Perempuan Lebih Berpeluang – Timor Express

Timor Express

NASIONAL

Perempuan Lebih Berpeluang

Kursi Pimpinan DPRD NTT

Sinyal Kuat PDIP dan Golkar

KUPANG, TIMEX – Isu keterwakilan perempuan dalam kursi pimpinan DPRD Provinsi NTT semakin kuat.
PDI Perjuangan dan Partai Golkar sudah memastikan diri mengusulkan masing-masing tiga calon. Di dalamnya terdapat masing-masing satu perempuan. Dan, kedua perempuan tersebut memiliki posisi tawar lebih tinggi dari calon lain.

Dari PDI Perjuangan yang berhak atas ketua DPRD NTT, Ketua DPD PDI Perjuangan Emelia Nomleni sebagai calon terkuat. Hal itu terlihat dari figur yang dicalonkan dan posisinya di partai. Emelia Nomleni kepada koran ini Rabu kemarin sebelum bertolak ke Denpasar mengikuti Kongres PDI Perjuangan membenarkan tiga orang calon akan diusul ke DPP PDI Perjuangan. “Setelah Kongres kita akan usulkan ke DPP,” ujar Emy -demikian sapaan Emelia Nomleni.

Dirinya juga membenarkan menjadi calon yang akan diusul ke DPP PDI Perjuangan. “Keputusan mutlak di DPP. Sebagai kader partai kami siap menjalankan apa pun keputusan partai,” ujar Emy.

Sementara Sekretaris DPD PDI Perjuangan NTT, Yunus Takandewa yang dikonfirmasi terpisah menjelaskan, pihaknya telah menggelar rapat tingkat DPD pada 31 Juli 2019 lalu. “Rapat DPD memutuskan tiga nama diusulkan ke DPP, yakni Emelia Julia Nomleni (Ketua DPD), Yunus Takandewa (Sekretaris) dan Patris Lali Wolo (Bendahara). Selesai Kongres akan diserahkan ke DPP,” jelas Yunus yang juga wakil ketua DPRD NTT itu.

Partai Golkar bahkan secara terbuka sudah menyebut calonnya, Inche Sayuna sebagai calon paling unggul. Inche diusulkan bersama dua calon lain, yakni Thomas Tiba dan Hugo Rehi Kalembu. Ketiganya memenuhi syarat dan sudah diusulkan ke DPP.
Dan, DPP Partai Golkar sebagai penentu keputusan tersebut mengakui, Inche yang kini menjabat Sekretaris DPD I Golkar NTT memiliki dua keunggulan dari dua calon lain. Pertama, sebagai sekretaris DPD I dan juga sebagai perempuan.

Hal ini diungkapkan Wakil Sekjen DPP Partai Golkar Bidang Pemenangan Pemilu Indonesia Timur, Herman Hayong melalui Ketua DPD Partai Golkar NTT, Melkiades Laka Lena kepada Timor Express, Selasa (6/8).

Menurut Melki, rapat pengambilan keputusan segera digelar di DPP Golkar setelah adanya keputusan dari Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sengketa pileg 2019. Dan, Herman Hayong merupakan salah satu peserta rapat untuk menentukan siapa yang ditunjuk.
“Saat pelaksanaan pileg lalu, secara lisan, para senior telah memberikan dukungan kepada srikandi Partai Golkar NTT sebagai Pimpinan DPRD NTT,” kada dia. Dukungan tersebut datang dari sejumlah senior Golkar seperti Akbar Tanjung, Aburizal Bakri dan Agung Laksono.

“Kaum perempuan dan kaum milenial dapat memperkaya kemajemukan dalam organisasi dan kepemimpinan. Jika kita ingin menjadi organisasi kreatif dan tanggap menghadapi tantangan zaman, mengakomodasi peran perempuan dalam kepemimpinan politik adalah sebuah keharusan,” paparnya.

Beda lagi dengan Partai Nasdem. Sekretaris DPW Nasdem NTT, Alex Take Ofong menjelaskan, Nasdem NTT baru akan menggelar rapat pleno penentuan pada Jumat (9/8). Hasilnya baru akan dibawa ke DPP Nasdem.

“Sampai sekarang, DPW NasDem NTT belum menggelar rapat pleno dengan agenda penentuan calon pimpinan DPRD dan fraksi, sesuai amanat peraturan organisasi (PO) Nomor 05 tahun 2019,” jelas Alex Ofong yang kini menjabat wakil ketua DPRD NTT itu.
Rencananya, rapat pleno DPW akan digelar pada Jumat 9 Agustus 2019, sekalian untuk merekomendasikan nama untuk calon pimpinan dan fraksi di DPRD kabupaten/kota se-NTT. Berdasarkan hasil pileg 2019, ada 15 kab/kota di mana NasDem berkewenangan menjadi pimpinan DPRD. Lima di antaranya menjadi Ketua DPRD, yakni Manggarai Barat, Rote Ndao, TTS, TTU dan Sumba Tengah. Sedangkan 10 sisanya menjadi wakil ketua, yakni Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Belu, Sabu Raijua, Sumba Barat, Sumba Barat Daya, Alor, Nagekeo, Ende dan Manggarai.

Saat ini, usulan dari 15 kab/kota ini sudah diterima DPW. Karena itu, DPW sudah agendakan rapat pleno dimaksud. Sesuai PO 15 tahun 2019, untuk pimpinan DPRD kabupaten/kota, masing-masing DPD mengusulkan tiga nama ke DPP melalui DPW. Dan, DPW merekomendasikan ke DPP dengan boleh menambah dua nama.

“Sedangkan untuk pimpinan DPRD provinsi, DPW mengusulkan tiga nama ke DPP. Usulan DPW ke DPP berdasarkan hasil rapat pleno DPW dengan angenda khusus penentuan calon pimpinan DPRD provinsi dan kab/kota,” terang dia.

Sesuai PO tersebut, persyaratan Calon pimpinan, yakni riwayat kepartaian, kapasitas, pengalaman, riwayat pendidikan, prestasi, perolehan suara 2019 serta menandatangani pernyataan kesediaan menjadi pimpina..

Semua kader Partai NasDem yang terpilih, punya hak dan peluang yang sama menjadi pimpinan DPRD maupun fraksi. Siapapun yang ditetapkan DPP niscaya akan diterima sebagai kepercayaan dan penugasan partai.

“DPP akan menentukan dan menetapkan yang terbaik sesuai pantauan dan penilaian DPP, serta berbasiskan dinamika di setiap wilayah dan daerah, dan terpenting adalah demi kebermanfaatan bagi rakyat dan kebesaran partai,” tutup dia. (ito/cel/sam)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!