Tata Kelola Keuangan Sekolah Makin Mudah – Timor Express

Timor Express

EKONOMI

Tata Kelola Keuangan Sekolah Makin Mudah

KERJASAMA. Pemimpin Bank NTT Cabang Utama Kupang, Bonefasius Ola Masan dan Kepala SMAN 5 Kupang, Veronika Wawo menandatangani perjanjian kerjasama tentang pemanfaatan layanan jasa perbankan, Jumat (9/8) di Restoran Nelayan Kupang.

TOMMY AQUINO/TIMEX

Bank NTT Teken Kerjasama dengan 9 SMA/SMK

KUPANG, TIMEX – Bank NTT kembali melakukan kerjasama terkait pemanfaatan layanan jasa perbankan dengan sembilan SMA/SMK Negeri di Kota Kupang,. Sembilan sekolah dimaksud, yakni SMAN 5 Kupang, SMAN 6 Kupang, SMAN 7 Kupang, SMAN 10 Kupang, SMAN 11 Kupang, SMKN 2 Kupang, SMKN 5 Kupang, SMKN 6 Kupang dan SMA Swasta Flobamora Kupang. Sebelumnya, Bank NTT juga melakukan kerjasama dengan beberapa yayasan yang menaungi perguruan tinggi dan sekolah swasta. Misalnya Yayasan Citra Binaan Insan Mandiri dan Yayasan Swasti Sari Kupang.

Perjanjian kerjasama antara Bank NTT dengan sembilan SMA/SMK ditandatangani oleh Pemimpin Bank NTT Cabang Utama Kupang, Bonefasius Ola Masan dan masing-masing kepala sekolah, Jumat (9/8) bertempat di Restoran Nelayan. Penandatangan perjanjian kerjasama tersebut disaksikan Komisaris Independen Bank NTT, Frans Gana dan Samuel Djoh serta Direktur Pemasaran Dana, Alexander Riwu Kaho.

Direktur Pemasaran Dana Bank NTT, Alex Riwu Kaho dalam sambutan, mengatakan, sejarah peradaban kehidupan manusia terus berubah dan setiap perubahan peradaban disertai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Dalam dunia teknologi, kita mengenal lima peradaban, yakni industri 1.0, dimana teknologi peradaban masih sangat minim, kemudian masuk ke revolusi industri 2.0, revolusi industri 3.0, revolusi industri 4.0 dan revolusi peradaban 5.0. Sekarang kita baru sampai pada revolusi industri 4.0,”jelas Alex.

Peradaban, kata Alex, pasti akan terus berubah. Namun, manusia tidak boleh tertinggal di dalam perubahan itu. Atas dasar ini, dalam dunia pendidikan khususnya dalam proses tata kelola keuangan sekolah, Bank NTT dengan pendekatannya berusaha untuk melakukan sinergi sekaligus menawarkan aplikasi-aplikasi untuk membantu pihak sekolah.

Pengelolaan keuangan di sekolah, menurut Alex, sewaktu-waktu pasti akan dimintai pertanggungjawaban dari pihak sekolah (kepala sekolah atau bendahara) terhadap setiap penerimaan maupun pengeluaran/penggunaan dana-dana yang ada. Misalnya dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah), SPP (Sumbangan Pembinaan Pendidikan), dana komite sekolah, dan lainnya. Oleh karena itu, dengan adanya aplikasi-aplikasi yang disediakan Bank NTT, pertanggungjawaban oleh pihak sekolah lebih terintegrasi, mudah, efisien, cepat, valid serta ada konsistensi dari awal hingga akhir pertanggungjawaban.

“Ruang lingkup kerjasama pelayanan jasa perbankan meliputi penerimaan keuangan dari pembayaran komite siswa, serta pembayaran gaji (payroll) pegawai dan guru. Jadi sekolah sangat terbantu dalam mempertanggungjawabkan pengelolaan dana-dana di sekolah. Selain itu, kerjasama ini juga meliputi penyediaan fasilitas pembiayaan, dan lain-lain,” jelasnya.

Menjawab pertanyaan Timor Express mengenai kerjasama dengan sekolah-sekolah lain, Alex mengatakan, penjajakan kerjasama dengan sekolah yang lain akan dilakukan secara bertahap. Yang paling penting adalah sekolah harus memahami terlebih dahulu tentang manfaat kerjasama tersebut. Dengan demikian, edukasi dan sosialisasi ke sekolah-sekolah akan terus dilakukan oleh Bank NTT.

“Kita akan lakukan kerjasama secara bertahap. Teman-teman dari KCK (Kantor Cabang Khusus, red) dalam waktu dekat akan mengadakan kerjasama dengan SMAN 3 Kupang dan beberapa SMK lainnya,” terang dia.

Sementara, Kepala SMAN 5 Kupang, Veronika Wawo saat diwawancara usai penandatangan kerjasama, mengatakan, seluruh poin kerjasama yang tertuang dalam dokumen perjanjian kerjasama memang tidak ada masalah. Bahkan, kerjasama tersebut sangat menguntungkan pihak sekolah. Sebab penyediaan aplikasi-aplikasi oleh Bank NTT akan mempermudah sekolah dalam proses tata kelola keuangan.

“Dengan adanya kerjasama ini, maka tugas bendahara tentu akan semakin mudah dalam hal pertanggungjawaban pengelolaan keuangan sekolah. Selain lebih cepat, pertanggungjawaban keuangan juga tepat dan semakin transaparan,” katanya.

“Kami juga senang karena dalam perjanjian kerjasama juga memuat beberapa risiko yang nantinya akan ditanggulangi oleh pihak bank. Dan mulai tahun ini, pembayaran SPP serta pembayaran gaji guru dan pegawai sudah melalui Bank NTT,” tutup Veronika. (tom)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!