Populasi Manusia Tinggi, Ketersediaan Pangan Tidak Mencukupi – Timor Express

Timor Express

SUROSA

Populasi Manusia Tinggi, Ketersediaan Pangan Tidak Mencukupi

NILAI. Ketua TP PKK Kabupaten SBD, Ratu Wula Talu menilai makanan saat lomba cipta menu kreatif berbahan dasar pangan lokal, Rabu (7/8) lalu.

EDY BEREN/TIMEX

Dinas Ketahanan Pangan Gelar Lomba Pangan Lokal

TAMBOLAKA, TIMEX – Memeriahkan Hari Pangan Sedunia yang jatuh pada 16 Oktober mendatang, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) menyelenggarakan berbagai kegiatan. Salah satunya lomba cipta menu kreatif berbahan dasar pangan lokal antara PKK dan kelompok perempuan se-Kabupaten SBD serta lomba kampanye pangan lokal antarsiswa SMA se-Kabupaten SBD.

Kegiatan yang digelar di kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten SBD, Rabu (7/8) lalu, mengangkat tema, ‘Mari Kita Tingkatkan Budidaya dan Konsumsi Pangan Lokal untuk Mendukung Ketahanan Pangan Kabupaten SBD’.

Hadir pada kegiatan tersebut, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten SBD, Yohanes Riti, Ketua TP PKK, Ratu Wula Talu dan sejumlah peserta dari PKK kecamatan, kelompok perempuan dan sejumlah siswa SMA.

Bupati SBD, Markus Dairo Talu dalam sambutan yang dibacakan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Yohanes Riti mengatakan, pada prinsipnya pemenuhan pangan merupakan komponen dasar guna mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. Namun demikian, kenyataan menunjukkan bahwa dengan semakin tingginya populasi manusia, ketersediaan pangan di dunia mulai tidak mencukupi.

Karena itu, diperlukan upaya keras dan terus menerus untuk menjaga kontinuitas ketersediaan pangan.

Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi pangan adalah dengan penganekaragaman pangan yang merupakan upaya meningkatkan ketersediaan dan konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang dan aman berbasis pada sumber daya lokal untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas.

Dikatakan, penganekaragaman pangan perlu dilaksanakan secara fokus mulai dari hulu sampai hilir. Dari aspek hulu dilakukan dengan penyediaan berbagai jenis dan aneka ragam pangan. Dari aspek hilir dilakukan strategi pengembangan pengolahan pangan lokal berbasis industri rumah tangga, inovasi resep menu khas SBD serta kampanye atau promosi untuk mengubah mindset/pola pikir masyarakat dalam pola konsumsi pangan.

“Kita memerlukan  berbagai jenis zat gizi dalam jumlah cukup. Dengan mengonsumsi makanan sehari-hari yang beranekaragam kekurangan zat gizi pada makanan yang satu akan dipenuhi oleh keunggulan zat gizi pada makanan yang lain. Oleh karena itu pola konsumsi pangan merupakan perilaku paling penting yang dapat mempengaruhi keadaan gizi seseorang,” katanya.

Sementara itu, Tania, salah satu peserta dari PKK Wewewa Barat ketika dimintai komentar mengatakan, dirinya sangat bersemangat mengikuti perlombaan tersebut. Sebab, dengan perlombaan cipta menu kreatif berbahan dasar pangan lokal, dirinya dan para ibu dapat membuat sesuatu yang lain dari bahan-bahan lokal yang ada di rumah.

“Banyak bahan makanan yang tiap hari kita lihat di rumah dan kebun. Tapi kebanyakan kita malas makan karena tidak diolah secara baik. Momen ini membuat kami terpacu untuk menciptakan menu yang berbeda dari bahan aslinya. Tentu saja ini akan menjadi makanan yang enak dan menarik untuk suami dan anak-anak di rumah,” katanya.

Dirinya mengajak para ibu rumah tangga untuk kreatif membuat menu baru dari bahan lokal yang ada untuk mencukupi kebutuhan gizi keluarga.

“Kami akan memperbanyak dan membagikan resep masakan yang kami gelar hari ini kepada para ibu di desa-desa, sekalian mengajak mereka untuk kreatif dalam mengolah bahan lokal menjadi makanan yang enak dan bergizi untuk keluarganya,” katanya. (mg28/ays)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!