Tingkatkan Mutu Pendidikan Lewat IHT – Timor Express

Timor Express

PENDIDIKAN

Tingkatkan Mutu Pendidikan Lewat IHT

SAMBUTAN.Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Benyamin Lola memberikan sambutan pada kegiatan In House Training, di Aula SMAN 5 Kupang, Rabu (7/8)

INTHO HERISON TIHU/TIMEX

KUPANG, TIMEX – Demi meningkatkan mutu pendidikan di NTT dan khususnya di Kota Kupang, Kepala SMAN 5 Kupang, Veronika Wawo dan Kepala SMAN 8 Kupang, Haris Akbar bersinergi menyelenggarakan In House Training (IHT), Rabu (7/8).

Kegiatan ini mengusung tema “Tumbuh Berkembang Bersama” dan melibatkan 10 SMA di Kota Kupang. Dengan menghadirkan dua Instruktur Pusat, yakni Nurhadi dan Suyudi Suhartono.

IHT merupakan program sekolah setiap tahun. Selain itu SMAN 5 Kupang dan SMAN 8 Kupang ditetapkan sebagai sekolah Zonasi oleh Direktur Pembinaan SMA, Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Selain pelaksanaan IHT, diisi juga dengan pemberian materi tentang sistem Zonasi kepada lima sekolah terdekat di SMAN 5 Kupang serta pihak SMAN 5 Kupang juga melaunching Website Sekolah.

“Kegiatan ini bertujuan ini untuk meningkatkan mutu pendidikan di NTT,” demikian dikatakan Kepala SMAN 5 Kupang, Veronika Wawo ketika ditemui Timor Express di sela-sela kegiatan yang berlangsung di Aula Multimedia SMAN 5 Kupang, Oebufu, Kecamatan Oebobo.

Dijelaskan, sekolah yang dilibatkan pada kegiatan tersebut, yakni SMAN 3 Kupang, SMA Kristen Mercusuar, SMA Katolik Sint Carolus, SMAN 7 Kupang dan SMA St. Rafael. “Kita saling berbagi atau share ilmu yang telah didapat ketika ditetapkan menjadi sekolah zonasi sesuai tema IHT,” ungkapnya.

IHT akan berlangsung selama 4 hari terhitung 7-10 Agustus 2019. Materi yang dipaparkan pada hari pertama untuk peserta dari lima sekolah tersebut, yakni kepala sekolah dan guru materi umum. Dilanjutkan materi tentang panduan pengembangan pembelajaran dan penilaian soal Hots Ujian Sekolah dan USBN pada hari kedua.

Hari ketiga, implementasi e-Rapor SMA dan hari terakhir penjelasan dan praktik PPK/PNS. Pengenalan dan fungsi rumah belajar dan Student Friendly Schools (Sekolah Ramah Anak). “Peserta yang hadir ini merupakan sekolah imbas zonasi dari SMAN 5 dan SMAN 8 Kupang. Setiap sekolah delegasi sebanyak dua orang,” ungkapnya.

Kepala SMAN 8 Kupang, Haris Akbar, menjelaskan terdapat lima sekolah imbas dari SMAN 8 Kupang, yakni SMAN 6 Kupang, SMAN 10 Kupang, SMAN 12 Kupang, SMA Masa Depan Mandiri dan SMA Tunas Harapan.

Haris berharap peran aktif Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dari masing-masing sekolah dapat merancang jadwal pembelajaran silang. Misalnya guru mata pelajaran Ekonomi di SMAN 5 Kupang mengajar di SMAN 8 dan sebaliknya. Tujuannya untuk memberikan kesegaran kepada guru dan siswa ketika dihadapkan dengan orang baru. Demikian untuk seterusnya semua mata pelajaran. “Sehingga dengan kegiatan ini kita bisa tumbuh dan kembang bersama sistem tersebut,” katanya.

Salah satu peserta, Kepala SMAN 10 Kupang, Daniel Bolle mengakui kegiatan IHT ini sangat penting untuk meningkatkan mutu pendidikan. Selain itu menambah wawasan guru ketika mendapatkan materi yang diberikan oleh instruktur pusat. “Hal ini juga untuk meningkatkan SDM guru. Oleh sebab itu setiap kegiatan di sekolah yang melibatkan guru dan siswa, saya selalu mengirim delegasi,” sebutnya.

Sementara Kepala SMA Seminari St. Rafael, Romo Yasintus Efi, Pr menyampaikan terima kasih kepada SMAN 5 Kupang yang telah memilih SMA Seminari St. Rafael menjadi salah satu sekolah imbas zonasi. Hal ini sangat penting karena berkaitan dengan peningkatan mutu pendidikan. “Harapannya lewat kegiatan ini mutu pendidikan semakin meningkat,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Benyamin Lola mengungkapkan, website sebagai wujud memperkenalkan sekolah kepada seluruh masyarakat di Indonesia bahkan seluruh dunia. Selain itu berbagai informasi tentang SMAN 5 dapat dilihat.

Dia katakan, IHT merupakan upaya dari pihak sekolah mempersiapkan tenaga pendidik untuk masuk dalam tahun pembelajaran yang baru. Mereka akan mempersiapkan kurikulum yang dirumuskan dalam perangkat pembelajaran yang nanti digunakan guru di kelas. “Momen ini sangat baik untuk mereka merumuskan perangkat pembelajaran tersebut,” jelasnya.

Lewat IHT ini mereka dapat merumuskan perangkat pembelajaran tingkat tinggi. Kemudian dapat ditransformasikan kepada siswa. Sehingga mampu menjawab soal-soal dengan tingkat berpikir tingkat tinggi.

Mengenai sekolah zonasi, Benyamin berbicara mengenai peningkatan mutu pendidikan di sekolah zonasi dan sekolah imbas. Prinsipnya sekolah zonasi untuk meningkatkan mutu pendidikan sesuai visi misi Gubernur NTT dan Wakil Gubernur NTT, yakni NTT bangkit menuju NTT sejahtera dalam bingkai NKRI.(mg29/cel)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!