Bupati Ancam Tutup RM Padang 2 – Timor Express

Timor Express

RAKYAT TIMOR

Bupati Ancam Tutup RM Padang 2

SIDAK. Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes bersama pimpinan OPD teknis melakukan sidak di rumah makan Padang 2 Kefamenanu guna memastikan proses penyajian makanan di rumah makan itu, Senin (29/7).

PETRUS USBOKO/TIMEX

Pemilik Rumah Makan Enggan Komentar

KEFAMENANU, TIMEX – Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes mengancam akan menutup rumah makan (RM) Padang 2 Kefamenanu di Kelurahan Benpasi Kecamatan Kota Kefamenanu, lantaran menjual makanan yang sudah tidak layak konsumsi.

Ancaman Raymundus disampaikan langsung kepada pemilik rumah makan, Handoko saat melakukan sidak di RM Padang 2 Kefamenanu, Senin (29/7).

Informasi yang berhasil dirampung Timor Express dari sejumlah sumber menyebutkan, kejadian penemuan adanya ulat belatung pada makanan dari RM Padang 2 Kefamenanu merupakan kejadian yang keempat kali. Namun, sayangnya pemerintah daerah tidak memiliki taring yang kuat untuk menutup rumah makan itu.

Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes kepada Timor Express, Senin (29/7) mengatakan, pihaknya melakukan sidak pada RM Padang 2 Kefamenanu, setelah sebuah video yang diunggah akun facebook atas nama Vhi viral.

Dalam sidak tersebut, Raymundus meminta kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten TTU untuk melakukan pemeriksaan secara utuh atas proses pengolahan makanan siap saji di rumah makan. Bila ditemukan indikasi tidak layak atau tidak higienis, maka pengkajian ulang terhadap izin usaha dari rumah makan tersebut harus dilakukan.

“Kita lakukan sidak untuk melihat langsung proses pengolahan makanan di Rumah Makan Padang 2 Kefamenanu. Dinas Lingkungan Hidup akan memeriksa cara pengelolahan makanan dan juga cara pengelolaan limbah agar makanan yang disajikan atau dijual itu harus benar-benar higienis dan memenuhi unsur kesehatan,” tuturnya.

Ia meminta agar pihak RM Padang 2 Kefamenanu jujur menyampaikan kepada pemerintah daerah terkait keadaan sebenarnya sesuai visualisasi atau video yang diunggah warganet, Sabtu (27/7), lalu. Pasalnya, dalam video tersebut terdapat potongan rendang pada nasi padang itu sekilas nampak biasa saja. Namun, tak lama kemudian keluarlah ulat-ulat putih dari celah-celah potongan daging itu.

Menurut Raymundus, pemerintah telah mengundang pihak pemosting video untuk klarifikasi. Hasil klarifikasi terungkap jika video yang diunggahnya benar-benar terjadi. Tak lama berselang, sekira pukul 17.05, akun tersebut mengunggah sebuah video berisi klarifikasi mengenai unggahan video yang pertama serta mengaku salah dan keliru karena telah menggunggah video yang tidak benar.

Sayangnya, video klarifikasi tersebut dilakukan lantaran diduga dipaksa oleh pihak RM Padang 2 Kefamenanu.

“Saya minta agar pihak Rumah Makan Padang 2 menyampaikan keadaan yang sebenarnya. Karena sesuai video yang beredar itu benar, namun ada paksaan dan teror kepada korban sehingga membuat video klarifikasi,” ungkapnya.

Menurut Raymundus, seharusnya yang melakukan permintaan maaf kepada publik adalah pihak RM Padang 2 Kefamenanu karena telah melakukan pembohongan publik terkait makanan yang sudah tidak layak konsumsi itu bukan memaksa korban untuk membuat video klarifikasi.

Raymundus meminta Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Ferdinandus Lio untuk segera melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap proses pengolahan makanan siap saji di rumah makan tersebut. Proses pemeriksaan diharapkan berlangsung secara objektif. Jika sistem pengolahan dilakukan secara tidak higienis, maka segera merekomendasikan sesuai fakta agar dilakukan peninjauan ulang terhadap izinnya.

“Soal informasi sudah tiga kali saya baru tahu kali ini. Jika benar terbukti, maka kita akan tutup. Sebagai pemerintah daerah saya melihat ini semua tidak mungkin saya membiarkan antara produsen dan konsumen pemerintah harus menjaganya terutama konsumen itu harus mengonsumsi makanan yang sehat, sehingga tidak menimbulkan efek samping terhadap kesehatannya,” tegasnya.

Ia menambahkan, pihaknya akan membentuk tim teknis untuk melakukan sidak kepada seluruh rumah makan di TTU karena sering ada juga rumah makan yang tempat cucian piring digabungkan dengan kamar mandi dan WC.

Ditegaskan, apabila pihaknya menemukan adanya rumah makan yang tidak memiliki standar kelayakan dalam menjual makanan, maka pihaknya akan memberhentikan proses usahanya dengan menutup usaha rumah makan tersebut.

“Kita akan tindak tegas dan akan tutup yang melayani dengan cara tidak higienis seperti ini. Saya tidak mau masyarakat TTU yang menggunakan rumah makan yang tidak pantas dan layak, sehingga dapat menimbulkan efek samping,” pungkasnya.

Sementara, pemilik RM Padang 2 Kefamenanu, Handoko ketika hendak dikonfirmasi wartawan menolak untuk berkomentar. Dirinya mengelak tidak memiliki peranan dalam mengurus rumah makan tersebut sedangkan orang yang bertanggung jawab atas rumah makan itu sedang berada di luar daerah.

Sebelumnya, Handoko, pemilik RM Padang 2 Kefamenanu ketika dikonfirmasi Timor Express, Minggu (28/7) melalui telepon seluler membenarkan adanya peristiwa terkait makanan yang sudah tidak layak konsumsi dan dijual kepada pelanggan.

Dikatakan, pihak rumah makan bersama pelanggan telah menyelesaikan persoalan itu secara kekeluargaan. Bahkan pelanggan pun telah diminta untuk menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf kepada pihak RM Padang 2 Kefamenanu.

“Iya benar ada peristiwa itu dan pelanggan sudah klarikasi soal makanan tadi. Sudah kita selesaikan secara kekeluargaan. Ini kelalaian dari kami dan mohon maaf,” tutur Handoko. (mg26/ays)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!