Berantas Malaria, Perdhaki Bangun Jejaring – Timor Express

Timor Express

FLORES RAYA

Berantas Malaria, Perdhaki Bangun Jejaring

POSE BERSAMA. Perdhaki Kevikepan Ende pose bersama peserta usai menggelar workshop, Jumat (9/8).

ALEX SEKO/TIMEX

ENDE, TIMEX – Melihat banyaknya permasalahan penyakit malaria di Kabupaten Ende, Persatuan Karya Dharma Kesehatan Indonesia (Perdhaki) Kevikepan Ende menggelar workshop guna membangun jejaring untuk terlibat dalam proses pemberantasan penyakit malaria. Jejaring yang dibangun antara pemerintah dalam hal ini Dinas Kesehatan, rumah sakit umum, puskemas, klinik swasta, laboratorium swasta, apoteker swasta dan dokter praktik swasta.

Yanuarius Rada dari Perdhaki Kevikepan Ende kepada Timor Express, Jumat (9/8) mengatakan, sebagai mitra dan dipercayakan oleh Kementerian Kesehatan dalam upaya memberantas penyakit malaria, pihaknya mengadakan workshop untuk membentuk jejaring dalam rangka bersama memberantas malaria.

“Saatnya kita bentuk jejaring, karena selama ini kita bekerja belum tuntas sehingga malaria terus ada,” kata dia.

Disebutkan, Perdhaki merupakan asosiasi unit pelayanan kesehatan non profit yang berlatar belakang Katolik, menggunakan jejaring agama dan unit pelayanan kesehatan sebagai fondasi pelayanan kesehatan.

Dia menjelaskan, bekerja sama dengan Global Fun pihaknya akan membangun jejaring kesehatan baik pemerintah maupun swasta, sehingga ke depannya pemberantasan malaria berjalan dengan baik dan tuntas.

“Penyakit malaria selama ini masih ada karena jaringan antara Dinas Kesehatan Kabupaten Ende, rumah  sakit dan klinik swasta anggota Perdhaki, RSUD, puskemas dan dokter praktik swasta, laboratorium swasta dan apotek swasta belum maksimal. Karenanya perlu dibangun dalam gerakan bersama pemberantasan malaria,” ujarnya.

Terpisah, program manager Flores Lembata untuk program malaria Perdhaki, Ard Dalo mengatakan, gerakan pemberantasan malaria selama ini tidak menjadi gerakan bersama dan programnya tidak sesuai standar nasional. Seperti tahapan diagnosis, pengobatan hingga pemantauan pengobatan yang belum dilaksanakan secara benar.

Karena itu, GFATM-NFM bersama SSR Kevikepan Ende melaksanan workshop jejaring eksternal dengan mengumpulkan pelaku kesehatan.

“Dengan kegiatan ini diharapkan semua pasien mendapat akses tata laksana malaria yang bermutu dan terbangun jejaring antara berbagai stakeholder kesehatan dalam gerakan pemberantasan malaria,” ujarnya.

Ia mengatakan, tujuan yang ingin dicapai diantaranya untuk memastikan semua pasien malaria mendapat akses tata laksana malaria bermutu, memberikan pemahaman kepada seluruh stakeholder terkait pentingnya jejaring public private mix (PPM) dalam gerakan bersama memberantas malaria di Kabupaten Ende dan memberikan pemahaman kepada stakeholder tentang standar pemeriksaan bagi para pasien terduga malaria.

Sementara itu G Achmadi, Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Ende mengatakan, meski penyakit malaria secara umum sudah menurun, namun pemerintah bertekad ditahun 2022 malaria harus ada dititik nol. Karena itu dengan dilakukan workshop untuk membangun jejaring diharapkan menjadi salah satu upaya untuk memberantas penyakit malaria.

“Selama ini jika demam orang langsung memvonis bahwa dia malaria. Sekarang tidak boleh lagi, harus melalui pemeriksaan laboratorium. Karena itu kita kerja sama dengan tenaga medis swasta untuk bangun jejaring dalam penanganan penyakit malaria,” ujarnya.

Dipihak lain ia mengatakan, NTT, Maluku dan Papua merupakan wilayah tertinggi pengidap malaria. Peta endemik malaria juga termasuk Kabupaten Ende. Karena itu, dengan dibangunnya jejaring ada kerja sama dan koordinasi diantara para medis baik negeri maupun swasta. (kr7/ays)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!