80 Ton Beras Atas Permintaan Bulog – Timor Express

Timor Express

NASIONAL

80 Ton Beras Atas Permintaan Bulog

KUPANG, TIMEX – Sebanyak 80 ton beras yang didatangkan dari Sulawesi Selatan yang ditahan Polres Kupang Kota merupakan permintaan Bulog Divisi Regional NTT.

Dari 80 ton tersebut, 70 ton di antaranya tak bermerk, bukan ilegal. Sesuai permintaan beras 70 ton layak konsumsi itu diisi dalam karung putih polos dengan berat 50 kilogram.

Andi Abdul Latief selaku penghubung yang dikonfirmasi Rabu (7/8) mengatakan beras tersebut didatangkan atas permintaan dan kesepakatan secara lisan dengan pihak Bulog NTT pada Mei 2019 lalu, namun baru terealisasi pada Juli.

Selanjutnya, sesui perjanjian, beras yang didatangkan itu akan diuji lagi di Bulog. Dengan demikian bisa dipastikan beras tersebut sesuai dengan sampel yang dimasukkan sebelumnya ke Bulog atau tidak. “Jadi permintaan Bulog, datangkan beras polos, karungnya putih dan isinya 50 kilogram jadi saya datangkan itu. Kemudian beras sesuai, maka akan diterima baru dibayar. Kalau tidak cocok akan dikembalikan,” ujarnya. Dijelaskan, dirinya hanya memfasilitasi Bulog dengan pemilik beras di Sulawesi untuk memenuhi ketersediaan pangan di NTT. Menurutnya, dirinya berani mendatangkan beras tersebut atas permintaan pemerintah melalui Bulog, bukan individu.

“Sebenarnya 70 ton itu bermerk Nuri, namun karena permintaan Bulog demikian maka saya datangkan sesuai dengan permintaan,” ungkapnya.

Terkait dokumen, Andi Abdul Latief menjelaskan bahwa barang yang dikirim semuanya memiliki dokumen seperti dari karantina dan izin lainnya yang lengkap. “Kalau tidak ada izin tidak mungkin karantina meloloskan beras tersebut, namun yang dipersoalkan adalah merk atau labelnya karena ada perjanjian dengan Bulog meski hanya lisan,” tuturnya.

Lanjut Andi Latief, setelah beras tiba pada 25 Juli 2019, dirinya langsung berkoordinasi dengan Bulog untuk melakukan pengecekan terhadap kualitas beras. Setelah dilakukan pengecekan dan diambil sampelnya, kemudian dibongkar dari kapal dan dimuat mengunakan truk. Dalam perjalanan, sampai di KP3 Laut ditahan petugas. Tidak berselang lama, ketiga truk tersebut dibawa ke Polres Kupang Kota. Andi mengakui pengiriman beras ini baru dilakukan dua kali. Pengiriman pertama sebanyak 20 ton. Namun beras bermerk Nuri. “Kirim kedua ini yang tanpa merek karena permintaannya seperti itu dengan harga Rp 8.300. Saat transaksi pembayaran pun langsung kepada pemilik di Sulawesi tanpa melalui saya,” tandasnya.

Sebelumnya, aparat kepolisian Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Satuan Reskrim Polres Kupang Kota mengamankan 80 ton beras yang didatangkan ke Kota Kupang. Beras tersebut tanpa label atau merk yang sah.

Dari 80 ton tersebut, terdapat 70 ton tidak bermerk. Hanya 10 ton lainnya yang bermerk. Puluhan ton beras itu diangkut dengan Kapal Motor ‘Sama Indah’ dari pelabuhan 77 Desa Tarasu, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan. Kapolres Kupang Kota, AKBP. Satrya Perdana P Tarung Binti melalui Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, Iptu Bobby Jacob Mooynafi didampingi Kaur Bin Ops (KBO) Sat Reskrim Polres Kupang Kota, Ipda I Wayan Pasek Sujana membenarkan hal tersebut saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Selasa (6/8). Dijelaskan, pihaknya setelah mendapat informasi lalu bergerak melakukan pengamanan beras tersebut saat pembongkaran di Pelabuhan Tenau, sekira pukul 17.00, Kamis (25/7) lalu. “Kita amankan beras tanpa label akhir pekan lalu serta mengamankan saksi sebanyak lima orang untuk diperiksa,” tandasnya.

Polisi mengamankan barang bukti berupa kapal pengangkut beras, truk pengangkut beras dan juga beras bermerk maupun tanpa merk. Mantan Kasat Reskrim Polres Sikka itu mengaku dari hasil pemeriksaan terhadap nahkoda kapal, diakui beras itu adalah pesanan Bulog Divisi Regional NTT. “Ada 80 ton beras yang dimuat di atas kapal. Dari 80 ton beras tersebut, 70 tonnya tidak memiliki label. Beras hanya diisi dalam karung putih dan tanpa label,” tandasnya. (mg29/sam)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!