Pameran Hidupkan Wisata Lasiana – Timor Express

Timor Express

METRO

Pameran Hidupkan Wisata Lasiana

PEMBUKAAN. Wakil Gubernur NTT, Josef Nai Soi membuka pameran ditandai pemukulan gong di Pantai Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Rabu (14/8).

INTHO HERISON TIHU/TIMEX

Peserta Bertambah, 57 Stan dan 75 UMKM Bersaing

KUPANG, TIMEX – Kawasan Wisata Pantai Lasiana, Rabu (14/8) petang dibanjiri ribuan warga. Objek wisata yang mulai redup ini pun jadi ajang pameran pembangunan yang digelar Pemerintah Provinsi NTT. Pameran akan berlangsung selama empat hari, yakni 14-18 Agustus 2019.

Sebanyak 57 stan dan 75 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dilibatkan pada kegiatan pameran pembangunan dan hiburan rakyat dalam rangka peringatan HUT ke-74 RI di Pantai Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang itu.

Stan yang ada merupakan instansi pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Sedangkan UMKM merupakan milik masyarakat yang memamerkan aneka produk olahan makanan dan minuman.

Pameran pembangunan dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur NTT Josef A. Nae Soi. Tampak hadir Ketua DPRD NTT, Anwar Pua Geno, Sekda NTT, Ben Polo Maing, Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe dan forkompimda NTT serta ribuan warga Kota Kupang.

Ketua Panitia Aba Maulaka kepada Timor Express mengatakan kegiatan tersebut terselenggara mulai 14 Agustus dan berakhir 18 Agustus 2019. Alasan memilih lokasi di Pantai Lasiana karena pemerintah ingin mensosialisasikan destinasi wisata alam di NTT.

Jumlah stan yang ikut menyukseskan pameran tersebut sebanyak 57 stan. Tujuh stan lainnya berasal dari kabupaten-kabupaten sementara sisanya berasal dari instansi pemerintahan provinsi dan Kota Kupang. Ada pula dari LSM, UMKM dan perguruan tinggi.

Aba mengaku selain stan, ada pula kelompok usaha yang berjualan di lokasi tersebut sebanyak 75 kelompok. UKM itu menjual makanan dan minuman seperti jagung bakar, pisang, kelapa muda dan prodak olahan lainnya tanpa membangun stan. “Kita mengimbau agar masyarakat bisa berkunjung dan menyaksikan informasi-informasi yang ditampilkan di masing-masing stan,” ujarnya.

Ditambahkan, melalui penyelenggaraan pameran, ada keterbukaan informasi pemerintahan. Stan dari perangkat daerah harus menyajikan program dan kebijakan yang berhubungan dengan kesejahteraan masyarakat.

Kadis Kominfo NTT ini menambahkan tahun lalu, jumlah peserta hanya 40 stan. Sementara tahun ini meningkat lebih dari 10 persen. Dari aspek penyajian materi juga tidak sama karena masing-masing stan menampilkan program dan kebijakan yang diterapkan di masing-masing instansi. “Tahun lalu kalau tenun ikat, semua tenun ikat. Namun kali ini tidak. Kali ini berbasis kebijakan dan program jadi tidak sama dan lebih menyentuh,” katanya.

Pada kesempatan tersebut ia mengimbau agar masing-masing daerah bisa melakukan hal yang sama agar suatu saat kegiatan ini tidak hanya dilakukan untuk perayaan HUT proklamasi dengan bentuk lain.

Lokasi pameran, kata Aba, dibagi menjadi tiga bagian yakni lokasi pertama tepatnya pintu masuk untuk NTT Bangkit. Bagian tengah untuk masyarakat sejahtera dan terakhir untuk UMKM.

Sementara Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi dalam sambutannya mengatakan saat ini masyarakat masih dijajah oleh kemiskinan, keterbelakangan, stunting yang tinggi, gizi buruk, aksesibilitas sehingga melalui momentum HUT RI dapat menuntaskan semua penjajahan itu. “Dalam konteks NTT, kita masih banyak kekurangan. Kita masih banyak bentuk-bentuk penjajahan terhadap daerah kita, bahkan tingkat korupsi di Indonesia menempatkan NTT pada peringkat ke-4. Ini menunjukkan penjajahan baru,” ujarnya.

Sebagai pimpinan di Provinsi NTT, mengajak masyarakat dari semua tingkatan dan berbagai latar belakang untuk bahu-membahu dengan visi dan misi bangkit menuju sejahtera. “Tidak ada waktu lagi. Tidak ada alasan lagi, maka melalui momen ini mari kita refleksikan diri masing-masing, apa yang sudah kita buat untuk provinsi NTT sehingga kita bisa merubah kondisi ini melalui talenta kita masing,” ujarnya.

Pada acara pembukaan, Wakil Gubernur berkesempatan meresmikan dan melaunching aplikasi E-Surat yang dicanangkan oleh pemerintah daerah dan aplikasi Tapaluk. Selain itu, membuka lomba toilet bersih yang akan dinilai selama tiga bulan ke depan. Usai acara pembukaan dilanjutkan dengan pemantauan seluruh stan yang berpartisipasi. (mg29/sam)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!