Jasad Meri Pah Diotopsi – Timor Express

Timor Express

RAKYAT TIMOR

Jasad Meri Pah Diotopsi

OTOPSI. Jasad Meri Pah, warga Desa Oerinbesi saat dikeluarkan dari kuburan untuk dilakukan otopsi, Kamis (8/8).

PETRUS USBOKO/TIMEX

15 Organ Tubuh Jadi Sampel

KEFAMENANU, TIMEX – Jasad Meri Pah, warga Desa Oerinbesi Kecamatan Biboki Tanpah yang ditemukan tewas terpanggang akibat kebakaran rumah, akhirnya diotopsi sesuai dengan permintaan keluarga korban.

Pantauan Timor Express, Kamis (8/8) sekira pukul 09.30, tim dokter Forensik Mabes Polri yang dipimpin AKBP Ratna Relawati, Kompol Ris Prasetyo dan dibantu petugas RS Bhayangkara Kupang, Aiptu Pius Pala dan petugas kesehatan dari Polres TTU.

Proses otopsi berlangsung di TPU Inggureo Desa Tualene Kecamatan Biboki Utara, dilakukan untuk mengetahui dugaan penyebab kematian korban. Pasalnya, keluarga menduga korban meninggal tidak dengan wajar.

Kedatangan tim Forensik ke lokasi otopsi, keluarga korban dan masyarakat setempat sudah berada di lokasi untuk menyaksikan proses otopsi. Saat tiba di TPU, makam digali dan jasad dikeluarkan untuk dilakukan otopsi. Proses otopsi berlangsung sekira dua jam di bawah pengamanan personel Polres TTU.

Kasat Reskrim Polres TTU, Iptu Ricky Dally kepada Timor Express, Kamis (8/8) menuturkan, langkah otopsi yang dilakukan tim Forensik Mabes Polri untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian korban sesuai dengan permintaan keluarga korban.

Proses otopsi dilakukan tim ahli Forensik Mabes Polri di bawah pimpinan AKBP Ratna Relawati dan Kompol Ris Prasetyo. Dalam otopsi, sebanyak 15 sampel organ penting korban diambil untuk mengetahui sebab-sebab korban meninggal dunia. Setelah otopsi dilaksanakan, jasad korban dikembalikan ke pihak keluarga untuk dimakamkan.

“Proses otopsi yang dilakukan ini karena atas permintaan keluarga korban. Keluarga tidak menerima kematian korban murni peristiwa kebakaran, namun ada tanda-tanda kekerasan yang mencurigakan,” tutur Ricky

Menurut Ricky, sampel organ penting korban yang telah diambil akan dibawa ke laboratorium Forensik Polda Metro Jaya guna mengetahui kadar racun atau zat-zat berbahaya yang diduga menyebabkan korban meninggal dunia. Selanjutnya, sampel itu akan diuji guna mengetahui penyebab kematian korban.

Ricky menambahkan, proses uji sampel di laboratorium Forensik Polda Metro Jaya diperkirakan akan selesai dalam waktu dua minggu. Meski demikian, hasil labfor harus dialih bahasakan terlebih dahulu oleh dokter Forensik atau dokter ahli yang berkompeten karena hasil labfor yang keluar dalam bahasa medis.

“Untuk hasil biasanya kita koordinasi. Paling lama satu bulan. Setelah hasil keluar akan kita sampaikan kepada keluarga dan publik agar kita tahu secara medis dan hukum apakah ada unsur pidana ataukah kesengajaan atau ada penyakit yang diderita oleh korban, namun tidak diketahui oleh keluarga atau juga hal-hal lain,” jelas Ricky.

Sementara, perwakilan keluarga korban, Yahya Elias Tode ketika dikonfirmasi Timor Express mengatakan, ia bersama keluarga mengapresiasi langkah cepat dari pihak kepolisian dalam merespon laporan dugaan kematian korban yang diduga meninggal tidak wajar.

Pihak keluarga menyetujui dan mendukung otopsi agar penyebab kematian almarhumah Meri Pah dapat segera terjawab. Pihak keluarga tetap pada dugaan awal bahwa korban diduga meninggal tidak wajar.

“Kami sangat apresiasi langkah cepat yang diambil oleh pihak kepolisian. Kami keluarga sangat mendukung otopsi yang dilakukan. Kami harap, otopsi ini bisa segera mengungkap penyebab kematian Meri Pah,” katanya. (mg26/ays)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!