Dosen UKAW Raih Gelar Doktor di Surabaya – Timor Express

Timor Express

PENDIDIKAN

Dosen UKAW Raih Gelar Doktor di Surabaya

UJIAN.Dr. Damaris Yvette Koli, SE MP (Tengah) bersama para dosen Fakultas UKAW Kupang usai ujian disertasi di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Rabu (31/7)

ALYA SJION FOR TIMEX

KUPANG, TIMEX – Dosen Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang, Damaris Yvette Koli berhasil mempertahankan disertasinya dan meraih gelar doktor di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas 17 Agustus Surabaya, Rabu (31/7).

Dalam disertasinya, Damaris meneliti tentang Pengaruh Kualitas Layanan Terhadap Kepuasan Konsumen Word Of Mouth, Kepercayaan Merek dan Keputusan Memilih Jasa Perbankan Pada Karyawan Perguruan Tinggi di Kota Kupang.

Damaris berhasil meraih gelar doktor setelah melewati proses rapat ujian terbuka dan mempertahankan disertasinya di hadapan 13 penguji.
Istri dari Melitus Ataupah ini berhasil mempertahankan desertasinya dan berhak menggunakan gelar doktor karena dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan.

Hal ini diungkapkan Damaris Yvette Koli saat dihubungi Timor Express usai ujian tersebut. Dijelaskan, proses pendidikan melewati enam tahap yang diikuti sejak tahun 2016. Di antaranya, pra kualifikasi, seminar mata kuliah penunjang disertasi, proposal, finalisasi, ujian tertutup dan ujian terbuka. “Ujian terbuka diselenggarakan apa bila semua persyaratan dapat dipenuhi seperti jurnal internasional sudah terbit,” ujarnya.

Ditambahkan, dirinya memilih judul disertasi tersebut dengan memilih 360 responden pada karyawan perguruan tinggi karena dilandasi fakta bahwa pada era saat ini semua orang membutuhkan jasa perbankan. Namun justru tidak ada yang menikmati jasa dari perbankan.

Di NTT, khusus Kota Kupang terdapat 24 bank. Namun untuk menggunakan jasa bank, tentu harus ada kepercayaa. Masyarakat tidak mungkin tidak percaya lalu menyimpan uangnya di bank serta menyimpan uang di bank di yakini aman. Kepercayaan kepada pihak bank ini secara individu dan juga mendapat motivasi dari orang lain.

“Buktinya di bank dan ATM terlihat ramai dikunjunggi masyarakat atau nasabahnya. Sehingga saya termotivasi untuk mengambil judul tersebut,” katanya.

Dilanjutkan, dari desirtasinya terdapat dua faktor dominan yang mempengaruhi orang memilih jasa perbankan. Pertama “Word Of Mouth” rekomendasi atau promosi dari mulut ke mulut. Orang lebih senang dengan hal-hal yang bersifat informal. Faktor kedua, yakni kepercayaan dari merek.

“Orang lebih senang dengan apa yang didengar karena membuatnya santai dan tidak merasa tegang serta merek yang ia percaya. Dua hal unik inilah yang ditemukan pada disertasi saya,” tandasnya.

Ibu empat anak ini mengharapkan agar disertasinya tidak hanya menjadi dokumen, namun terus ditindaklanjuti karena semuanya memiliki kelemahan dan kelebihannya untuk memperkaya ilmu pengetahuan.

Mantan Dekan Fakultas Ekonomi UKAW Kupang 2003-2007 dan Wakil Rektor Bidang Administrasi dan Keuangan UKAW 2007-2011 ini juga mengharapkan kepada para dosen muda untuk tidak membuang waktu hanya untuk melaksanakan tri darma perguruan tinggi namun untuk pengembangan pribadi juga harus dimulai diri sendiri.

“Memang mencari ilmu mengorbankan banyak hal. Namun yang kita peroleh lebih dari apa yang kita korbankan. Sehingga manfaatkan waktu yang ada karena kita selalu dituntuk untuk berkualitas. Dan, untuk berkualitas hanya bisa dilakukan dengan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” papar Dosen kelahiran Soe, 14 Juli 1962 itu.

Sementara Jusuf Aboladaka, Dekan Fakultas Ekonomi UKAW Kupang yang diwawancar terpisah mengaku bangga dengan gelar doktor dari rekan kerjanya itu dan pihaknya terus memberikan dukungan.

Dikatakan, Damaris merupakan salah satu dosen senior dan salah satu dari tiga dosen yang tengah melanjutkan program doktoralnya. “Dengan perolehan gelar doktor dari ibu Damaris ini, sudah enam orang doktor di fakultas ekonomi dan dua orang dosen tengah menyelesaikan studinya,” sebut dia.

Dia tambahkan, fakultas ekonomi UKAW Kupang sudah memenuhi syarat minimal untuk bisa membuka program pascasarjana jurusan menejemen.
“Dengan berakhirnya studi ibu Dr.Damaris ini, kami sangat bersyukur karena dapat meningkatkan mutu pendidikan. Apabila dua dosen juga selesai, kita sudah delapan doktor. Maka tahun depan kita sudah bisa buka pascaserjana,” ujarnya.

Para dosen yang ada, lanjut dia, banyak sekali yang usianya di bawah 40 tahun. Sehingga pihaknya terus mendorong agar mereka bisa melanjutkan studi mereka baik di dalam negeri maupun di luar negeri karena persaingan saat ini sangat ketat. Tercatat, UKAW sudah memiliki doktor sebanyak 22 orang.(mg29/cel)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!