangat baik dan masa kadaluarsanya selama tiga bulan, belum juga rusak. Tidak hanya itu. Psang ini juga dibuat berbagai macam kue dengan rasa origina, Karamel, Coklat dan Vanila,” katanya.

Dolpin buatan Mery Dethan ini kemudian dipasarkan ke toko-toko dan juga menjualnya melalui media sosial dengan harga yang sangat terjangkau. “Biasa saya menerima pesanan juga untuk oleh-oleh dan sangat laris,” katanya.

Fery Dethan suaminya menambahkan, sebagai suami sangat mendukung kreatifitas dari seorang istri. Dirinya mengaku membantu membeli pisang. Proses pembelian pisang juga dilakukan survei terlebih dahulu dan ternyata hasilnya ini merupakan yang pertama kali di produksi di Indonesia.

“Memang pisang yang digunakan ini merupakan pisang pilihan dan tidak semua pisang digunakan. Harus mencari pisang yang terbaik,” katanya

Keduanya sangat mengapresiasi pihak Kemenristekdikti melalui PNK yang sudah membantu mengembangkan usahanya. Setelah menerima bantuan ini dirinya akan lebih meningkatkan produknya itu.

Erwin P. D Hattu pada kesempatan tersebut mengatakan, PNK merupakan salah satu perguruan tinggi yang menghasilkan mesin-mesin terbesar di NTT. Sehinggaa alat ini didesain sedemikian rupa khusus untuk mengaduk dodol pisang.

Mesin ini masih memiliki kekurangan dan akan diperbaiki ke depan agar bisa mendukung produk dimaksud. “Memang alat pengelola makanan sudah banyak diciptakan. Namun alat ini didesain khusus mengaduk adonan dari dodol pisang ini,” katanya.(mg29/cel)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!