Ahok Tertarik Potensi TTS – Timor Express

Timor Express

POLITIK

Ahok Tertarik Potensi TTS

DISKUSI. Ahok saat berdialog dengan warga yang datang langsung ke Sekretariat DPC PDIP TTS, Rabu (14/8).

YOPI TAPENU/TIMEX

Tegaskan Siap Investasi di NTT

SoE, TIMEX – Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengunjungi kota SoE, Kabupaten TTS, Rabu (14/8). Di hadapan warga yang memadati Sekretariat DPC PDIP TTS, Ahok menegaskan tertarik dengan potensi pertanian Kabupaten TTS.

Ia menceritakan alasan ia harus menginjakkan kaki di TTS. Pasalnya, ia mendapat arahan dari Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri bahwa TTS merupakan daerah penghasil apel dan jeruk. Bahkan di zaman penjajahan Belanda, TTS menjadi pusat penelitian apel dan jeruk.

Ahok juga mengatakan bersama beberapa rekan, ia akan berinvestasi di NTT. Investasi yang dimaksud adalah mendirikan pabrik pakan ternak. Dan Kabupaten TTS direncanakan menjadi salah satu daerah penyedia bahan baku berupa jagung.

Ahok mengatakan saat ini kebutuhan pakan ternak di Indonesia sangat tinggi. Sementara produksi pakan ternak sangat terbatas. Oleh karena itu, pemerintah terpaksa mengimpor jagung dari Brasil dengan harga yang murah yakni Rp 2.500 per kilogram. Harga jagung impor jagung cukup murah, karena petani di sana menanam jagung menggunakan mesin. Mereka mampu menanam jagung seluas 32 hektar dalam satu jam. “Nah sekarang saya dan kawan-kawan saya sedang berpikir bagaimana bisa datangkan mesin seperti itu di NTT. Tapi pemerintah dan masyarakat harus menyiapkan lahan,” kata Ahok.

Konsep yang akan diterapkan dalam pola kerja sama itu adalah sistim sewa lahan dan bagi hasil. Ahok mengaku tidak ingin masyarakat tidak memiliki tanah. Oleh sebab itu, sistem yang akan dibangun dalam rencana investasi itu adalah sewa lahan dengan pembagian lebih besar untuk pemilik lahan. Selain itu, ia juga membuka kesempatan kepada pengusaha lokal guna memanfaatkan kesempatan itu untuk berinvestasi. Alasannya sistem yang akan dibangun adalah berbasis pemberdayaan masyarakat dan pemberdayaan pengusaha lokal.

Ia pun yakin jika pola kerja yang direncanakan itu dilaksanakan di NTT, maka stigma orang terhadap NTT yang sering dipelesetkan bahwa Nanti Tuhan Tolong (NTT) dan stigma-sigma negatif lainnya tidak akan ada lagi. “Jadi saya inginkan untuk bangun ekonkmi itu mulai dari masyarakat. Itu baru dinamakan ekonomi kerakyatan. Karena saya dan Pak Gubernur dan Wakil Gubernut NTT itu adalah teman, jadi saya berencana temui beliau berdua. Meski kami beda partai politik, tapi kalau kita punya kerinduan yang sama, tidak masalah. Asal rakyat senang, beda partai itu tidak soal,” terang Ahok.

Pada kesempatan itu, Ahok menyampaikan rasa terima kasihnya kepada masyarakat Kabupaten TTS, karena ia yakin bahwa selama ia di penjara, banyak warga TTS yang mendoakan dirinya, bahkan tidak sedikit yang menangis. Atas doa banyak orang, termasuk masyarakat TTS, sehingga ia mampu menjalani masa “sekolah” itu dengan tulus hati.

Ketua DPD PDIP NTT, Emilia Nomleni mengatakan mendatangan Ahok di NTT dan khususnya di Kabupaten TTS bertujuan untuk sharing ekonomi kerakyatan. Meski demikian, Ahok bukanlah milik PDIP semata melainkan milik semua masyarakat yang bekerja untuk keadilan bagi bangsa dan negara. “Jadi siapapun dia dan dari partai manapun, mari kita bekerjasama denga Pak Ahok untuk bangun NTT ke depan,” kata Emilia.

Ketua DPC PDIP Kabupaten TTS, Mordikai Liu menuturkan, kedatangan Ahok di TTS mengobati kerinduan masyarakat TTS. Karena prestasi kerja yang berujung penjara membuat masyarakat TTS cukup terpukul dengan kondisi itu. Dengan kedatangan Ahok di TTS, diharapkan ke depan muncul ahok-ahok lainnya dari TTS. Pasalnya, NTT merindukan sosok pemimpin seperti Ahok yang berani mengambil keputusan tegas, sesuai dengan regulasi dan berpihak kepada kepentingan publik. “Kami yakin ke depan pasti ada sosok ahok dari TTS,” papar Mordikai.

Pantauan koran ini, Ahok dan rombongan sebelum sampai ke So’E terlebih dahulu mampir di Pusat Pelatihan Misi Terpadu (PPMT) SoE yang ada di Desa Benlutu, Kecamatan Batuputih pada pukul 12.20. Ia sempat berdiskusi dengan Gembala PPMT SoE, Jhon steven Tio. Ahok dan rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju So’E. Saat tiba di SoE, Ahok dan rombongan terlebih dulu dijamu makan siang bersama Bupati TTS, Egusem Piter Tahun, mantan Bupati TTS, Paulus V. R. Mella dan sejumlah tokoh.

Setelah itu, Ahok dan rombongan kembali ke kantor DPC PDIP Kabupaten TTS untuk berdialog dengan masyarakat dan kader partai. (yop/sam)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!