Perindo-PAN Koalisi, PPP Menggantung – Timor Express

Timor Express

POLITIK

Perindo-PAN Koalisi, PPP Menggantung

Koalisi DPRD Kota Kupang

PKB Kian PD, Demokrat Terbuka

KUPANG, TIMEX – Jumlah fraksi di DPRD Kota Kupang semakin jelas. Lima partai politik dipastikan akan berdiri sendiri untuk membentuk fraksi. Selain itu, masih ada tiga fraksi lain.

Dua di antaranya, yakni Hanura-PSI-Berkarya yang sudah deklarasi menjadi satu fraksi dan Perindo-PAN yang sudah memastikan akan berkoalisi.

Bahkan tidak menutup kemungkinan juga koalisi itu dibawa sampai Pemilihan Wali Kota Kupang 2022 mendatang. Sejumlah pimpinan partai politik pun sudah mengonfirmasi terkait kemungkinan koalisi menuju pilwalkot tersebut.

Ketua DPW Partai Perindo NTT, Jonathan Nubatonis yang dikonfirmasi Timor Express, Senin (19/8) membenarkan, partainya sudah sepakat dengan PAN untuk membentuk satu fraksi. “Dengan PAN sudah pasti. Memang ada beberapa partai lain yang menawarkan untuk kami bersama-sama. Tapi yang sudah pasti itu dengan PAN,” kata Jonathan.

Mantan anggota DPD RI itu menambahkan, keputusan tersebut diambil karena ada kesamaan antara kedua partai. Perindo dengan dua kursi dan PAN dengan tiga kursi. “Soal pimpinan fraksi, itu kami serahkan ke PAN. Karena yang paling penting adalah anggota harus tajam di parlemen,” sambung dia.

Jonathan juga tidak menampik saat ditanya terkait pilwalkot 2022 nanti. “Kemungkinan ke sana (pilwalkot) itu ada. Itu juga tugas parpol. Namun yang penting sekarang manfaatkan fungsi dewan dengan baik. Karena pilkada itu tugas kedua,” imbuhnya.
Perolehan kursi di DPRD Kota Kupang, yakni PDIP, Nasdem, Gerindra dan Demokrat masing-masing meraih lima kursi. Golkar dan PKB masing-masing empat kursi. Hanura dan PAN masing-masing tiga kursi, Perindo dan PPP dua kursi, serta Berkarya dan PSI masing-masing satu kursi.

Lima parpol yang tidak memenuhi syarat untuk membentuk satu fraksi sudah menentukan sikap. Hanura-PSI dan Berkarya satu fraksi dan PAN-Perindo satu fraksi.

Yang menarik, PPP dengan kekuatan dua kursi masih menggantung. Ketua DPW PPP NTT, Jaenudin Lonek yang dikonfirmasi terpisah mengakui, sampai saat ini PPP belum menentukan sikap. Sebagai pimpinan di tingkat provinsi, dirinya akan berkoordinasi dengan pimpinan PPP di Kota Kupang.

“Undang-undang mengatakan, parpol yang fraksi penuh atau lengkap, tidak bisa menolak parpol yang tidak lengkap satu fraksi. Jadi PPP kemungkinan bergabung dengan salah satu fraksi yang sudah lengkap,” jelas Jaenudin.

Disinggung mengenai koalisi dengan Partai Demokrat, dia menjawabnya diplomatis. “Ya, ada Demokrat, Nasdem, PDIP dan lainnya. Intinya koalisi di daerah itu tidak bergantung pada koalisi di tingkat pusat atau provinsi. Sistemnya local wisdom dan fleksibel,” tambah dia.

Sekadar tahu, dalam pilwalkot 2017 lalu, PPP bergabung dengan koalisi Demokrat yang memenangkan Jefri Riwu Kore-Herman Man. Namun Jaenudin kembali tegaskan, penentuan final akan dilakukan setelah pelantikan dan pembentukan panitia khusus (Pansus) untuk pembahasan tata tertib (Tatib) dewan.

Sementara itu, Ketua DPC PKB Kota Kupang, Daniel Hurek yang dikonfirmasi mengatakan PKB untuk pertama kalinya bisa membentuk fraksi murni di DPRD Kota Kupang karena berhasil meraih empat kursi. Ini merupakan catatan sejarah bagi PKB. Terkait koalisi, Daniel menjelaskan pihaknya sangat terbuka jika ada partai yang ingin bergabung dengan PKB. Namun sejauh ini komunikasi dengan partai lain masih sementara berjalan. Oleh karena itu, tidak menutup kemungkinan ada yang bergabung dengan PKB. Namun, jika tidak ada pun, PKB sudah bisa berdiri sendiri dengan fraksi penuh. “Kita sudah menjadi Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa. Ini sejarah buat PKB,” tegas mantan Wakil Wali Kota Kupang ini.

Terpisah, Ketua DPC Partai Demokrat Kota Kupang, Herry Kadja Dahi mengatakan Partai Demokrat kali ini menyumbang lima kursi. Oleh karena itu, membentuk fraksi sendiri. Pada periode lalu Demokrat juga membentuk fraksi sendiri dengan empat kursi.
Dengan demikian, tanpa partai lain pun tak ada pengaruhnya untuk Partai Demokrat. Namun, menurutnya, Demokrat juga tidak menolak jika ada yang ingin bergabung.

Herry juga mengatakan pihaknya telah mengirim tiga nama ke DPP Partai Demokrat sebagai calon ketua fraksi. Ketiga nama itu yakni Maudy Dengah, Ebet Manafe dan Eldy Kana. “Kita berharap sudah ada penetapan sebelum tanggal 26 Agustus,” kata Herry.
(cel/sam)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!