Oknum Pedagang Curangi Timbangan – Timor Express

Timor Express

RAKYAT TIMOR

Oknum Pedagang Curangi Timbangan

Tera Alat Ukur

SOE, TIMEX – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten TTS tahun 2019 melakukan tera secara mandiri. Karena, telah memiliki UPT Meteorologi Legal sendiri.

Karena itu, mulai Senin (12/8) melakukan tera terhadap alat ukur di pasar Inpres SoE. Pada kegiatan itu, petugas menemukan berbagai bentuk kecurangan yang dilakukan pedagang untuk meraup keuntungan.

Kecurangan yang dilakukan seperti meletakan benda lain pada alat timbang untuk menambah berat takaran, sehingga takaran barang yang dijual kepada konsumen tidak sesuai dengan takaran sebenarnya. Benda yang diletakan untuk menambah berat takaran berupa batu, besi, uang logam dan jagung.

“Ini tentu sangat merugikan konsumen, karena misalnya gula atau beras yang konsumen beli, ternyata beratnya tidak sesuai dengan yang diharapkan,” ujar Kadis Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten TTS, Frits Tobo disela-sela aktivitas tera alat timbangan milik pedangang di pasar Inpres SoE, Selasa (13/8).

Dikatakan, tera alat ukur timbangan yang dilakukan di pasar Inpres SoE bertujuan untuk melindungi konsumen dari kecurangan oknum pedagang yang menambah benda pada alat timbangnya, sehingga mengurangi berat barang yang dijual. Tera yang dilakukan itu tidak hanya dilakukan di pasar Inpres SoE, melainkan akan dilakukan di seluruh pasar di Kabupaten TTS.

Dari data sementara, alat ukur timbangan yang harus dilakukan tera oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM sebanyak 2.450 alat ukur. “Kami akan lakukan tera pada semua alat ukur pedagang yang tersebar di pasar-pasar yang ada di seluruh Kabupaten TTS,” ungkap Frits.

Ia mengatakan, UPT Meteorologi Legal di Provinsi NTT baru ada di dua kabupaten/kota yakni Kota Kupang dan Kabupaten TTS. Selama ini untuk melakukan tera terhadap alat ukur yang ada di Kabupaten TTS, pihaknya harus meminta UPT Meteorologi Legal Kota Kupang. Karena, Kabupaten TTS telah memiliki Meterologi Legal, maka kegiatan tera terhadap alat ukur yang ada di Kabupaten TTS akan dilakukan rutin dan tepat waktu.

“Sekarang kita sudah bisa lakukan tera terhadap alat ukur yang ada di Kabupaten TTS tepat waktu,” katanya.

Sementara, Kasi Meteorologi Legal Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM, Jekson Kunakore menuturkan, masa berlaku tera sesuai denga regulasi yang berlaku yakni 1,11 bulan. Sesuai dengan peraturan daerah (Perda) Nomor 2/2018 tentang tera alat ukur, maka tahun 2019 pihaknya akan melakukan tera terhadap seluruh alat ukur yang ada di Kabupaten TTS. Karena tera alat ukur timbang, baru dilakukan perdana oleh Pemkab TTS tahun 2019, maka khusus pengusaha UMKM dilakukan secara gratis.

Sedangkan usaha menengah seperti toko-toko akan dikenakan retribusi. “Tahun ini khusus UMKM tera dilakukan secara gratis. Tapi tahun 2020 sudah akan ditarik retribusi,” terangnya.

Dikatakan, bagi pedagang nakal yang menambah beban akan dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan Undang-undang Nomor 2/1981 tentang Meteorologi Legal, alat-alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya yakni penjara satu tahun dan denda Rp 1 juta.

Sanksi tersebut akan diterapkan di Kabupaten TTS mulai tahun 2020 mendatang. Karena itu, ia berharap tidak ada lagi pedagang di Kabupaten TTS yang mencurangi alat timbangnya karena jika ketahuan akan dituntut secara hukum.

“Ke depan kalau ada pedagang yang nakal akan diproses secara hukum,” tandasnya. (yop/ays)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!