Koalisi di DPRD, Bisa Lanjut ke Pilwalkot – Timor Express

Timor Express

NASIONAL

Koalisi di DPRD, Bisa Lanjut ke Pilwalkot

KOALISI. Pengurus Partai Hanura, PSI dan Partai Berkarya pose bersama lima anggota DPRD Kota Kupang terpilih saat deklarasi di Lantai 18 Hotel Aston Kupang, Sabtu (17/8).

ISTIMEWA

Hanura-PSI-Berkarya Bentuk Fraksi Gabungan

KUPANG, TIMEX – Partai Hanura, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan Partai Berkarya sepakat membentuk fraksi sendiri di DPRD Kota Kupang. Namun, tak menutup kemungkinan bisa berlanjut ke pesta demokrasi 2022 mendatang.

Hal ini terungkap dalam deklarasi ketiga partai yang berlangsung di Lantai 18 Hotel Aston Kupang, Sabtu (17/8). Hadir pada kesempatan itu, Ketua DPD Partai Hanura NTT, Refafi Gah dan Sekretaris, Sipri Ritan, Ketua DPW PSI NTT, Christian Widodo dan sekretaris, Ketua DPD Partai Berkarya Kota Kupang, Habde Dami dan pengurus ketiga parpol.

Deklarasi tersebut untuk menyatukan tiga kursi dari Hanura dan dua kursi lain dari PSI dan Partai Berkarya. Sehingga fraksi tersebut terdiri dari lima kursi di DPRD Kota Kupang.

Kelima anggota DPRD terpilih, yakni Diana Oktafiana Bire, Dominggus Kale Hia, Mokris Lay dari Hanura, Jeftha Sooai dari PSI dan Satrio J. Pandie dari Partai Berkarya.

Ketua DPD Hanura NTT, Refafi Gah pada kesempatan itu mengatakan, koalisi tersebut merupakan sebuah tuntutan untuk memenuhi aturan sebagai sebuah fraksi. Ketiga parpol ini membangun kebersamaan, karena ada kesamaan visi, sehingga cocok untuk membangun sebuah fraksi. Tujuannya memperjuangkan aspirasi masyarakat Kota Kupang.

“Kita deklarasikan untuk menunjukkan kepada masyarakat Kota Kupang bahwa di sana ada sebuah kekuatan politik yang dibangun oleh tiga partai, menjadi sebuah fraksi. Membangun kesamaan visi dan kekuatan dukungan aspirasi masyarakat,” kata Refafi yang juga terpilih menjadi anggota DPRD NTT itu.

Hal senada juga diungkapkan Ketua DPW PSI NTT, Christian Widodo. Menurut Chris, kesepakatan itu berangkat dari PP Nomor 12 Tahun 2018 bahwa fraksi adalah pengelompokan anggota DPRD berdasarkan konfigurasi parpol peserta pemilu. Dari situ, pihaknya memilih bergabung bersama partai-partai yang mempunyai visi dan misi yang sama.

“Ibarat lidi, kalau sendirian gampang patah. Tetapi kalau kita bersatu, pasti susah patah. Jadi kami merasa bahwa bersama Hanura dan Berkarya, kami bisa satu frekwensi yang sudah pasti berjuang untuk kesejahteraan masyarakat,” sambung Chris yang juga terpilih sebagai anggota DPRD NTT dari daerah pemilihan Kota Kupang.

Sementara Habde Dami menambahkan, koalisi tersebut terbangun atas pertimbangan, yakni alasan politik, ideologis dan juga alasan pragmatis. Dari segi politik, ketiga parpol tersebut menurut Habde memiliki platform politik yang sama. Dari segi pragmatis bahwa ada gabungan antara yang muda, yang sudah berpengalaman, baik yang mantan birokrat maupun profesional dan lainnya.

Sementara dari sisi ideologis, semua partai memiliki basis yang sama, yakni Pancasila sebagai dasar negara. Inilah yang membuat Partai Berkarya mau bergabung di dalam koalisi tersebut. “Dengan pertimbangan politis, pragmatis dan ideologis itu. Jadi ini koalisi yang bukan dibangun di bawah meja secara diam-diam. Tetapi dideklarasikan. Kita ingin terbuka, transparan dan silakan masyarakat kritisi kalau teman-teman di parlemen nanti tidak bekerja baik,” tandasnya.

Menariknya, saat ditanya Timor Express terkait kemungkinan berkoalisi di Pilwalkot 2022 mendatang, para pimpinan partai tersebut mengakuinya. Refafi Gah mengatakan, setiap partai politik memiliki keinginan untuk bisa bertarung lewat sebuah fraksi di pemilihan kepala daerah. “Kalaupun pada tahun itu (2022) ada kader-kader dari berkarya, PSI atau Hanura yang ingin bertarung pada 2022, tentu kami akan bersepakat untuk mendorong agar masyarakat Kota Kupang tahu bahwa tiga parpol itu ada di Kota Kupang,” tegas Refafi.

Hal senada juga diungkapkan Habde Dami. Menurut dia, koalisi yang dibangun tersebut dibangun terutama untuk memperkuat fungsi mereka di parlemen. Menyuarakan hak-hak masyarakat dengan menjalankan tiga fungsi DPRD. “Namun untuk 2022, tidak menutup kemungkinan. Bahwa politik ini selalu bersifat banyak kemungkinan. Ini soal seni saja. Tapi hari ini publik mengetahui bahwa sudah ada komitmen politik di antara tiga partai. Dimana kita memperkuat posisi di DPRD,” tutup mantan Sekda Kota Kupang itu. (cel/sam)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!