Merasa Tidak Adil, Minta Perlindungan Hukum ke Kejaksaan Agung – Timor Express

Timor Express

RAKYAT TIMOR

Merasa Tidak Adil, Minta Perlindungan Hukum ke Kejaksaan Agung

Pemberhentian Tidak Dengan Hormat Rosalina Kase Sebagai PNS (3)

Rosalina Kase menduga, ditetapkan dirinya sebagai tersangka, karena ada keterangan dari kepala dinas, bendahara dan PPTK waktu itu sekretaris dinas, kalau ia yang perintah untuk membayar. Sehingga ketika Rosalina dipanggil sebagai saksi untuk panitia Provisional Hand Over (PHO), majelis hakim panggil bendahara dan meminta bukti kalau PPK yang perintah membayar. Namun bendahara tidak bisa menunjukkan bukti kepada majelis hakim.

ORANIS HERMAN, Kupang

SURAT permohonan pembayaran dari kontraktor untuk PPK tidak pernah dikasih ke Rosalina. “Jadi majelis hakim tanya, waktu bayar PPK tahu? Bendahara bilang tidak tahu. Memang saya tidak tahu apa-apa karena saya bukan pejabat pengelola keuangan. Bukan tanda tangan saya baru uang keluar. SP2D keluar karena tanda tangan sekretaris dinas, bendahara dan kepala dinas. Berita acara PHO itu lampiran. Tapi farlope saya sudah ditipu,” ungkapnya.

Rosalina mengaku, sejak ditetapkan dirinya sebagai tersangka, suaminya jatuh sakit. Proses hukumnya pun sempat di pending karena ia harus mendampingi suaminya berobat di Surabaya sekira tujuh bulan. Setelah kembali berobat dari Surabaya, bulan Oktober suaminya meninggal dunia.

“Pada tanggal 23 November saya dipanggil untuk diperiksa dan ditahan. Mau ditahan itu, PH saya minta penangguhan karena belum 40 hari suami saya meninggal. Jadi ada penangguhan,” katanya.

Setelah seorang diri ditinggal suaminya, Rosalina tidak patah semangat. Ia terus berupaya dengan mendatangi Kejaksaan Agung RI untuk mencari keadilan.

“Di Kejaksaan Agung saya minta perlindungan hukum. Karena saya rasa tidak adil,” ujarnya.

Di Kejaksaan Agung, Rosalina diminta untuk lapor jaksa penyidik di Kejaksaan Negeri TTS ke Komisi Kejaksaan. Selain itu diminta membuat surat mengungkap perilaku jaksa penyidik yang secara dini menetapkan dirinya sebagai tersangka.

Setelah upaya mencari keadilannya gagal, Rosalina dipanggil dan dijebloskan ke LP dewasa, 7 Juli 2011. “Setelah lima hari baru ada surat penahanan dari Pengadilan Tipikor. Jadi saya berpikir, selama lima hari saya ditahan tanpa ada surat penahanan. Rosalina menjalani hari-harinya selama 1 tahun 2 bulan di LP dewasa Kupang dan keluar bulan Agustus 2012. (*)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!