Lima Pejabat Diseleksi – Timor Express

Timor Express

KUPANG METRO

Lima Pejabat Diseleksi

ILUSTRASI; NET

Mutasi Eselon II 

KUPANG, TIMEX – Pemerintah Kota Kupang melakukan seleksi bagi lima pejabat eselon II. Panitia Seleksi (Pansel) bekerja sejak Kamis (15/8) sampai Jumat (16/8).

Hal ini diungkapkan Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kupang Elvianus Wairata, saat diwawancarai, Jumat (16/8) di ruang kerjanya.

Elvianus mengatakan, karena pelaksanaan pansel ini bertepatan dengan agenda sidang II bersama DPRD Kota Kupang, maka seleksi untuk lima pejabat ini juga diatur agar tidak terjadi kendala terurama pada persidangan.

“Jadi kemarin yang sudah mengikuti tes yaitu pak dr Ari Wijana,  Filmon Lulupoy dan Jefrry Pelt. Lalu dilanjutkan dengan Jhon Pelt dan drg Retnowati, sehingga hasilnya akan dilihat nanti hari senin atau selasa,” kata Elvianus.

Dia mengungkapkan, setelah kelima pejabat ini mengikuti seleksi,  maka hasilnya akan diserahkan kepada Wali Kota Kupang sebagai pejabat pembina kepegawaian, selanjutnya nanti akan dikirimkan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) untuk diberikan rekomendasi.

“Setelah kami mendapat izin dari KASN, barulah kita bisa melakukan pelantikan untuk lima pejabat ini, karena memang aturannya seperti itu,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Kota Kupang,  Jeffry Pelt, mengatakan, dirinya sudah mengikuti seleksi dan hal ini merupakan hal biasa dalam sebuah birokrasi pemerintahan.

“Sebagai ASN kita bersedia ditempatkan di mana saja. Terkait tempat lama, tempat baru, tentu itu hanya terkait tempat,  jabatan adalah kepercayaan yang harus dijalankan secara baik,  karena kami dibiayai oleh negara dan harus menjalankan tugas dimana saja,” ujarnya.

Menurut Jeffry Pelt, sebagai ASN dirinya siap untuk ditempatkan dimana saja, karena itu merupakan kewenangan kepala daerah, dan sebagai ASN, dia bersedia menjalankan semua tugas dan tanggungjawab yang diberikan.

Sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, maka pelaksanaan seleksi bagi lima jabatan eselon II yang diroling digelar pada Kamis (15/8).

Hal ini disampaikan Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Kupang, Ade Manafe, saat diwawancarai di kantor DPRD Kota Kupang, belum lama ini.

Ade Manafe menjelaskan, tanggal 13 Agustus merupakan hari terakhir batas waktu pengumpulan makalah untuk lima pejabat eselon II yang akan mengikuti selsksi untuk diroling.

“Jadi makalah itu isinya tentang materi sesuai dengan jabatan yang mereka mau duduki, dan makalah itu akan diuji oleh tim pansel yang sudah ada, yang diketuai oleh Penjabat Sekda Kota Kupang Elvianus Wairata,” katanya.

Dijelaskan, lima jabatan yang akan mengikuti seleksi untuk diroling yaitu, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda), dan Badan Keuangan dan Aset Daerah.

Ade menambahkan, jika memang nantinya ada pejabat yang tidak mengikuti pansel, maka tentunya pejabat tersebut sudah siap menanggung semua risiko yang akan terjadi.

“Karena namanya sebuah jabatan merupakan sebuah kepercayaan yang diberikan oleh pimpinan, tentu kita juga melaksanakannya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Apabila ada yang tidak mengikuti, maka siap menerima risiko dan artinya tidak mau mengikuti perintah pimpinan,” tegasnya.

Menurut Ade, sesuai Peraturan Presiden (PP) 53 tentang disiplin Pegawai Negeri Sipil dan kode edit dan kode perilaku oleh pegawai negeri sipil, maka semua pegawai wajib mengikuti perintah pimpinan.

“Kita targetkan dalam bulan Agustus ini semua proses sudah berjalan dan bisa dilakukan mutasi atau roling lima jabatan ini. Karena setelah tahapan pansel, hasilnya akan dikirim kembali ke Komisi Aparatur Sipil Negara agar diberikan rekomendasi pelantikan, selanjutnya barulah kita bisa melakukan pelantikan,” ungkapnya.

Dia mengaku, dalam bulan Agustus ini tentunya sudah bisa dilakukan roling lima jabatan eselon II, sementara berkaitan dengan mutasi eselon III dan IV, pihaknya masih menunggu instruksi pimpinan, dalam hal ini Wali Kota Kupang.

Selanjutnya kata Ade, barulah akan dibuka pendaftaran seleksi untuk pengisian jabatan esleon II yang kosong, sekaligus seleksi pengisian jabatan Sekda definitif.

“Memang membutuhkan waktu yang panjang, karena untuk mendapatkan pejabat yang benar-benar berkualitas, perlu adanya tes dan seleksi agar kita bisa mengetahui kemampuan pejabat tersebut, apakah pantas menduduki jabatan yang dipercayakan atau tidak,” ujarnya.

Terpisah, Ketua Fraksi Gerindra Mery Salouw, mengatakan, pemerintah harus segera memproses mutasi agar birokrasi di Pemkot Kupang bisa berjalan dengan baik.

“Tentu kami mendukung agar pemerintah bisa bekerja secara maksimal, menjalankan visi dan misi kepala daerah, tetapi bagaimana bisa berjalan dengan baik jika banyak OPD yang dijabat oleh pelaksana tugas, maka tentunya akan memperlambat pekerjaan,” ujarnya.

Mery mengungkapkan, sudah hampir memasuki dua tahun masa kepemimpinan Wali Kota Jefri Riwu Kore dan Wakil Wali Kota Hermanus Man, tentunya bukan hanya perubahan dalam pembangunan saja yang diharapkan, tetapi juga perubahan dalam penataan birokrasi.

“Kami mendukung kerja pemerintah agar segera memproses pejabat Sekda definitif, juga memproses pengisian jabatan-jabatan yang kosong, agar program-program pemerintah itu bisa berjalan secara baik,” terangnya.

Mery menegaskan agar jangan sampai berakhirnya masa jabatan penjabat Sekda yang ketiga ini, pemerintah belum juga mendapatkan Sekda definitif.

“Jika memang membutuhkan waktu lama, maka tentu masa jabatan penjabat Sekda harus diperpanjang atau apakah harus diganti lagi dengan orang baru. Ingat bahwa sudah tiga kali kita mengganti penjabat Sekda, dan sampai sekarang belum ada hasil yang baik dalam masalah proses seleksi jabatan Sekda yang definitif,” ungkapnya. (mg25/joo)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!