Dana Kelurahan Belum Realisasi – Timor Express

Timor Express

KUPANG METRO

Dana Kelurahan Belum Realisasi

Rp 18 Miliar untuk 51 Kelurahan

KUPANG, TIMEX--Hingga saat ini, dana kelurahan yang digadang-gadang akan membantu pembangunan di Kota Kupang belum juga terealisasi. Pembangunan infrastruktur menjadi fokus dari dana kelurahan ini.

Camat Kota Lama, Sammy Mesakh kepada koran ini Jumat kemarin mengatakan, saat ini pihaknya belum mengetahui tentang kelanjutan dana kelurahan. Pasalnya, dana kelurahan belum ada dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Kecamatan.

“Kami prinsipnya hanya menunggu saja sesuai dengan instruksi karena semuanya tergantung dari pemerintah pusat. Jika sudah ada maka akan digunakan sesuai dengan peruntukan,” ujarnya.

Menurut Camat Kota Lama, dana kelurahan ini sesuai dengan petunjuk yang telah diterima, hanya digunakan untuk dua kegiatan, yaitu untuk infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat.

“Tetapi kami belum mendapatkan secara pasti petunjuk tentang pemakaian dana kelurahan untuk pemberdayaan masyarakat. Maka kami masih memfokuskan pada pembangunan infrastruktur di kelurahan saja,” katanya.

Menurutnya, untuk pembangunan infrastruktur, para lurah akan menjaringnya dari masyarakat. Warga akan menyepakati bersama apa saja yang mau dibangun dengan dana kelurahan ini, lalu dilakukan perencanaan untuk dilaksanakan.

“Jadi bukan camat dan lurah yang pergi dan mencari-mencari proyek lalu terlibat langsung dalam proyek pembangunan di kelurahan. Lurah hanya menggelar rembuk warga untuk melihat dan melakukan perencaaan bersama, setelah itu akan dilaksanakan oleh Dinas PUPR sebagai pelaksana,” katanya.

Dia menjelaskan, pembangunan infrastruktur juga dilihat agar tidak terjadi pendobelan. Misalnya, ada jalan yang sudah dibangun menggunakan APBD murni, lalu terjadi pendobelan menggunakan dana kelurahan tentunya ini akan menjadi masalah.

“Jadi setelah lurah dan warga sepakat apa-apa saja yang mau dibangun di kelurahan, yang belum terakomodir atau belum masuk dalam skala prioritas pemerintah daerah, itulah yang dibangun menggunakan dana kelurahan,” terangnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Kota Kupang, Jeffry Pelt mengatakan, dana kelurahan untuk 51 kelurahan di Kota Kupang sebanyak Rp 18 miliar lebih. Setiap kelurahan mendapatkan Rp 370 juta lebih.

“Anggaran ini, sesuai dengan petunjuk teknis yang ada. Anggaran ini difokuskan untuk pembangunan infrastruktur seperti jalan, drainase dan lainnya,” ujarnya.

Untuk itu, kata Jeffry, semua lurah dapat mengusulkan perencanaan untuk pemanfaatan dana kelurahan ini. Badan Keuangan juga meninta para lurah melalui para camat, agar bisa berkoordinasi dengan dinas teknis dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk perencanaan penggunaan anggaran ini.

“Kami meminta para camat agar berkoodinasi dengan Dinas PUPR yang juga melaksanaan pekerjaan yang sama. Jangan sampai ada pendobelan atau tumpangt indih pekerjaan. Jangan sampai ada pekerjaan jalan yang sudah dicover oleh APBD namun diusulkan lagi untuk pemanfaatan dana kelurahan ini,” ujarnya.

Jeffry Pelt menjelaskan, jika ada pekerjaan infrastruktur yang sudah dikerjakan menggunakan anggaran APBD atau lainnya, lalu diusulkan lagi menggunakan dana kelurahan, maka tentunya pekerjaan ini tidak bisa dilaksanakan karena akan terjadi kerugian.

“Jadi kami sudah minta agar semua lurah melakukan pendataan di masing-masing wilayah, selanjutnya diusulkan ke masing-masing kecamatan. Setelah itu dilakukan konsultasi dengan dinas teknis Dinas PUPR karena tentunya di kelurahan tidak ada tenaga teknis untuk melakukan penghitungan,” ungkapnya.

Jeffry mengaku pihaknya sudah melakukan rapat bersama semua camat dan lurah karena camat berperan sebagai pengguna anggaran. Anggaran dana kelurahan ini masuk pada setiap DPA kecamatan sesuai dengan jumlah kelurahan di masing-masing kecamatan. Maka semuanya harus dilakukan secara baik agar jangan sampai menjadi masalah di kemudian hari.

“Saat rapat saya sudah sampaikan kepada semua lurah dan camat agar hati-hati dalam menggunakan anggaran ini. Tetapi juga jangan karena hati-hati lalu anggaran ini tidak dimanfaatkan. Silahkan dimanfaatkan anggaran ini untuk kepentingan masyarakat dan tugas-tugas pemerintahan lainnya,” ujarnya.

Menurut Jeffry Pelt, dengan adanya dana kelurahan ini, maka seluruh jalan di Kota Kupang akan tertata secara baik, dibangun secara bertahap, disesuaikan dengan anggaran yang ada. Bisa mengusulkan untuk jalan lapen, hotmix dan jalan setapak.

Tahap awal anggaran ini khusus untuk pekerjaan infrastruktur jalan. Berikutnya untuk drainase, tempat pembuangan sampah dan sarana lainnya merujuk pada petunjuk teknis yang dikeluarkan oleh Kementerian Keuangan.

“Untuk penggunaan anggaran ini sudah ada peraturan Wali Kota. Laporannya juga sudah kami kirim ke Kementerian Keuangan, jadi silahkan dimanfaatkan sebaik-baiknya anggaran ini untuk pembangunan Kota Kupang lebih baik,” ungkapnya.

Dia mengaku, anggaran dana kelurahan ini akan ada setiap tahunnya dan peruntukannya tentu berbeda setiap tahunnya. (mg25/ito)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!