Siap Hadapi Perkembangan Teknologi – Timor Express

Timor Express

KUPANG METRO

Siap Hadapi Perkembangan Teknologi

LAUNCHING. Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man didampingi Kepala Dinas Kominfo Kota Kupang Balina Ully melaunching website Kupang samart city dan Pembukaan Bimtek Kedua Masterplan Kupang smart city di Hotel Neo Aston, Rabu (7/8).

FENTI ANIN/TIMEX

Pemkot Lauching Website Kupang Smart City

KUPANG, TIMEX--Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man didampingi Kepala Dinas Kominfo Kota Kupang, Balina Ully, melaunching website Kupang samart city dan Pembukaan Bimtek Kedua Masterplan Kupang smart city di Hotel Neo Aston, Rabu (7/8).

Saat membuka acara ini, Hermanus Man mengatakan, tantangan bangsa Indonesia dan Kota Kupang khususnya menuju arah perkembangan sangat banyak. Dengan adanya isu-isu di zaman digital ini, kata Hermanus, yang perlu dihadapi dan tidak dapat terelakkan karena perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan itu sangat penting.

Jadi, kata Hermanus, perlu disadari bahwa domain pemerintah salah satunya adalah pelayanan publik. Setiap pelayanan publik itu, isunya adalah peningkatan mutu pelayanan publik itu seperti apa saja? Karena memang pemerintah yang memberi pelayanan publik dan lembaga lainnya hanyalah memberi kontribusi tambahan atau suplementri.

“Karena itu, dalam memberikan pelayanan publik jangan selalu memperhatikan uang karena di era keterbukaan seperti sekarang pasti akan ketahuan kalau pelayanan publik menyeleweng dan akan ditangkap pihak penegak hukum dan uang yang diambil pasti disita juga. Jadi kerja atau berilah pelayanan publik seprofesional mungkin”, tegas Wakil Wali Kota Kupang dua periode ini.

Dikatakan, isu-isu nasional dan global yang mengeliat sekarang maka diperlukan master plan tentang smart city wajib disinkronkan dengan RPJMD Kota Kupang.

“Wakil Presiden Jusuf Kala dalam pertemuan dengan berbagai pejabat daerah pada Minggu lalu selalu menekankan bahwa bukan kota yang pintar karena kota adalah resultante. Tetapi yang paling penting adalah leadership, pemimpin pejabat. Para pelaku ekonomi dan masyarakat secara keseluruhan yang menggunakan teknologi itulah esensi smart city,” katanya.

Karena itu, lanjut Herman Man, Pemkot Kupang memerlukan perencanaan yang matang sebab pemerintah mengeluarkan biaya yang mahal supaya masterplan yang ada bisa berfungsi secara baik untuk 5 tahun ke depan. Sehingga bagi para OPD maupun ASN yang mengikuti Bimtek ini sangat penting. Apalagi isu pelayanan publik saat ini semakin kuat. Dimana-mana masyarakat menuntut adanya transparansi.

“Untuk itu ditekankan agar para ASN harus menghindari yang namanya pungli. Pemkot Kupang telah memulai menerapkan sistem Online Single submision (OSS) atau layanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara elektronik. Karena terdapat titik-titik rawan dalam pelayanan publik dan itu merusak mutu pelayanan publik. Masih banyaknya petugas yang bertemu dengan masyarakat secara face to face maka kemungkinan untuk pungli itu makin tinggi,” terangnya.

Dia melanjutkan, jika dengan smart city pelayanan kepada masyarakat hanya melalui komputer dan internet maka kemungkinan pungli itu kecil atau bisa ditekan. Sebab tidak ada pertemuan langsung dan tidak mungkin juga laptop bisa meminta uang kepada masyarakat yang mengurus berbagai perizinan. Karena sistem sudah mempersiapkan dan kalau persyaratan benar maka sistem bisa menerima dan kalaupun tidak memenuhi persyaratan maka sistem akan menolak pengajuan dari masyarakat.

Selain itu, kata Hermanus Man, di tengah pesatnya pertumbuhan teknologi maka pemerintah juga tidak bisa bekerja sendiri tetapi membutuhkan networking atau jejaring. Sehingga dengan smart city maka jejaring akan dibentuk.

Oleh sebab itu, lanjut mantan Kadis Kesehatan Kabupaten Kupang ini, Quick Win adalah pelayanan publik. Dimana sebuah action kecil yang bisa lekas mendatangkan sebuah kemenangan. Pelayanan publik di Kota Kupang akan dijadikan sebagai motor penggerak untuk smart city Kota Kupang. Supaya masyarakat bisa merasakan pelayanan yang selalu didahulukan sedangkan pemerintah dikesampingkan.

“Bahkan IT yang digunakan Pemkot harus bisa mengarah pada efisiensi dan efektifitas itu tidak bisa ditawar. Apalagi kita terbatas dalam anggaran yang selalu menjadi keluhan kita. Untuk diketahui aplikasi itu tidak ada yang murah dan kalau bisa pemerintah pusat juga perlu memberi otonomi dalam hal aplikasi dan untuk itu maka Pemkot Kupang berkolaborasi dengan Kementerian terkait sehingga bisa mewujudkan smart city ini,” katanya. (mg25/ito)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!