Perlu Pendekatan Baru Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah – Timor Express

Timor Express

OPINI

Perlu Pendekatan Baru Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah

Oleh: Untung Sudrajad

ASN di Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi  Provinsi Nusa Tenggara Timur

 Jumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil dan menengah di Provinsi Nusa Tenggara Timur sampai saat ini sebanyak 103.707 unit, yang terdiri dari Usaha Menengah 2.103 unit (2,03%), Usaha Kecil 24.936 unit (24,04%) dan Mikro sebanyak 76.668 unit (73,93%).

Jumlah pelaku usaha yang cukup besar ini memberikan harapan yang cukup besar bagi kita semua, mengingat para pengusaha inilah yang kita harapkan akan membangun perekonomian Provinsi Nusa Tenggara Timur kedepan dan juga menjadi katub pengaman bagi ledakan pengangguran dari terpaan krisis ekonomi yang sering melanda dunia kita dewasa ini. Tantangan bagi kita adalah bagaimana kita bisa menciptakan lebih banyak lagi wirausaha pemula, memperkuat pengusaha mikro menjadi kecil, memperkuat pengusaha kecil menjadi menengah dan menfasilitasi pengusaha menengah menjadi besar.

UMKM memiliki peran yang sangat penting di Provinsi Nusa Tenggara Timur,  sebagai pemain utama dalam kegiatan ekonomi di berbagai sektor, penyedia lapangan kerja yang terbesar, pelaku  penting dalam pengembangan kegiatan ekonomi lokal dan pemberdayaan masyarakat serta pencipta pasar baru dan sumber inovasi. Pelaku UMKM rata-rata tahan banting dan fleksibel bentuk usahanya dan mampu berpindah jenis usaha dalam tempo yang singkat apabila jenis usahanya jenuh atau bangkrut.

Untuk dapat memberdayakan UMKM maka kita harus menemu kenali beberapa permasalahan yang dihadapi oleh mereka. Beberapa permasalahan yang dihadapi UMKM pada umumnya berkisar pada : (1). Belum memiliki sistem administrasi keuangan dan manajemen yang baik, seringkali tidak ada pemisahan uang pribadi dan modal usaha perusahaan. (2). Belum terbiasa menyusun proposal maupun melakukan studi kelayakan untuk memperoleh pinjaman bank, ketiadaan agunan untuk jaminan bank dan tingginya tingkat bunga pinjaman bagi UMKM. (3). Belum terbiasa menyusun perencanaan bisnis sementara persaingan usaha semakin ketat. (4). Kurangnya akses terhadap perkembangan teknologi produksi sehingga kurang mampu beradaptasi dengan permintaan pasar sementara selera konsumen sering berubah. (5). Keterbatasan didalam mengakses bahan baku berkualitas tinggi akibat persaingan yang ketat. (6). Keterbatasan didalam memperbaiki standard kualitas barang dan peningkatan efisiensi  terutama untuk tujuan ekspor karena selera konsumen berubah dengan cepat, pasar seringkali dikuasai perusahaan besar, dan banyak barang pengganti. (7). Keterbatasan sumber daya manusia yang bekerja di UMKM. (8). Sebagaian besar UMKM belum mempunyai Ijin Usaha / Legalitas usaha.

