Aloysius Bau Rae Hamili Gadis SMP – Timor Express

Timor Express

RAKYAT TIMOR

Aloysius Bau Rae Hamili Gadis SMP

TAHAN. Tersangka Aloysius Bau Rae saat berada di tahanan Kejari Belu, Selasa (13/8).

FRANS KOLO/TIMEX

ATAMBUA, TIMEX – Nasib nahas menimpa Bunga (samaran), siswi salah satu SMP di Kabupaten Belu. Kini, usia kehamilan Bunga memasuki enam bulan.

Bunga disetubuhi berulang kali selama empat bulan sejak Oktober 2018 lalu oleh warga Desa Tasain Kecamatan Raimanuk, Aloysius Bau Rae.

Kasus ini mencuat setelah Bunga kabur dari rumahnya di Kecamatan Raimanuk, 10 Juni lalu. Bunga kabur sekira pukul 21.00 dengan tujuan Kalimantan bersama Aloysius Bau Rae.

Niat kaburnya Bunga bersama Aloysius batal karena ketinggalan bus malam jurusan Atambua-Kupang.

“Dia yang telepon saya untuk kabur ke Kalimantan malam itu. Kami sempat keluar ke jalan raya untuk tunggu bus malam, tapi kami terlambat sehingga kami terpaksa pulang ke saya punya rumah,” ungkap Aloysius Bau Rae usai penyerahan barang bukti dan tersangka ke Jaksa Penuntut Umum Kejari Belu, Selasa (13/8).

Diakui, Bunga sempat nginap bersama Aloysius di rumah Aloysius selama empat hari. “Kebetulan istri dan enam orang anak saya ada urusan keluarga di rumah bapak mantu. Jadi selama beberapa hari dia (Bunga) sembunyi di  rumah saya. Siang saya kerja siram sayur dia sembunyi di hutan. Malam baru kami pulang ke rumah,” jelasnya.

Menurut Aloysius, kasus ini mencuat setelah Bunga tertangkap keluarganya saat mengunjungi rumah salah seorang keluarganya, 14 Juni lalu. “Selama beberapa hari orang tuanya cari karena dia menghilang dari rumah mereka. Kebetulan tanggal 14 Juni dini hari dia mau pergi ke rumah kakaknya di Manlea. Tiba di rumah kakaknya langsung kakaknya giring dia bawa ke rumah orang tua lalu proses damai secara kekeluargaan di kantor desa,”  terangnya.

Walau demikian, upaya damai mentok karena protes istrinya, Talenta de Kole. “Kami sudah sepakat selesaikan secara kekeluargaan yaitu saya denda Rp 15 juta. Tapi istri saya tidak setuju dan lapor ke Polsek Raimanuk tanggal 24 Juni lalu,” kata Aloysius.

Perkembangan proses hukum sampai ke jaksa Kejari Belu setelah Aloysius menjalani masa penahanan sejak 26 Juni. “Tadi baru polisi antar saya ke sini,” katanya usai penyerahan barang bukti dan tersangka.

Aloysius menceritakan, hubungan asmaranya dengan Bunga terjadi sejak Oktober 2018. Saat itu Bunga sementara cuci pakaian di embung dekat lokasi tanam sayur Aloysius.

“Kebetulan sore itu saya pulang rumah agak sedu. Nah saya dalam perjalanan pulang dia panggil saya untuk bertemu di pinggir kolam. Begitu saya mendekat lalu dia bilang istri saya sudah tahu kalau kami dua ada hubungan pacaran. Padahal, selama ini kami dua tidak ada hubungan spesial. Tapi saya dalam hati bilang selama ini kami dua hubungan biasa-biasa sebagai saudara dalam satu suku,” katanya.

Hubungan Bunga dan Aloysius makin mesra setelah keduanya terlibat  hubungan suami istri kali pertama di rumah orang tuanya saat Bunga pulang  sekolah.

“Pagi itu dia mau pergi ke sekolah lalu dia titip HP-nya di saya alasan nanti gurunya sita kalau ketahuan bawa HP ke sekolah. Jadi waktu siang dia pulang sekolah lalu dia pergi ambil HP-nya. Saya kasih HP-nya tapi dia bilang  pulang sama-sama ke rumah saja nanti sampe rumah baru kasih saja. Jadi saya juga ikuti maunya. Nah, sampai rumahnya itulah baru kami hubungan pertama,” katanya.

Setelah melakukan hubungan suami istri di rumah Bunga, hari-hari berikutnya Aloysius dan Bunga melakukan hubungan suami istri di hutan.

“Sebelum orang tuanya tahu hubungan kami, kami sering ketemu di hutan.  Setiap kali mau bertemu, dia sengaja keluar ke cabang lalu telepon saya. Lokasinya sekitar hutan dekat rumahnya,” kata Aloysius. (ogi/ays)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!