Tingkatkan Kapasitas Pelaku Usaha – Timor Express

Timor Express

KUPANG METRO

Tingkatkan Kapasitas Pelaku Usaha

PELATIHAN. Masyarakat pelaku usaha pose bersama dengan narasumber dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertempat di kedai Lopo Pantai Kelurahan Nunbaun Delha, Selasa (20/8).

IMRAN LIARIAN/ TIMEX

Kemenristek Dikti, UKAW dan Dinas Perikanan Gelar PKM

NBD, TIMEX-Demi meningkatkan kapasitas para pelaku usaha mikro di Kelurahan Nunbaun Delha (NBD) Kecamatan Alak, Kemenristek Dikti, FKIP Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) dan Dinas Perikanan Kota Kupang menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Berpusat di Lopo Kedai, Kelurahan NBD, kegiatan ini dilaksanakan Senin (19/8) dan Selasa (20/8).

Tujuannya mengoptimalkan kesadaran mengembangkan usaha. Juga mengptimalkan kerja tim dan kesadaran mengembangkan ketrampilan yang telah dimiliki. Juga diversifikasi usaha olahan dalam pengembangan pasar lewat model pelatihan membangun jejaring pemasaran dan mengoptimalkan lokasi wisata pantai serta display produk olahan.

“Jenis kegiatan yakni penyuluhan yang dilakukan adalah penguatan kapasitas kelompok dan kerja kelompok yang lebih produktif,” demikian dikatakan Ketua Tim Pelaksana PKM, Dewi S. Gadi, S.Pi, M.Si, Selasa (20/8) di lokasi kegiatan.

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Dinas Perikanan Kota Kupang. Juga dari Lembaga Pengabdian Masyarakat UKAW Kupang.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Lurah Nunbaun Delha, Nixon Alexander Nggauk. Lurah Nixon dalam sambutannya memberikan motivasi kepada peserta agar menggunakan kesempatan sebaik-baiknya. Dengan demikian dapat meningkatkan pendapatan pribadi dan keluarga.

Setelah itu dilanjutkan dengan penyerahan alat usaha serta beberapa alat penunjang untuk pengembangan usaha kuliner di Kedai Pesisir pada Lokasi Pusat Kuliner NBD Beach.

Robby Adam, S.St,Pi, M.Si dari Dinas Perikanan Kota Kupang membawakan materi mengenai penguatan kapasitas bagi kelompok mengatakan, kelompok yang telah dibentuk dan dibina oleh Dinas Perikanan Kota Kupang di 16 kelurahan pesisir telah dilengkapi dengan peralatan usaha dan pembinaan kelompok.

Tetapi kenyataan yang terjadi, ada kelompok yang masih aktif, tetapi ada kelompok yang mati suri, sehingga perlu digiatkan kembali. Secara khusus kelompok pengelola kedai pesisir di NBD Beach, kata Nixon, belum produktif sehingga perlu diperbaiki struktur kelompok dan strategi pengembangan usahanya.

“Upaya ini dilakukan agar masyarakat menjadi tuan rumah di lokasinya sendiri, untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Dinas Perikanan Kota Kupang juga sementara menyediakan kartu “KUSUKA” untuk masyarakat yang telah memiliki usaha mikro kecil. Kesempatan ini diberikan kepada masyarakat agar digunakan dengan baik,” jelasnya.

Materi kedua dari Fakultas Ekonomi UKAW Kupang dibawakan Renya Rosari, SE,M.Si tentang Manajemen Usaha Mikro Kecil dan Menengah.

Renya memberi motivasi dan informasi tentang bagaimana mengelola usaha produk tertentu dengan perencanaan usaha. Seperti manajemen produksi, manajemen pemasaran, strategi pemasaran, strategi produk, desaian pengemasan, label, media pemasaran, manajemen keuangan dengan perhitungan keuangan praktis dan sederhana (pencatatan keuangan sederhana), serta manajemen sumber daya manusia.

Sementara materi ketiga dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UKAW, Ir. Welma Pesulima, MP membahas tentang Keamanan Pangan, Pengawasan Mutu dan Penerapan Sanitasi pada Proses Produksi dan Produk yang Dihasilkan.

Dalam menghasilkan produk, jelas Welma, dimulai dari persediaan bahan baku, proses produksi, pengemasan sampai pada pemasaran tetap diperhatikan penerapan sanitasi, pengawasan kualitas sehingga produk yang dihasilkan aman dikonsumsi. Baik produk ikan maupun non ikan yang diusahakan oleh kelompok atau secara individu.

Sementara itu Betarix M. Rehatta, SPi, M.Si dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UKAW, membahas tentang Eksplorasi Pengembangan Wisata Kuliner di Kota Kupang.

Dikatakan untuk mengembangkan wisata kuliner di lokasi NBD Beach perlu diperhatikan secara terintegrasi antara produk olahan pangan yang disiapkan dengan kondisi pasar yang ada.

Kemudian apa kesukaan konsumen dan produk yang cocok dikembangkan menjadi perhatian khusus dalam hal pengembangan kuliner. Berbagai nama produk olahan untuk kuliner sebaiknya diperhatikan agar menarik perhatian konsumen dan sehat untuk dikonsumsi.

“Upaya yang dilakukan diharapkan dapat memotivasi masyarakat untuk tetap meningkatkan pendapatan melalui berbagai usaha yang dilakukan baik secara berkelompok atau ada usaha individu, untuk peningkatan pendapatan keluarga,” ungkapnya.

Selanjutnya materi tentang Strategi Pengembangan Olahan Hasil Perikanan oleh Umbu P.L. Dawa, SPi, MSc. Dan materi Peranan Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) UKAW dalam Pemberdayaaan Masyarakat Pesisir oleh Hendrik Ndolu, SH, MHum.

Terpantau, proses pelatihan pembuatan produk ikan yakni nugget, bakso, kaki naga, rolade ikan, stick ikan, dan ikan crispy saos telur asin. Pembuatan produk non ikan yakni aneka minuman es pisang ijo, es buah, blue ocean, aneka juice, rujak dan lainnya. (mg22/sam)



1 Comment

1 Comment

  1. Stevlielay

    January 13, 2020 @22:47 at 22:47

    Xenical In Spain For Sale Buy Isotretinoin Accutane Buy Online Canada Cialis Buy Cialis 10mg Uk Zithromax Second Dose

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!