Bupati Sebut Kadis Sosial Asal Bunyi – Timor Express

Timor Express

RAKYAT TIMOR

Bupati Sebut Kadis Sosial Asal Bunyi

Terkait Data Rawan Pangan

KEFAMENANU, TIMEX – Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes menyebut Kepala Dinas Sosial, Simon Soge tidak memahami tugas pokok dan fungsi (Tupoksi). Pasalnya, dinas teknis yang menangani terkait masalah rawan pangan adalah Dinas Ketahanan Pangan (DKP), bukan Dinas Sosial.

“Data yang disampaikan Kepala Dinas Sosial jelas berbeda dengan data yang dimiliki Dinas Ketahanan Pangan, sehingga timbul pernyataan publik apakah data yang disampaikan itu sudah sesuai dengan fakta di lapangan atau berbeda,” kata Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes kepada Timor Express, Selasa (30/7).

Ia menegaskan, Kepala Dinas Sosial, Simon Soge tidak memahami tugas pokok dan fungsi dalam menjalankan tugasnya.

Dikatakan, sesuia dengan data yang berhasil dirampung DKP Kabupaten TTU hingga Juni 2019, terdapat tujuh desa di Kabupaten TTU yang mengalami rawan pangan. Sedangkan data yang disampaikan Kepala Dinas Sosial itu sebanyak lima kecamatan yang mengalami rawan pangan.

“Kamu (Simon Soge, red) tidak punya kewenangan untuk menentukan sebuah wilayah itu masuk dalam kategori rawan pangan. Yang punya kewenangan itu adalah Dinas Ketahanan Pangan,” tegasnya.

Raymundus menambahkan, selain tujuh desa, terdapat 129 desa di Kabupaten TTU yang mendapat status waspada rawan pangan. Kendati demikian, pemerintah daerah telah melakukan berbagai upaya untuk mengintervensi kejadian itu agar tidak mencapai status rawan pangan.

Upaya jangka pendek yang dilakukan pemerintah daerah yakni menyediakan beras bantuan yang akan dibagikan kepada sasaran rawan pangan di tujuh desa tersebut. Sedangkan untuk upaya jangka panjang, pemerintah daerah akan melakukan reboisasi terhadap sejumlah hutan yang gundul.

“Kita mengintervensi dengan bantuan beras yang telah disiapkan oleh Dinas Ketahanan Pangan untuk penanganan jangka pendek. Sedangkan untuk penanganan jangka panjang ada banyak hal yang akan dilakukan oleh pemerintah daerah,” jelasnya.

Ia mengimbau agar masyarakat dapat menyiapkan lahan pertaniannya dengan baik, sehingga saat musim taman, masyarakat tidak lagi kesulitan. Bibit yang disiapkan untuk tanam harus merupakan bibit yang baik dan berkualitas.

Raymundus berharap, adanya kerja sama yang baik antara masyarakat dan pemerintah daerah melalui OPD teknis, sehingga kendala yang dialami masyarakat dapat diselesaikan dengan baik.

“Berkaitan dengan alam, maka kita harus perlu merefleksi terutama melestarikan lingkungan alam. Dengan demikian, saya terus mendorong masyarakat agar tidak boleh menggunakan pola tebas bakar dalam bertani karena pola tersebut sangat merugikan,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Dinas Sosial Kabupaten TTU, Simon Soge ketika disambangi Timor Express di ruang kerjanya, yang bersangkutan enggan bertemu dengan alasan banyak kesibukan. (mg26/ays)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!