Jokowi Mulai Seleksi Calon Menteri – Timor Express

Timor Express

SUKSESI

Jokowi Mulai Seleksi Calon Menteri

Joko Widodo

-Bubarkan TKN, Jokowi Pastikan Koalisi Solid

-Belum Bicara Penambahan Anggota Koalisi

JAKARTA, TIMEX–Keberadaan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin resmi dibubarkan. Seremonial pembubaran digelar di Restoran Seribu Rasa kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (26/7). Momen itu dihadiri langsung Presiden Joko Widodo dan pasangannya di pilpres KH Ma’ruf Amin.

Hadir juga Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla yang tiba lebih dulu pukul 16.30. Para sekjen dan petinggi partai Koalisi Indonesia Kerja (KIK) dan kelompok relawan pemenangan Jokowi-Ma’ruf terlihat memenuhi tempat acara.

Jokowi tiba di lokasi acara pukul 16.50. Kepada awak media dia menyampaikan agenda utama pertemuan sore kemarin adalah pembubaran TKN. Dia bilang, TKN harus dibubarkan karena pemilu 2019 sudah selesai. “Agendanya hanya pembubaran TKN. Tidak ada yang lain,” kata Jokowi.

Meski tim resmi pemenangan Jokowi-Ma’ruf itu sudah dibubarkan, Jokowi menegaskan Koalisi Indonesia Kerja (KIK) tetap utuh. Bahkan lebih solid dari sebelumnya. “Koalisi ini solid banget,” ucapnya memberi penegasan.

Terkait wacana penambahan jumlah anggota kolisi, hingga kini orang nomor satu di Indonesia itu mengaku belum bisa memastikan. Sebab penambahan jumlah koalisi, jelas Jokowi, harus melalui pembahasan di internal KIK. Para ketua umum (ketum) partai pendukung juga belum pernah berkumpul mengenai kemungkinan itu. “Belum dibahas. Belum pernah bertemu komplit (ketua partai koalisi, Red),” imbuhnya.

“Tapi jika ditanya kekuatan koalisi saat ini sudah cukup atau belum, saya jawab sudah cukup,” ungkapnya. Pertemuan tertutup kemarin berlangsung hingga pukul 18.30. Atau sekitar 1,5 jam.

Apa saja yang dibahas? Menariknya selain pembubaran TKN, salah satu yang disampaikan Jokowi yaitu mempersilakan parpol untuk mulai mengajukan curriculum vitae (CV) calon menteri yang mengisi kabinet nanti. “Tadi saya bilang begitu. Tapi sampai sekarang belum ada yang ajukan,” papar Jokowi.

Lebih jauh Jokowi menyampaikan bisa saja parpol pengusung dan relawan mengajukan portofolio calon menteri. Namun harus sesuai dengan kriteria menteri yang diinginkan. Yang bersangkutan harus seorang eksekutor yang kuat, bagus dalam manajerial dan kepemimpinan serta memiliki integritas yang tinggi. “Kriteria ini berkali-kali saya sampaikan. Boleh saja diajukan,” imbuhnya.
Mantan wakil ketua TKN Moeldoko mengatakan meski TKN resmi dibubarkan, namun orang-orang yang pernah tergabung di dalamnya punya kewajiban moral untuk mengawal pemerintahan. “Secara lembaga boleh bubar. Tapi Pak Presiden minta harus ikut kawal,” kata Moeldoko.

Terkait kemungkinan penambahan parpol anggota koalisi, Moeldoko menyampaikan pertemuan kemarin tidak membicarakan hal itu. Namun menurutnya, tidak masalah jika ada parpol tertentu yang ingin bergabung ke gerbong pemerintah. “Kalau bisa diperkuat lagi, kenapa nggak. Kan begitu,” ucapnya.

Namun prinsipnya, sambung dia, koalisi KIK saat ini sangat solid. Kekuatan parpol pendukung Jokowi-Ma’ruf saat ini sudah cukup kuat mengawal jalannya pemerintahan lima tahun mendatang.

Sementara itu, usai pertemuan petang kemarin, para sekjen partai KIK langsung menggelar pertemuan lanjutan di lokasi terpisah. Sekjen Nasdem Johnny G. Plate menyampaikan agenda pertemuan para sekjen koalisi KIK adalah membicarakan sejumlah hal penting.

Di antaranya adalah mengawal pelantikan DPR pada 1 Oktober. Berikutnya pelantikan presiden-wakil presiden pada 20 Oktober nanti. Termasuk kemungkinan membicarakan sharing pembagian kursi menteri di antara partai koalisi. “Pertemuan ini akan terus diintensifkan selama dua bulan ke depan,” kata Johnny G. Plate.

Dia menilai, koalisi KIK sejauh ini sangat solid. “Tidak ada urgensinya menambah anggota koalisi. Kami sangat solid,” ujar anggota DPR itu.

Seperti diketahui, ada sejumlah parpol eks koalisi Adil Makmur yang mengirim sinyal hendak bergabung dengan pemerintah. Salah satunya Gerindra. Pertemuan Ketum Gerindra Prabowo Subianto dengan Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri Selasa (23/7) mengirimkan sinyal tersebut.

Sementara itu, Ketua DPP PKB Lukman Edy mengatakan, partai pendukung Prabowo – Sandi bisa saja masuk ke dalam Koalisi Jokowi, asalkan mereka menunjukkan niat baik untuk membangun kebersamaan, agar tidak terkesan hanya politik dagang sapi, yaitu bagi-bagi kursi kekuasaan. “Kalau niat membangun koalisi hanya berdasar kepada kepentingan pragmatis seperti itu, bukan hanya PKB yang menolak tetapi masyarakat juga akan sinis,” terangnya kepada Jawa Pos kemarin.

Menurut mantan Wakil Ketua Komisi II DPR RI itu, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi bagi partai pendukung Prabowo – Sandi jika ingin bergabung dalam Koalisi Jokowi. Yaitu, mereka tidak mengulang kembali narasi-narasi  berbau fitnah yang tidak didukung data yang faktual.Selain itu, mereka harus berkomitmen untuk tidak menggunakan politik identitas dalam membangun demokrasi. Selanjutnya, mereka juga harus berkomitmen untuk tidak memberikan tempat bagi kekuatan intoleransi dan radikal. “Sekaligus menyatakan ikut bertanggung jawab mengikis semua potensi intoleransi dan radikalisme,” papar Lukman.

Tidak hanya itu, lanjut mantan Sekjen PKB itu, mereka juga harus bersedia  menjalankan semua visi dan misi Indonesia Maju tanpa terkecuali. Lukman menambahkan, mereka juga harus berkomitmen menjaga soliditas selama lima tahun pemerintahan ke depan.
Satu lagi yang tidak kalah penting, tutur Lukman, mereka berkewajiban menertibkan semua pendukung yang belum move on. “Menghadapi kenyataan kemenangan Jokowi dan Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019,” tegasnya.(Mar/lum/jpg/cel)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!