Eror pada Sistem IT Perbankan Jangan Anggap Sepele – Timor Express

Timor Express

EKONOMI

Eror pada Sistem IT Perbankan Jangan Anggap Sepele

Mesin ATM. Erornya IT bank seharusnya bisa menjadi piuntu masuk otoritas perbankan untuk melakukan penyelidikan terhadap sistem IT Bank supaya nasabah tidak ada yang dirugikan.

Derry/JawaPos.com

JAKARTA, TIMEX – Otoritas perbankan perlu melakukan penyelidikan terkait terjadinya sistem Informasi Teknologi (IT) yang eror di salah satu bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pasalnya, situasi seperti ini tidak bisa diremehkan.

“Sistem IT eror yang terjadi di salah satu Bank BUMN beberapa waktu lalu, harus disikapi serius. Otoritas perbankan perlu melakukan penyelidikan kalau perlu berikan sanksi tegas,” kata Presdir Center of Banking Crisis (CBC) Achmad Deni Daruri dalam keterangan tertulis pada JawaPos.com (grup Timex), Jumat (2/8).

Menurut Deni, otoritas perbankan perlu melakukan penyelidikan terhadap sistem IT Bank supaya nasabah tidak ada yang dirugikan. Karena bisa saja yang bermasalah itu software, hardware atau SDM-nya.

“Kepentingan konsumen harus dilindungi. Saya kira, pihak otoritas perlu bertindak karena menyangkut hak-hak konsumen. Eror sistem ini tak bisa dianggap sepele,” kata Deni.

Ia menambahkan, minimal ada dua hal yang bisa dicermati dari IT eror di bank pelat merah itu. Pertama, ada masalah di sistem pembayaran mikro. Kedua, ini yang cukup penting karena menyangkut perlindungan terhadap nasabah.

Menurutnya, sistem pembayaran mikro pada perbankan ibarat aliran darah. Jika ada penyumbatan pada aliran darah bakal menimbulkan beragam penyakit. Bisa stroke atau bahkan jantung koroner yang cukup membahayakan.

Akibat bermasalahnya sistem, kata Deni, bisa berujung enam hal. Yakni, data nasabah menjadi tidak lengkap (uncompletenes), data nasabah menjadi tidak jelas keberadaannya (unexistemcy), data nasabah menjadi tidak akurat (unacuracy), data nasabah menjadi tidak benar nilainya (unvaluation), data nasabah menjadi tidak benar kepemilikannya (unownership), data nasabah menjadi tidak benar penyajiannya (unpresentation).

Dalam hal ini, dia menyarankan, pihak regulator perbankan bersikap. Demi menghindari resiko sistemik pada bank. Karena itu harus diakukan evaluasi dan investigasi sistem pembayaran mikro. “Ini agar sistem eror IT tidak terjadi lagi,” pungkasnya. (jpg/tom)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!