52 Desa Sangat Tertinggal – Timor Express

Timor Express

FLORES RAYA

52 Desa Sangat Tertinggal

KUNJUNGAN. Wakil Ketua TP PKK Provinsi NTT, Maria Fransisca Djogo dan Ketua TP PKK Kabupaten Matim, Theresia Wisang saat melakukan kunjungan kerja ke desa model Satar Tesem, Kamis (8/8) lalu.

FANSI RUNGGAT/TIMEX

BORONG, TIMEX – Dari 159 desa di Kabupaten Manggarai Timur (Matim), ada 52 desa kategori sangat tertinggal. Satunya, Desa Gurung Turi Kecamatan Poco Ranaka.

TP PKK Matim memilih desa itu sebagai desa model. Sementara, TP PKK Provinsi NTT memilih Desa Satar Tesem Kecamatan Poco Ranaka sebagai desa model.

Satar Tesem kondisinya saat ini termasuk dalam kategori desa berkembang. Tentu desa model yang ada akan menjadi pilot project.

Wakil Ketua TP PKK Provinsi NTT, Maria Fransisca Djogo bersama Ketua TP PKK Kabupaten Matim, Theresia Wisang, Kamis (8/8) lalu melakukan kunjungan kerja ke desa model Satar Tesem guna memonitoring dan melakukan supervisi serta bimtek bagi kader di desa model tersebut.

Ketua TP PKK Matim, Theresia Wisang saat ditemui di desa model Satar Tesem menjelaskan, desa tersebut ditunjuk dan dibentuk desa model dari TP PKK Provinsi NTT. Tentu dengan kriteria khusus. Menekankan desa model itu sebagai ruang untuk dikeroyok dengan intervensi program pembangunan.

Dikatakan, intinya ada sinergi kegiatan bersama. Disana nantinya tampak ada geliat pembangunan. Bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan sumber daya manusia seutuhnya. Sehingga menjadi desa unggul dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

“Satar Tesem ditetapkan oleh PKK Provinsi sebagai desa model. Desa ini masuk kategori desa berkembang. Disini kabupaten dan provinsi dibagi tugas untuk sama-sama intervensi program kegiatan pembangunan. Juga kami PKK Matim menetapkan Gurung Turi sebagai desa model. Desa ini sebagai salah satu dari 52 desa sangat tertinggal di Matim,” bilangnya.

Kata Theresia, desa model yang digenjot dan dikembangkan, akan menjadi contoh bagi desa lainnya. Ia mengajak semua sektor terkait untuk melakukan sinergi kegiatan bersama. Sehingga berharap pelaksanaan program desa model dapat berjalan secara baik dan sukses.

“Melalui desa model ini kami harapkan secara bertahap bisa mengeluarkan Kabupaten Matim dari predikat tertinggal. Kami juga mengharapkan melalui desa model ini potensi–potensi yang ada harus dikelola dengan baik. Sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Ketua TP PKK Provinsi NTT, Maria Fransisca Djogo menjelaskan, PKK dan pemerintah ingin bekerja lebih cepat guna mempercepat program pembangunan di Desa Satar Tesem. Selain itu, dalam kunjungan ke Desa Satar Tesem memberi pelatihan bagi kader PKK di tingkat desa. Sekaligus mengecek apa yang menjadi masalah di desa.

“Desa model yang kami tetapkan tujuannya ingin fokus mempercepat program PKK bersama pemerintah. Disini juga selama dua hari tim akan membantu kader guna mendapat ilmu dan praktik soal program PKK. Disini PKK ingin desa model yang ada menjadi desa pembinaan dan menjadi model bagi desa lain di Matim,” ujarnya.

Pantauan Timor Express, kehadiran rombongan Wakil Ketua TP PKK Provinsi NTT dan Kabupaten Matim di Desa Satar Tesem diterima secara adat oleh masyarakat. Hadir juga dalam kunjungan itu, Asisten I Setda Matim, Beni Nahas dan pejabat Pemkab Matim serta pengurus PKK NTT dan kabupaten serta kecamatan. (krf3/ays)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!