UT Beri Banyak Kemudahan bagi Mahasiswa – Timor Express

Timor Express

PENDIDIKAN

UT Beri Banyak Kemudahan bagi Mahasiswa

POSE.Kepala UPBJJ Kupang, Yos Sudarso pose bersama para pokjar usai mendapatkan motivasi di Alua UPBJJ Kupang, Sabtu (27/7)

INTHO TIHU///

UPBJJ Gelar Rakor Bersama Pokjar

KUPANG, TIMEX-Semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) mendorong lembaga pendidikan di Indonesia untuk terus menyesuaikan diri demi meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan.

Seperti yang dilakukan Universitas Terbuka (UT) Kupang. Di era digital saat ini, semua proses pendidikan berbasis online dan tidak hanya dilakukan di dalam negeri namun juga luar negeri.

Dengan sistem pendidikan yang kian berkembang pesat ini, dalam memasuki tahun ajaran baru, UT membutuhkan mahasiswa yang mendaftarkan diri di UT dengan menawarkan berbagai program unggulan dan biaya kuliah yang murah serta kemudahan yang diperoleh saat kuliah.

Terhadap alasasan tersebut UT melalui Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) Kupang menggelar rapat kerja Pengurus Kelompok Belajar (Pokjar) Mahasiswa Universitas Terbuka UPBJJ Kupang tahun 2019.

Kegiatan tersebut melibatkan 43 Pokjar yang tersebar di 22 kota/kabupaten dengan mengusung tema “Meningkatkan Angka Partisipasi Mahasiswa Melalui Layanan yang Berintegritas” di Alua UPBJJ Kupang, Sabtu (27/7).

Kepala UPBJJ Kupang, Yos Sudarso kepada Timor Express di ruang kerjanya menjelaskan, rapat koordinasi ini merupakan rangkaian kegiatan rutin setiap tahun. Tujuannya untuk mengembangkan UT yang lebih baik karena Pokjar memiliki peranan penting dalam kemajuan UT ke depan.

“Pokjar harus mengetahui seluruh proses pekerjaan dari UT. Mulai dari perekrutan hingga para tutor-tutor di daerah. Karena semua mahasiswa berada di daerah,” ujarnya.

Agenda tahunan ini perlu dilaksanakan karena ada hal-hal baru. UT seringkali melakukan perubahan-perubahan yang berkelanjutan, sehingga informasi dari pusat harus diketahui mahasiswa melalui pokjar. Memang ada perbedaan-perbedaan dari setiap mahasiswa, sehingga ada bantuan yang perlu dari pokjar.

Ditambahkan, para pokjar ini ada pengurus individu dan ada juga yang ditunjuk langsung oleh UPBJJ. “Jadi kami sampaikan agar pengurus bisa menyampaikan kepada masyarakat tentang apa yang dimiliki UT. Baik para lulusannya, fasilitas SDM serta kemudahan-kemudahan untuk menjadi sarjana dan pada akhirnya bermuara pada angka partisipasi kasar (APK),” katanya.

Dari semua daerah di NTT bahkan semua pelosok negeri ini memiliki mahasiswa. Sehingga mereka wajib mengetahui perkembangan UT. Disadari beberapa daetah saat ini infrastrukturnya masih lemah sepeti internet. Oleh sebab itu para lulusan yang ada, jika memanfaatkan dengan baik fasilitas yang disediakan melalui web yang dimiliki UT maka dipastikan mampu bersaing dengan lulusan dari perguruan tinggi lain.

“Lulusan CPNS tahun ini dari UT sangat banyak karena soal-soal objektif yang disediakan oleh UT sudah biasa digunakan pada sistem belajar jarak jauh. Mahasiswa yang tidak memiliki internet, mereka bisa menggunakan modul kapan saja di mana saja,” paparnya.

Bahan ajar yang disediakan, baik di internet, modul dan lain-lainnya semua sudah terstandarkan serta sama. Baik di seluruh Indonesia maupun luar negeri. Sehingga mahasiswa belajar dengan baik maka kualitasnya akan sama bahkan lebih dari lulusan lainnya.

Yos Kudarso yang baru menjabat sekira lima bulan ini mengaku, memasuki tahun ajaran baru, kuota mahasiswa yang ditentukan pusat untuk UPBJJ Kupang sebanyak 40 ribu mahasiswa.

Untuk memenuhi kuota yang ditentukan ini tentu tidak mudah, sehingga melalui kegiatan rakor ini diharapkan pokjar dapat mengerjakan tugas dengan baik agar mencapai target yang diberikan.

“UPBJJ Kupang memang pernah mengalami kejayaan pada tahun 2012 karena jumlah mahasiswa mencapai 23 ribu orang. Dengan jumlah penduduk NTT mencapai 5 juta saat ini, masih memungkinkan untuk menembus target tersebut. Namun untuk mencapai target ini tidak mudah,” tandasnya.

Data mahasiswa saat jni tercatat sekira 17 ribu yang tersebar di NTT. Namun yang aktif registrasi sebanyak 11.804 orang. Yos juga menyampaikan, salah satu perguruan tinggi yang lengkap dalam proses pembelajaran adalah UT. Tidak ada perguruan tinggi lain di Indonesia yang lengkap. Pihaknya juga telah bekerja sama dengan beberapa perguruan tinggi di Kupang untuk mata kuliah dasar.

“Meningkatkan jenjang pendidikan dan terstandarkan di UT, sehingga tidak ada lagi yang sulit untuk jadi sarjana karena kemudahan yang disediakan oleh UT, baik dari biaya kuliah dan juga akses perkuliahan,” tegasnya lagi.

Pada kesempatan tersebut, Yos mengatakan sudah banyak tenaga kerja Indonesia yang bekerja di luar negeri yang sedang mengikuti proses perkuliahan di UT karena mereka bisa melakukan apa saja secara online.

“Banyak TKI yang juga menjadi mahasiswa. Mereka melakukan pekerjaannya sebagai asisten rumah tangga dan lainnya, sambil belajar di UT. Jadi mereka pulang bawa uang dan sudah sarjana,” tutupnya.

Pantauan Timor Express kegiatan rakor tersebut para pokjar juga diberikan motivasi oleh salah satu motivator yang juga adalah mahasiswa UT semester 2 jurusan Hukum, Mulyono Subroto.(mg29/cel)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!