Presiden Akui Mutu Garam Kupang – Timor Express

Timor Express

EKONOMI

Presiden Akui Mutu Garam Kupang

GARAM. Gubernur NTT, Viktor Laiskodat (kiri) memberikan penjelasan kepada Presiden RI, Joko Widodo saat meninjau tambak garam eks lahan HGU di Desa Nunkurus, Rabu (21/8).

ORANIS HERMAN/TIMEX

OELAMASI, TIMEX – Presiden RI, Joko Widodo mengaku garam di Desa Nunkurus, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, lebih bagus. Sebab, lebih putih dan bisa dijadikan garam industri dan garam konsumsi.

“Tadi saya ditunjukkan perbandingan garam yang diambil dari luar. Yang dari Madura, yang dari Surabaya dan juga dari Australia. Perbandingan yang di sini hasilnya lebih bagus. Lebih putih, bisa masuk ke garam industri dan jika diolah lagi bisa menjadi garam konsumsi,” kata Presiden Joko Widodo saat meninjau tambak garam eks lahan HGU di Desa Nunkurus, Rabu (21/8).

Joko Widodo yang didampingi Ibu Negara, Iriana Joko Widodo beserta rombongan di antaranya Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Sofyan Djalil, Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh, Staf Khusus Presiden, Goris Mere disambut Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat beserta beberapa bupati yakni Bupati Manggarai, Deno Kamelus, Bupati TTS, Egusem Tahun, Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes, Bupati Belu, Willybrodus Lay, Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran, Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore dan Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe beserta pejabat pemprov, pemkab, TNI dan Polri.

Usai meninjau lokasi tambak garam, Joko Widodo kepada wartawan mengatakan, Provinsi NTT memiliki potensi garam yang bisa dikerjakan seluas 21 ribu hektar. Di Kupang, ada 7 ribu hektar, namun baru mulai dikerjakan 600 hektare. “Tetapi juga baru selesaikan 10 hektar. Memang ini baru dimulai. Artinya, ini ada potensi. Tapi memerlukan investasi yang tidak sedikit,” ungkapnya.
Ia mengaku, ini adalah investasi pertama yang akan dikerjakan. Tahun depan akan selesai 600 hektar. Petani tambak diikutkan bekerja, sekaligus ikut dalam saham. Sehingga nanti penghasilan masyarakat bisa lebih baik. “Ini yang dalam proses baru 600 hektar.

Itu pun yang baru selesai 10 hektar. Tahun depan akan diselesaikan. Saya hanya ingin datang ke sini memastikan bahwa program untuk urusan garam sudah dimulai. Karena kita tahu, impor garam kita 3,7 juta ton. Yang bisa diproduksi dalam negeri baru 1,1 juta ton. Masih jauh sekali. Ini dirampungkan dulu. Saya ingin tahu, yang 600 hektare ini baru 10 hektare. Yang 10 hektare ini sudah dimulai. Dari potensi 21 ribu, dimulai dulu,” katanya.

Joko Widodo mengaku investasi tidak mudah. Investasi garam di Desa Nunkurus yang baru saja dimulai sekitar Rp 110 miliar. “Bukan uang kecil. Jadi tidak mudah. Saya berterima kasih ke pak gub (Gubernur NTT Viktor Laiskodat), yang sudah sangat serius sekali mencari investornya dan digabungkan juga dengan rakyat. Sehingga nanti produksi garam kita harapkan betul-betul bisa kita selesaikan,” ungkapya.

Selesai meninjau tambak garam, Joko Widodo menuju Oelamasi, Kelurahan Naibonat untuk membagi 2.706 sertifikat tanah kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Joko Widodo mengatakan, sertifikat tanah yang dibagi itu merupakan tanda bukti hak hukum atas tanah yang dimiliki.

“Saya datang di setiap provinsi di seluruh tanah air, masuk ke desa, masuk ke kampung, yang sering saya dengar adalah konflik tanah, konflik lahan, sengketa tanah. Karena apa, karena masyarakat tidak pegang yang namanya tanda bukti hak hukum atas tanah,” katanya.

Seperti biasanya, Joko Widodo membagi-bagi sepeda kepada masyarakat. Namun sebelum memberikan sepeda disuruh mengucapkan Pancasila. Tiga orang yang beruntung mendapat sepeda yakni, Meriana Mbatu, Agustinus Bana dan Otniel Nomseo. (ays/sam)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!