Dikeluhkan, SPBU Kerap Kehabisan BBM – Timor Express

Timor Express

FLORES RAYA

Dikeluhkan, SPBU Kerap Kehabisan BBM

HABIS. Inilah salah satu SPBU di Matim yang kerap stok BBM cepat habis.

FANSI RUNGGAT/TIMEX

BORONG, TIMEX – Dua stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) program prioritas pemerintah di Kabupaten Manggarai Timur (Matim), kerap kehabisan stok bahan bakar minyak (BBM). Sehingga dikeluhkan warga.

Pantauan Timor Express dalam dua pekan terakhir, dua SPBU, yakni SPBU Bea Borong dan Mano sering kehabisan stok BBM. Bahkan, terpaksa menutup operasi pelayanan.

SPBU Bea Borong di Desa Nanga Labang Kecamatan Borong, baru diresmikan bulan September 2018 oleh Bupati Matim, Agas Andreas.

Sementara, SPBU Mano di Kelurahan Mando Sawu Kecamatan Poco Ranaka,  diresmikan Menteri ESDM, Ignatius Jonan, bulan Mei 2019. Dua SPBU tersebut dibangun dengan program khusus pemerintah. Menjadi SPBU satu harga dan menjadi skala prioritas dalam mengatasi persoalan BBM di Matim.

Sejumlah pengendara sepeda motor, Anton Daru, Alan Bais dan Samsudin yang ditemui Timor Express di depan SPBU Mano, Senin (30/7) mengatakan, SPBU Mano sering kehabisan stok BBM. Belum sampai sore hari, pelayanan SPBU ditutup. Untuk dapat BBM, terpaksa membeli di penjual eceran dengan harga mahal.

“Kami juga tidak tahu kenapa stok BBM di SPBU cepat habis. Sore hari kita datang ke SPBU, pasti pelayanan di SPBU ditutup. Karena BBM habis,” ungkap Anton Daru.

Hal yang sama diungkap warga Kota Borong, Daniel Barit dan Hanis kepada Timor Express. Mereka mengatakan, hampir setiap hari stok BBM di SPBU Mano dan Bea Borong habis. Itu terlihat di pintu masuk dua SPBU dipajang tulisan pemberitahuan bahwa maaf bensin atau solar dan jenis BBM lain habis.

“Kita sering lihat kalau saat sore hari, tidak ada aktivitas pelayanan di SPBU. Pada pintu masuk dipajang tulisan pemberitahuan kalau BBM habis. Kadang solar dan bensin yang habis. Kadang juga pertalite yang habis. Kadang semuanya habis,” kata Daniel Barit.

Jika terjadi seperti itu, terpaksa pilih alternatif lain. Kalau SPBU Mano stoknya habis, warga pergi ke sejumlah SPBU di Ruteng. Tapi jaraknya jauh. Untuk kendaraan, khusus sepeda motor terpaksa membeli BBM eceran yang jual di pinggir jalan. Hal yang sama kalau stok BBM di Bea Borong habis, maka harus pergi ke SPBU Kota Ndora. Namun harus antre panjang.

“Kalau SPBU tutup dan kita mau isi BBM untuk sepeda motor atau mobil, terpaksa beli yang jual eceran di pinggir jalan dengan harga mahal. Tapi yang tanya dan keluhkan, kenapa SPBU yang ada sering kehabisan stok BBM,” bilangnya.

Warga mencurigai, stok BBM sering habis akibat kekurangan pasokan dari Depo PT Pertamina Reo. Padahal, semestinya pasokan BBM untuk dua SPBU yang ada harus selalu stabil sesuai jatah perhari. Mestinya pemerintah setempat harus mengecek kondisi yang ada. Bahkan pihak aparat hukum bisa menyelidiki.

“Mestinya pemerintah harus pantau hal ini. Bila terjadi seperti ini, pastikan apa sebab stok BBM itu cepat habis. Kalau Pertamina kirim tidak sesuai dengan jatahnya, maka perlu bicarakan. Bila perlu aparat hukum juga bisa selidiki, kira-kira apa penyebabnya. Kalau pihak yang bermain kita minta dituntut dan diproses secara hukum,” ujar Daniel.

Sementara, Tomi, seorang pengawas SPBU Mano menjelaskan, SPBU Mano merupakan BBM satu harga. Di mana, sistem di PT Pertamina, SPBU Mano  belum masuk dalam Manajemen Sistem Stok (MS2). Sehingga saat pemesanan atau order, baru bisa dilayani setelah selesai melayani SPBU yang masuk dalam MS2.

“Sekalipun SPBU satu harga dan merupakan program pemerintah pusat, tapi saat pengiriman pemesanan, SPBU Mano bukan prioritas utama. Tapi prioritas terakhir. Masalahnya jika ada kekurangan mobil tangki, maka pengiriman untuk SPBU satu harga ditunda ke hari berikutnya,” jelas Tomi.

Dikatakan, khusus untuk jenis bio solar subsidi satu harga, hanya diberi quota atau jatah sebanyak 88.000 liter perbulan. Atau rata-rata sekitar 2.900 liter perhari. Sedangkan permintaan masyarakat saat ini rata-rata 4.000-5.000 liter perhari. Kondisi itu sehingga terjadi stok BBM di SPBU cepat habis.

“Kondisi seperti ini, sehingga kami hanya bisa melayani penjualan hanya sampai siang hari. Kadang sampai sore hari, tapi tidak lama dan kadang hanya untuk satu jenis BBM saja. Pada akhir bulan tidak melayani karena jatah yang diberikan sudah habis,” ujarnya. (krf3/ays)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!