Paguyuban Bakalikat Maumere Memukau dengan Tarian Tu’a Reta Lo’u – Timor Express

Timor Express

SUROSA

Paguyuban Bakalikat Maumere Memukau dengan Tarian Tu’a Reta Lo’u

TARIAN. Panguyuban asal Kabupaten Sikka di Waingapu Kabupaten Sumba Timur membawakan tarian saat karnaval menyambut HUT ke-74 RI, Selasa (13/8).

SEPRITUS TANGARU MAHAMU/TIMEX

WAINGAPU, TIMEX – Panguyuban asal Kabupaten Sikka di Waingapu Kabupaten Sumba Timur yang dikenal dengan Bakalikat Maumere, turut ambil bagian dalam karnaval menyambut HUT ke-74 RI. Karnaval digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumba Timur, Selasa (13/8).

Karnaval diikuti semua paguyuban yang ada di Waingapu. Seperti paguyuban Jawa, Bali, NTB, Sumba Tengah, Sumba Barat, Timor, Manggarai, Ngada, Ende, termasuk paguyuban Bakalikat Maumere Kabupaten Sikka serta paguyuban daerah lain.

Selain peserta paguyuban, ada juga peserta dari semua dinas, badan, bagian lingkup Pemkab Sumba Timur, instansi vertikal, BUMN, BUMD dan lembaga swasta serta tim- olahraga bela diri seperti Taekwondo, Kempo dan perguruan bela diri lainnya.

Paguyuban Bakalikat Maumere menampilkan sejumlah tarian adat Sikka dan tarian kreasi asal Sikka, dengan alunan musik tradisional Sikka gong waning dan musik-musik modern yang semuanya adalah hasil karya anak-anak atau du’a mo’at dari Nian Tana Sikka.

Penampilan tarian adat dan tarian kreasi, mampu menghipnotis puluhan ribu pasang mata yang memadati bahu kiri dan kanan jalan yang dilewati. Bahkan, sejumlah penonton juga turun menari bersama dan juga ada yang mengabadikan momen langkah setahun sekali itu.

Ketua paguyuban Sikka, Boy Bura usai karnaval kepada wartawan menjelaskan, tarian tu’a reta lo’u atau tarian di atas bambu merupakan tarian adat Sikka yang bercerita tentang pengintaian musuh dalam medan perang.

Tarian itu menggambarkan keterampilan masyarakat Sikka di mana para pria (ata lamen) dalam berperang. Maksud penari berputar ke segala arah saat berada di atas pucuk bambu seperti sedang memantau keadaan musuh di sekeliling, di mana ketangkasan perang wajib dimiliki oleh setiap laki-laki.

Sedangkan tarian hegong, jelas Boy adalah tarian kebesaran bagi masyarakat Sikka. Tarian tersebut digunakan oleh masyarakat Sikka sejak nenek moyang sebagai lambang penerimaan/penyambutan tamu terhormat maupun acara adat lainnya seperti pesta adat dan perkawinan.

Sementara wakil ketua paguyuban Sikka, Niko Pitang mengatakan, paguyuban Bakalikat Maumere yang ada di bumi matawai amahu pada njara hamu juga ikut ambil bagian menampilkan tarian adat Sikka, sebagai bentuk menjaga dan mewariskan budaya Sikka. Selain itu, memeriahkan HUT ke-74 RI serta bagian dari mempromosikan budaya Sikka di daerah lain agar lebih dikenal.

“Ini bentuk kita menjaga dan mewariskan budaya Sikka. Kita juga turut memeriahkan HUT RI di bumi matawai amahu pada njara hamu,” imbuhnya.

Ketua Bidang Humas Paguyuban Bakalikat Maumere, Robert Ropo menambahkan, paguyuban Bakalikat Maumere juga menampilkan sejumlah tarian adat lain seperti tarian Rokatenda serta tarian kreasi lain Nong Mari Nong, tarian putar ke kiri dan ke kanan dan sejumlah tarian lain dengan alunan musik khas Sikka yang semuanya adalah hasil karya dari anak-anak atau du’a mo’at Sikka.

Robert menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Sumba Timur, panitia pelaksana dan aparat keamanan yang telah dengan caranya masing-masing mendukung dan memberikan ruang bagi paguyuban Bakalikat untuk turut ambil bagian meramaikan jalannya karnaval.

“Juga bagi media yang mempublikasinya. Sebab, sebesar atau semeriah apapun dilakukan, tanpa dukungan media tak mungkin akan menjadi terkenal. Kiranya Tuhan yang dapat membalas budi baik bapak ibu sekalian,” pungkas Robert. (mg31/ays)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!