1.250 Keluarga Kurang Mampu Nikmati Listrik – Timor Express

Timor Express

EKONOMI

1.250 Keluarga Kurang Mampu Nikmati Listrik

NYALAKAN LISTRIK. Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Rida Mulyana didampingi Direktur Pengadaan Strategis 2 PLN, Djoko Raharjo Abumanan, menghidupkan meteran untuk menyalahkan listrik pada salah satu rumah dari keluarga kurang mampu di di Desa Sonraen, Kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang.

IST

Bantuan ASN Kementerian ESDM dan PLN

KUPANG, TIMEX – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PT. PLN (Persero), Rabu (14/8) meresmikan program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) atau sambungan listrik gratis bagi Rumah Tangga (RT) yang belum teraliri listrik di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Peresmian ini ditandai dengan penyalaan sambungan listrik di beberapa rumah tangga kurang mampu di Desa Sonraen, Kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang oleh Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Rida Mulyana. Hadir pula pada kesempatan itu, Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan pada Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Jisman P. Hutajulu, Staf Khusus Menteri ESDM, Irjen Pol. (Purn) E. Widyo Sunaryo, Direktur Pengadaan Strategis 2 PLN, Djoko Raharjo Abumanan. Hadir pula General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTT, Ignatius Rendroyoko dan Kepala Dinas ESDM Provinsi NTT, Jusuf Adoe.

Bantuan sambungan listrik gratis bagi rumah tangga tak mampu di Provinsi NTT kali ini bersumber dari sumbangan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian ESDM bersama PLN dengan total penerima bantuan sebanyak 2.500 RT/KK. Dengan rincian, 1.250 RT di Provinsi NTT dan 1.250 RT di Provinsi NTB.

“Yang dilakukan di NTT ini merupakan bentuk kepedulian dari Kementerian ESDM yang meminta para pegawai untuk menyisihkan penghasilan guna berbagi kepada sodara yg belum bisa menikmati listrik dengan pembiayaan sambungan listrik gratis,” sebut Rida Mulyana.

Sebaran wilayah NTT yang menerima bantuan sambungam gratis meliputi Kabupaten Kupang sebanyak 297 RT, Kabupaten Alor 70 RT, Kabupaten Sikka 412 RT, Kabupaten Flores Timur 19 RT, Kabupaten Lembata 202 RT. Rencananya, penyambungan listrik gratis bagi RT di lima kabupaten di atas akan selesai pada 16 Agustus 2019. Sedangkan tambahan 250 RT di Sumba akan dilakukan di akhir bulan Agustus.

Sementara Direktur Pengadaan Strategis 2 PLN, Djoko R. Abumanan menyampaikan dukungan PLN dalam program bantuan sambung listrik gratis. Sebab hal ini sesuai dengan cita-cita PLN untuk melistriki hingga pelosok Nusantara. Apalagi, Wilayah NTT merupakan salah satu wilayah yang sedang digalakkan percepatan listrik desa demi mengejar target ratio elektrifikasi.

Menurut Djoko, aliran dan kabel listrik sudah ada di depan rumah warga, namun ada rumah tangga yang tidak dapat menikmati listrik karena tidak mampu membayar biaya pemasangan listrik. Jika rumah tangga tersebut dibiarkan tidak teraliri listrik, maka akan menimbulkan kesenjangan sosial yang sangat besar.

“Info yang kami dengar, masyarakat di desa ini mampu untuk bayar listrik bulanan. Tapi untuk biaya sambungan listriknya yang agak berat. Sambung listrik untuk warga tidak mampu ini yang kita dukung, selain untuk meningkatkan ratio elektrifikasi, juga untuk memenuhi unsur energi berkeadilan,” jelas Djoko.

Khusus Wilayah NTT, lanjut Djoko, di tahun 2019 PLN telah memberikan bantuan sambung listrik gratis kepada 11.000 rumah tangga tidak mampu.

“Kami berharap dengan sambung listrik gratis ini bisa meningkatkan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat, serta bisa dimanfaatkan sebaik mungkin untuk warga,” tutur Djoko.

Pembangunan kelistrikan desa yang tengah digarap PLN mandapatkan apresiasi dari Lurah Sonraen, Is Ataupah. Dia mengaku, kehadiran listrik banyak membantu kegiatan warga dan meningkatkan perekonomian warga.

“Bantuan listrik gratis adalah hal yang ditunggu-tunggu warga. Sudah tentu bantuan ini dengan sendirinya akan meningkatkan perekonomian warga,” ungkap Ataupah.

Salah satu warga Sonraen yang menerima bantuan sambung listrik gratis, Dominica Rinesi (28) mengaku bersyukur karena bantuan tersebut sangat mendukung aktivitasnya sebagai pengrajin tenun. Jika sebelumnya, dia hanya menenun dari pagi hingga sore hari, namun kini dia bisa menenun sampai malam hari karena ada cahaya listrik.

“Kehadiran listrik sangat penting untuk keluarga kami. Sekarang saya bisa menenun di siang maupun malam hari. Sebelum ada listrik, dalam waktu satu bulan, saya hanya mampu membuat satu kain tenun berukuran besar. Setelah adanya listrik di rumah, saya mampu membuat tiga sampai empat kain tenun dalam satu bulan. Artinya pemasukan dari tenun naik hingga dua kali lipat,” katanya.

Dominica menambahkan, biaya yang dikeluarkan keluarganya untuk membeli minyak tanah selama ini jauh lebih besar dibandingkan dengan biaya untuk membeli pulsa listrik. Sebelumnya, mereka harus mengeluarkan uang sebesar Rp 75 ribu sebulan untuk membeli minyak tanah, namun sejak litrik masuk, pemakaian untuk dua bulan hanya perlu mengeluarkan uang sebesar Rp 20 ribu – Rp 30 ribu.

Selain penghasilan meningkat dari hasil tenun dan ada penghematan biaya untuk pulsa litrsik, Dominica mengatakan, dengan adanya listrikm anak-anaknya yang duduk di bangku sekolah dasar (SD) bisa belajar dengan tenang di malam hari.

“Sekarang anak kami bisa belajar malam dengan tenang, sebelumnya ketika pakai pelita, anak-anak sering mengeluh sakit mata karena terkena asap. Jadi kami sangat bersyukur adanya bantuan pasang listrik gratis,” ungkapnya. (tom)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!