Komunitas Cinta Kasih Gelar Operasi Katarak – Timor Express

Timor Express

SUROSA

Komunitas Cinta Kasih Gelar Operasi Katarak

POSE BERSAMA. Komunitas Cinta Kasih Denpasar-Bali bersama dokter dan pasien pose bersama usai operasi katarak di Kabupaten SBD, Senin (5/8).

EDY BEREN/TIMEX

TAMBOLAKA, TIMEX – Komunitas Cinta Kasih Denpasar-Bali, melaksanakan bakti sosial pemeriksaan mata, pemberian kacamata dan operasi katarak gratis di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD). Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari, Senin-Rabu (5-7 Agustus).

Kegiatan didukung oleh John Fawcett Foundation, Bali Pink Reebon, Dinas Kesehatan SBD dan Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami). Hadir dalam kegiatan tersebut, 62 orang anggota tim, diantaranya tiga orang dokter spesialis mata dan dua orang dokter spesialis kangker, Vikaris Jenderal Keuskupan Denpasar, Rm Yoseph Wora, SVD, Project Manager John Fawcett Foundation, Nyoman Wardana dan Ketua Komunitas Cinta Kasih Keuskupan Denpasar, Helen Sundawa.

Pantauan Timor Express, sejumlah besar masyarakat SBD memadati RS Karitas Waitabula yang menjadi tempat pelayanan kasih.

Vikaris Jenderal Keuskupan Denpasar, Rm Yoseph Wora, SVD pada kesempatan itu mengatakan, kegiatan bakti sosial dilaksanakan dalam rangka ulang tahun komunitas Cinta Kasi ke 19. Kelompok ini terbentuk atas dasar rasa kemanusiaan dan solidaritas umat Allah di Keuskupan Denpasar yang terdiri dari para ibu.

Gereja Keuskupan Denpasar sangat menyambut baik keberadaan komunitas dan terus mendukung hingga sudah berusia 19 tahun. Kegiatan juga terlaksana atas komunikasi antara Keuskupan Denpasar dan Keuskupan Weetebula.

Rm Yoseph menjelaskan, tujuan kegiatan semata-mata adalah kemanusiaan. “Kami tahu bahwa di luar Bali masih terdapat banyak sekali masyarakat yang tidak terlayani oleh fasilitas kesehatan yang baik dengan berbagi alasan. Bisa karena alasan keterbatasan ekonomi, tetapi bisa juga karena alasan keterbatasan fasilitas kesehatan itu sendiri. Oleh karena itu kami melaksanakan bakti sosial ini untuk menjangkau mereka yang tidak terjangkau oleh fasilitas kesehatan yang memadai,” katanya.

Dirinya menambahkan, selain anggota KCK, tim yang bekerja sama melaksanakan bakti sosial pengobatan gratis berasal dari berbagai agama, baik Islam, Hindu maupun Budha.

“Kami yang saat ini berada di sini adalah dari lintas agama. Kami bersama-sama menangani kasus kesehatan yang ada. Ini dapat menjadi momen yang membuka mata setiap orang bahwa kita adalah sama dalam hal rasa kemanusiaan. Kita perlu menumbuhkembangkan persaudaraan di antara kita tanpa memikirkan siapa-siapa dan tidak pandang golongan. Dengan demikian, kita dapat melakukan hal-hal besar terutama dapat menolong lebih banyak orang di pelosok-pelosok terpencil yang membutuhkan uluran tangan kita,” pesannya.

Ketua Komunitas Cinta Kasih Denpasar, Helen Sundawan mengatakan, Komunitas Cinta Kasih berdiri pada tanggal 17 Agustus 2000. Komunitas berdiri atas dasar rasa kepedulian dan cinta kepada sesama yang menderita. Komunitas dalam karyanya telah membantu anak-anak miskin dengan memberikan beasiswa, membantu anak-anak panti asuhan dan menyelenggarakan pengobatan gratis dalam kerja sama dengan Bali Pink Ribbon untuk penyakit kanker dan John Fawcett Foundation untuk pengobatan mata.

Dirinya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu demi suksesnya pelaksanaan bakti sosial.

“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dengan caranya sehingga ini terlaksana. Terutama kami berterima kasih kepada manajemen NAM Air yang telah menambah 5 kg bagasi free setiap anggota tim kami dalam penerbangan Denpasar-Tambolaka. Selain itu pihak RS Caritas Waitabula yang sudah menyiapkan tempat dan fasilitas penunjang yang dibutuhkan,”  katanya.

Dalam kegiatan tersebut, lanjutnya tim membawa tiga orang dokter spesialis mata, dua orang dokter spesialis kanker. Tim menargetkan untuk melakukan pemeriksaan sebanyak 2.000 orang pasien, operasi sebanyak 300 orang pasien dan pemberian kacamata sebanyak 750 orang pasien setiap hari selama tiga hari kegiatan.

Jean, salah seorang pasien yang ditemui usai melakukan pemeriksaan mengaku bersyukur karena dengan adanya kegiatan tersebut dirinya dapat memeriksakan matanya yang minus dan mengganti kacamata secara gratis. Dirinya berharap kegiatan semacam ini sering dilaksanakan termasuk untuk penyakit yang lain. (mg28/ays)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!