Proses Sesuai Hukum – Timor Express

Timor Express

HUKUM

Proses Sesuai Hukum

BERI PENJELASAN. Kapolres Kupang Kota, AKBP Satrya Perdana P Tarung Binti, SIK didampinggi jajarannya saat mengelar Konferensi Pers di Mapolres Kupang Kota, Jumat (23/8) malam.

Komisaris Utama Bank Christa Jaya, Christofel Liyanto yang diwawancara terkait penangkapan Rafi mempersilakan polisi untuk memroses hukum Rafi sesuai dengan perbuatannya. “Ya, proses sesuai aturan. Dia sudah bikin susah banyak orang,” kata Chris Liyanto.

Sebelumnya, kasus ini menguak pada Agustus 2017 silam. Ketika itu, sejumlah korban mengadu ke sejumlah bank karena merasa ditipu oleh Rafi. Namun, ketika kasus ini mulai terkuak, Rafi lebih dulu menghilang dari Kota Kupang.

Para korban mengaku tidak hanya tertipu dalam kasus pembelian mobil. Beberapa di antaranya tertipu dalam pembelian rumah. Pasalnya, selain usaha showroom mobil bekas, Rafi juga memiliki dua perumahan yang terletak di Kecamatan Maulafa Kota Kupang.

Ada pula ruko dan juga rumah pribadi Rafi di BTN Kolhua yang kemudian dikuasai oleh Bank Christa Jaya. Selain Bank Christa Jaya, sejumlah korban juga membeli mobil dan rumah secara kredit melalui beberapa bank lain. Misalnya Bank NTT, BPR Central Pitoby, BPR NAM, Bank Sinarsmas. Bahkan beberapa perusahaan pemberi pinjaman kredit kendaraan ikut dikaitkan.

Dari sejumlah laporan yang diterima polisi dan penelusuran Timor Express, kerugian akibat penipuan tersebut ditaksir puluhan miliar rupiah. Rafi diduga melakukan penipuan dengan beberapa modus.

Misalnya, saat ada penjual mobil yang menitipkan mobilnya di showroom milik Rafi, secara diam-diam Rafi menjual mobil tersebut. Uang hasil penjualan mobil itu tidak diberikan kepada pemiliknya. Ada pula mobil yang sedang menjadi jaminan di bank, namun Rafi menjualnya ke pelanggan. Sementara angsuran di bank tidak dibayar. Saat pihak bank melakukan penyitaan terhadap mobil dimaksud, barulah sang pembeli tahu jika mobil tersebut masih dalam penguasaan bank. Meski sudah tertipu dalam pembelian mobil, ada pula korban yang termakan bujuk rayu hingga membeli rumah dari Rafi. Dan, lagi-lagi tertipu karena sertifikat perumahan itu dijaminkan ke bank tanpa diangsur.

Setelah mendapat laporan dari sejumlah korban, tanggal 6 September 2017, Polres Kupang Kota mengaku mendeteksi keberadaan Rafi di Sulawesi. Namun keberadaan Rafi semakin tidak jelas. Bahkan sejumlah korban sudah beberapa kali dimintai keterangan. Pihak bank pun sudah melakukan upaya penyelesaian masalah dengan sejumlah korban. (cel/ito)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!