Berkurban, Wujud Pendidikan Karakter – Timor Express

Timor Express

PENDIDIKAN

Berkurban, Wujud Pendidikan Karakter

POSE.Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Kupang, Okto Naitboho pose bersama keluarga besar SDI Oebufu sebelum pemotongan hewan kurban, Senin (12/8).

IST

SDI Oebufu Kurbankan 4 Ekor Kambing

KUPANG, TIMEX-Berkurban dinilai sebagai wujud nyata pendidikan karakter yang diajarkan di sekolah. Khususnya nilai spiritual. Hal ini sesuai dengan semangat Kurikulum 2013 atau K13.

Demikian dikatakan Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Okto Naitboho saat menghadiri acara pemotongan hewan kurban, Senin (12/8) di halaman SDI Oebufu di Kelurahan Kayu Putih.

“Pemerintah sangat mendukung kegiatan keagamaan yang dilaksanakan di sekolah. Seperti yang dilaksanakan saat ini melalui pemotongan dan pembagian hewan kurban saat Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriah,” kata Okto.

Apalagi, lanjutnya, pembagian hewan kurban yang diawali doa itu juga melibatkan siswa. “Di sini siswa belajar toleransi. Menghargai sesama yang berbeda agama. Ini merupakan nilai-nilai yang ada dalam K13,” kata Okto lagi.

Secara khusus dirinya memberi apresiasi kepada SDI Oebufu yang menurutnya telah mengaplikasikan K13 dalam kehidupan nyata di sekolah.
“Kita harap semua sekolah di Kota Kupang bisa melaksanakan hal yang sama. Setiap momen hari raya keagamaan harus dirayakan dalam lingkungan sekolah. Kegiatannya disesuaikan dengan kondisi dan kesiapan masing-masing sekolah,” ujar Okto.

Sementara Kepala SDI Oebufu, Irma Boimau pada kesempatan itu mengatakan, pembagian daging kurban ini sudah direnacanakan pihaknya. “Setiap momen hari raya keagamaan, kami selalu laksanakan juga di sekolah. Untuk Idul Adha ini kami ingin melakukan pemotongan hewan kurban langsung di sekolah,” ujar Irma.

Dirinya mengharapkan melalui pembagian kurban ini semakin memperkuat toleransi di SDI Oebufu. “Toleransi dan semangat persatuan di sekolah akan semakin bagus dengan pembagian daging kurban di sekolah ini,” kata Irma.

Ketua panitia pelaksana, Dyaharsitowati menjelaskan, ada empat ekor kambing yang dikurbankan. Masing-masing merupakan sumbangan dari guru-guru satu ekor, siswa satu ekor, alim ulama satu ekor dan satu ekor dari seorang ibu guru.(ito/cel)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!