Undana Hasilkan Mesin Pengolah Sampah Plastik – Timor Express

Timor Express

KUPANG METRO

Undana Hasilkan Mesin Pengolah Sampah Plastik

TEMUAN BARU. Rektor Undana Prof. Fredrik L. Benu (berdiri kedua dari kiri) didampingi pimpinan Jurusan Teknik Mesin FST dan Camat Kota Raja, Muhammad Khairil (kedua dari kanan) dan mahasiswa (duduk) saat memperkenalkan mesin pengolah sampah plastik karya Undana, Selasa (20/8).

KRISTO EMBU/TIMEX

Olah Tutupan Botol jadi Keramik

KUPANG, TIMEX – Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang menghasilkan mesin pengolah sampah plastik menjadi keramik. Mesin berbahan bakar oli bekas ini untuk tahap awal akan disumbangkan kepada Pemkab Kupang, Kamis (22/8) besok.

Rektor Undana, Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si, Ph.D kepada wartawan, Selasa (20/8) di Laboratorium Teknik Mesin Fakultas Sains dan Teknik Undana menjelaskan, sebagai lembaga pendidikan tinggi, Undana mengambil peran dalam menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat. Antara lain melakukan riset dan temuan untuk menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Ini sebagai bentuk pengabdian Undana kepada masyarakat. Riset yang dilakukan dosen dan mahasiswa Jurusan Teknik Mesin telah menghasilkan mesin yang mampu mengolah limbah plastik menjadi produk yang bernilai ekonomis,” jelas Fred.

Mesin hasil kreasi dosen dan mahasiswa ini untuk tahap awal akan disumbangkan kepada Pemkab Kupang.

“Sedangkan untuk Kota Kupang tahap awal kita akan coba di Kecamatan Kota Raja. Semua trotoar akan menggunakan keramik dan paving blok olahan sampah plastik dari mesin yang dibuat Undana,” ujar Fred.

Selasa kemarin, Camat Kota Raja Muhammad Khairil, SSTP., M.Si memantau langsung mesin pengolah sampah karya Jurusan Teknik Mesin FST Undana ini.

Khairil menyatakan niatnya untuk menggunakan mesin sekaligus produk dari mesin tersebut. Dirinya menyambut positif usul Rektor Undana agar trotoar di Kecamatan Kota Raja menggunakan keramik dan paving blok dari sampah plastik tersebut.

Ketua Jurusan Teknik Mesin, Jefry Semuel Bale menjelaskan, mesin pengolah sampah tersebut merupakan salah satu hasil riset jurusan yang dipimpinnya.

“Untuk mesin ini kurang lebih setahun kami melakukan riset sampai dengan menghasilkan mesin ini. Mash ada beberapa riset lain yang sedang digarap,” ujar Jefry.

Yang dimaksud dirinya adalah mesin pengering daun kelor, incubator bayi hingga mesin penghasil air dari udara.

Kepala Laboratorium Teknik Mesin, Ben Tarigan menambahkan, mesin pengolah sampah plastik menjadi keramik dan paving blok ini sangat ekonomis.

“Hampir semua menggunakan material yang ada di NTT. Sehingga tidak mahal. Selain itu bahan bakar yang dugunakan adalah oli bekas. Sehingga secara ekonomi sangat menguntungkan,” ujar Ben yang kemarin didampingi beberapa mahasiswa yang menjadi anggota timnya. Yakni, Siti Aksa Seku Sidik, Hendra Manafe, Wiliam Nahak, Yonidas Taopan dan Nikolas Nong Kandi.

Dijelaskan Ben, satu liter oli bekas melakukan pembakaran dan bisa bertahan selama 1,5 jam. Sehingga menurutnya sangat ekonomis. Ben juga memperlihatkan keramik dan paving blok hasil olahan dari mesin buatan pihaknya. Prosesnya menurut Ben tidak rumit karena sampah plastik membutuhkan suku 150 derajat celcius melalui pembakaran dari mesin buatan tersebut.

Jenis sampah plastik HDPE seperti tutupan botol yang akan menghasilkan keramik. Sementara sampah plastik seperti kantong kresek akan menghasilkan paving blok.

Sementara itu, Rektor Udana, Prof. Fred mengatakan, Undana memiliki SDM yang mampu melakukan rekayasa teknologi. SDM yang dimiliki mampu menghasilkan teknologi yang bisa membantu mengatasi persoalan yang dihadapi.

“Sampah menjadi masalah serius terutama di Kota Kupang saat ini. Karena itu harus ada inovasi. Undana melakukan itu dengan menciptakan alat yang mampu mengolah sampah plastik menjadi produk yang bernilai ekonomis,” jelas Fred. (ito/joo)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!