450 Orang Ikut Khitanan Massal – Timor Express

Timor Express

KUPANG METRO

450 Orang Ikut Khitanan Massal

RAMAI. Para peserta khitan didampingi sanak keluarga memadati Klinik Aisyiyah dalam kegiatan khitanan massal, Senin (12/8).

IMRAN LIARIAN/TIMEX

KAYU PUTIH, TIMEX – Sebanyak 450 orang lintas agama dan lintas suku mengikuti khitanan massal yang digelar oleh Pimpinan Wilayah Aisyiyah NTT bekerjasama dengan Yayasan Al Furqon Magelang dan RS Nur Hidayah Bantul Yogyakarta.

Kegiatan tersebut bertempat di Klinik Aisyiyah, Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Oebobo, Senin (12/8). Khitanan massal ini mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Kupang. Pada kesempatan itu, Ketua Panitia pelaksana khitanan massal, Dra. Hj. Ening Murtiningsih M.Pd mengatakan program khitanan massal ini bukan hanya untuk umat muslim semata tapi juga umat non-muslim.
Diakui program ini sangat membantu masyarakat. Hj. Ening menjelaskan bahwa jumlah peserta yang mendaftar di Klinik Aisyiyah untuk dikhitan sebanyak 450 orang. Dari anak-anak sampai orang dewasa.

Khitanan massal ini telah dilaksanakan berturut-turut selama tujuh tahun. “Prinsipnya kita ingin menebar kebaikan kepada siapa saja di seluruh pelosok negeri,” sebut Ketua Tim Rumah Sakit Nur Hidayah Bantul Yogyakarta DR. dr. Sagiran.

Ditegaskan, kegiatan sosial ini tidak memandang suku, ras dan agama. Dia mengaku sangat berbahagia ketika dapat membantu sesama secara sukarela tanpa meminta balasan. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah, Klinik Aisyiyah dan para pihak yang telah membantu menyukseskan kegiatan khitanan massal ini. “Khitanan massal yang kami laksanakan di Klinik Aisyiyah sebanyak 450 orang. Baik anak-anak maupun orang dewasa,” jelasnya. Setelah dari Kota Kupang, timnya bergeser ke Kabupaten TTS. Perlu diketahui pelaksanaan kegiatan khitanan massal dibagi beberapa zona. Yakni, daratan Flores dan sekitarnya, Labuan Bajo dan daratan pulau Timor, Rote, yang berlangsung selama satu minggu di wilayah NTT. “Target kami 5000 orang,” ungkapnya.

Ditanya tentang pemilihan lokasi kegiatan khitanan di wilayah NTT, dr. Sagiran menjelaskan bahwa awalnya mendapatkan informasi bahwa banyak yang belum di khitan. Oleh sebab itu, lanjutnya, jika ada Yayasan atau lembaga terkait lainnya yang dapat bersinergi maka pihak RS Nur Hidayah Bantul Yogyakarta akan turun. Kebetulan Klinik Aisyiyah bersedia untuk memfasilitasi sehingga timnya turun dan menjalankan kegiatan khitanan massal di wilayah Kota Kupang dan sekitarnya.

Sementara di daerah lainnya di NTT juga ada yang bersedia untuk bekerjasama sehingga kegiatan serupa juga dilaksanakan. Diketahui bahwa terselenggaranya kegiatan khitanan massal atas dukungan Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (IWSS) NTT.
Ketua Biro Sosial dan Tanggap Bencana PW IWSS Provinsi NTT, Nurhayati mengatakan kegiatan ini sangat positif. Oleh sebab itu, IWSS NTT juga turut andil menyukseskan kegiatan tersebut. “Kami juga mendaftarkan 24 anak dari KKSS dan IWSS untuk dikhitan,” jelasnya.

Menurutnya, dampak positif setelah dikhitan sangat baik untuk sisi kesehatan. Menariknya, khitanan massal ini bukan diperuntukan untuk umat Islam saja melainkan semua umat beragama. Hal ini juga menambah keakraban dan hubungan persaudaraan antar sesama umat beragama.

Sementara Lazarus Sasfao, warga Kabupaten Kupang salah satu orang tua yang mendaftarkan dua anaknya dalam kegiatan khitanan massal mengaku sangat bangga sekaligus berterima kasih kepada pihak-pihak terkait yang telah menyelenggarakan kegiatan khitanan massal secara gratis. “Program ini sangat bagus karena tidak memilih-milih tetapi melayani semua masyarakat yang mendaftar,” pungkasnya. (mg22/sam)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!