Begitu banyak permasalahan yang melilit pelaku UMKM namun demikian perlu dicarikan solusi agar mereka mampu keluar dari permasalahan tersebut. Upaya pemberdayaan UMKM tersebut antara lain dapat dilakukan melalui: (1). Pengembangan Sumber Daya Manusia UMKM, beberapa hal mendasar dan perlu dibenahi adalah perubahan mind set pedagang biasa, penjual biasa, pengrajin biasa menjadi mind set entrepreneur. Entrepreneur menurut Ciputra bukanlah pedagang biasa, entrepreneur sejati mampu “Merubah barang rongsokan / kotoran menjadi emas” . Untuk menjadi entrepreneur sejati pengusaha UMKM harus: (a). Memiliki nilai tambah, baik pada kualitas dirinya maupun hasil produksinya. Jika dia seorang pedagang kuliner atau restouran maka makanan yang dijual harus enak, bergisi, sehat, penampilan penyajian makanan bagus/indah dengan restouran dan dapur yang bersih. Jika dia seorang pemilik bengkel maka servicenya harus bagus, cepat, biaya murah, ada hotline service untuk pelanggan yang kendaraannya mogok dijalan dan lain sebagainya. Intinya dia harus mampu memberikan nilai tambah bagi pelanggannya. (b). Mindset plafon rejekinya harus dinaikkan. Pelaku UMKM sebagian besar adalah orang – orang yang sederhana, nerimo apa adanya, jika hasil penjualannya cukup untuk hidup mereka sudah bersyukur. Mind set ini harus dirubah, harus diyakinkan bahwa peluang rejeki bagi entrepreneur tidak ada batasnya. Perlu diajarkan ilmu menunda kesenangan. Entrepreneur sejati setelah menerima keuntungan / penghasilan, sebagian besar akan ditabung untuk persiapan investasi dan sisanya baru dikonsumsi. Pedagang biasa akan mengkonsumsi penghasilannya dulu baru sisanya ditabung. Harus dikenalkan dengan factor kali, yaitu bagaimana melibat gandakan usahanya semakin luas dengan metode waralaba, perubahan metode pemasaran yang lebih canggih dengan jangkauan lebih luas dan lain sebagainya. (c). Pengusaha UMKM harus dikenalkan dengan teknologi informasi. Dijaman keberlimpahan informasi ini, ilmu ada dimana – mana dan dapat dipungut dalam genggaman tangan. Melalui Smartphone kita dapat mengakses youtube dan website untuk mengakses berbagai ilmu pengetahuan praktis. Berbagai cara pengolahan makanan yang baik ada disitu, service kendaraan, desain kemasan, ilmu pemasaran. Semuanya ada. Kita juga bisa memasarkan produk UMKM dengan cepat dengan jangkauan tak terbatas melalui media sosial. Kedepan pelatihan untuk UMKM tidak perlu lagi secara klasikal, dengan duduk ramai – ramai duduk dikelas dengan beberapa instruktur yang mengajar didepan. Kedepan Pembina UMKM cukup membuat website,  kanal – kanal youtube dan  media sosial untuk mengajar dan berinteraksi dengan UMKM binaannya. (d). Pelatihan teknis kewirausahaan, seperti mengenai Administrasi keuangan / akuntansi, penyusunan proposal bisnis dan studi kelayakan, penyusunan perencanaan Bisnis, Total Quality Control dan lain sebagainya. (2). Mempermudah perijinan UMKM melalui pendelegasian Ijin UMKM dari Kabupaten / Kotake Tingkat kecamatan sesuai  Peraturan Presiden Nomor 98 tahun 2014 Tentang Perizinan Usaha Mikro dan Kecil.

(3). Mendekatkan UMKM pada akses Permodalan, untuk meningkatkan akses permodalan upaya melalui upaya mempermudah perijinan usaha / legalitas usaha, meningkatkan literasi keuangan / permodalan, mendorong BUMN/ BUMD untuk menyisihkan sebagian kecil keuntungan dan disalurkan untuk kredit UMKM, mengoptimalkan penyaluran kredit Ultra Mikro dan lain sebagainya. (4). Program Kemitraan, Upaya yang dilakukan melalui program kemitraan adalah mengembangkan program kemitraan. Keterkaitan Hulu-Hilir (forward linkage), Keterkaitan Hilir-Hulu (backward linkage) dan Subkontrak. Di Taiwan perusahaan barang elektronik besar menggandeng pengusaha kecil / industri rumahan untuk memproduksi komponen – komponen produknya dengan standard yang telah ditetapkan, dan perusahaan induk tinggal merakitnya. Kemitraan model ini bukan saja menguntungkan usaha kecil maupun rumahan, akan tetapi juga membuat bisnis perusahaan besar menjadi lebih efisien.(5). Pengembangan Sentra Industri, Upaya yang dilakukan melalui pengembangan sentra industri adalah mengembangkan sentra industri kecil dengan produksi yang saling memiliki keterkaitan. Ini akan memudahkan pemerintah dalam pembinaan dan juga memudahkan konsumen untuk mencari produk yang dibutuhkannya. Selain itu sentra produksi yang terintegrasi pada kawasan tertentu juga membuat proses produksi, distribusi dan pemasaran menjadi semakin efisien. (6). Program Pembinaan, Upaya pemberdayaan yang dilakukan dalam bentuk pembinaan dan pendampingan seperti Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) ataupun pembinaan UMKM dengan jenis usaha pada lokasi tertentu, misalnya melalui Kelompok Usaha Bersama, Inkubasi Bisnis, penyediaan pasar, penyediaan teknologi sederhana dan lain sebagainya.

Sebenarnya program pembinaan oleh pemerintah  maupun swasta sudah banyak dilakukan akan tetapi masih harus dimaksimalkan dengan pola yang lebih terarah dan terintegrasi, program harus berkesinambungan, tidak tumpang tindih, dan pelaku UMKM tidak boleh diperlakukan hanya sebagai obyek binaan temporer. Perlu suatu program yang lebih kolaboratif dan terintegrasi baik disisi perencanaan maupun tataran pelaksanaannya. Dan akhirnya semoga tulisan ini bisa menjadi bahan diskusi bagi kita bersama.  Syaloom. (*)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!