Ende Tidak Termasuk Kabupaten yang Alami Kekeringan – Timor Express

Timor Express

FLORES RAYA

Ende Tidak Termasuk Kabupaten yang Alami Kekeringan

ENDE, TIMEX – Kabupaten Ende tidak termasuk dalam daftar 17 kabupaten di Provinsi NTT yang mengalami kekeringan. Kondisi di Kabupaten Ende masih normal.

Meski demikian, pemerintah tetap mengantisipasi dengan melakukan koordinasi lintas sektor mengingat musim kemarau masih beberapa bulan lagi.

“Sebenarnya ada rapat di provinsi membahas tentang 17 kabupaten yang alami kekeringan, tetapi Kabupaten Ende  tidak termasuk dalam daftar 17 kabupaten di NTT yang alami kekeringan,” kata Kepala BPBD Kabupaten Ende, Sebastianus  Mbele kepada wartawan, Senin (5/8).

Ia mengatakan, meski tidak masuk dalam daftar daerah kekeringan, namun pemerintah tetap mengantisipasi. Antisipasi  yang  dilakukan adalah terus memantau perkembangan dan berkoordinasi dengan sektor terkait karena musim kemarau masih panjang.

Ia mengatakan, salah satu antisipasi yang  dilakukan BPBD adalah ketersediaan air bersih. Menurutnya, banyak keluhan  masyarakat kota akan ketersediaan air bersih dan hal itu terjadi hampir setiap tahun ada keluhan yang sama. Karena itu, BPBD sudah menyurati camat dan lurah untuk mendata daerah yang mengalami kekurangan air bersih.

“Secara keseluruhan Ende tidak termasuk tetapi antisipasi serius kita lakukan di kota. Masalah atau keluhan air minum bersih oleh warga kota yang terjadi hampir setiap tahun. Kita sudah menyurati camat untuk mendata daerah yang alami kekurangan, sehingga bisa diatasi atau dibantu dengan mobil tangki BPBD,” katanya.

Sebastianus mengatakan, BPBD akan berkoordinasi dengan PDAM Ende untuk mengatasi masalah ini. Karena masalah ini merupakan salah satu masalah serius sebagai akibat dari kekeringan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ende, Marianus Alexander kepada wartawan mengatakan, sejauh ini pihaknya belum mendapat informasi atau laporan kekeringan lahan pertanian. Dikatakan, informasi tentang kekeringan yang terjadi di wilayah utara khususnya di Maurole dikarenakan adanya pekerjaan  irigasi dan petani belum menanam padi.

“Kalau yang di Maurole itu kami sudah cek ke lapangan dan masalah lahan kering yang dikeluhkan itu karena pekerjaan irigasi. Petani juga belum tanam dan masih menunggu pekerjaan irigasi,” katanya.

Sementara untuk wilayah Lepembusu Kelisoke, pihaknya belum mendapat laporan. Namun melalui BPP di setiap kecamatan, pihaknya selalu memantau perkembangan khususnya soal kekeringan. (kr7/ays)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!